Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 46. Keputusan Senja


__ADS_3

Pak Joni menghembuskan nafasnya dengan cukup kasar sebelum membuka mulutnya untuk berbicara, "Baiklah bapak-bapak dan ibu-ibu karena kedua anak muda ini sudah kedapatan melakukan hal-hal yang tidak pantas mereka lakukan di daerah kita dan takutnya perbuatannya berimbas kepada keamanan dan kebaikan kampung kita ini. Jadi saya selaku RT memutuskan jika keduanya harus segera dinikahkan!" Tegasnya Pak Joni dengan mempertimbangkan segala hal kemungkinan besar yang bisa terjadi.


Kabir tidak mungkin begitu saja menerima segala berbagai tuduhan tidak masuk akal yang dituduhkan padanya, walau dalam hatinya dia memang sudah ada niat untuk menikahi kekasih palsunya itu. Tetapi bukan seperti ini caranya juga harus digrebek, di desak dan dipaksa untuk menikah dengan Senja.


"Stop! Kalian sudah salah paham dengan apa kalian semuanya lihat, saya bertelanjang dada karena cuacanya sangat panas dan kebetulan mesin mobilnya saya engga jalan karena kehabisan bensin sehingga mesin ac pendingin ruangan mobilku sehingga mau tidak mau saya harus buka baju, lagian apa kalian tidak bisa bedakan mana yang sudah melakukan hal-hal senonoh seperti yang kalian tuduhkan!?" Tegasnya Kabir yang tidak terima diperlakukan seperti itu oleh semua masyarakat yang hadir mengelilingi mobilnya.


Senja yang baru terbangun shock, kaget, terkejutnya melihat banyaknya orang yang berkerumun dan memaksa Kabir dosen pengganti yang sudah beberapa bulan ini mengajar di kelasnya.


"Kenapa mereka memaksa menikah padahal kami tidak melakukan hal-hal yang tercela," gumamnya Senja.


Senja pun melangkahkan kakinya dan memberanikan dirinya untuk menentang keputusan pak Joni selaku RT setempat.


"Kenapa bisa aku juga sampai di pantai bukannya semalam terakhir yang aku ingat adalah akan diajak oleh pak Kabir ke suatu tempat yang sudah dipersiapkan hadiah khusus atas kerja kerasku jadi kekasih bayarannya, tapi kenapa malah sampai di pantai ini yah?" Senja mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat tersebut karena ia masih bingung untuk mencerna keadaan yang terjadi.


"Ini dia gadis yang bersamanya akhirnya sudah bangun juga, apa saking lelahnya berduaan di dalam mobil sehingga jam segini baru bangun!?" Sarkasnya ibu-ibu yang memakai hijab sehari-hari.


"Iya nih betul banget apa yang ibu Ani katakan, lihatlah betapa cantik rupawannya dan memakai hijab lagi, tapi ternyata malah berbuat yang memalukan sekali, kalau aku jadi kedua orang tuanya pasti akan sangat malu memiliki anak seperti dia!" Cibirnya bapak-bapak yang memakai kopiah.


"Pak Dendy janganlah lihat dari penampilan luarnya saja, tapi lihat kesehariannya anak itu, jika seperti yang mereka lakukan saya misalnya nih yah sebagai bapaknya akan sangat malu menanggung penghinaan dari perbuatan tercela mereka," ucapnya ibu-ibu yang satunya lagi dengan dramatis.

__ADS_1


"Intinya Pak RT kami tidak ingin lingkungan warga masyarakat disini tercemari dan terganggu dengan kegiatan maksiat mereka! Mereka harus segera dinikahkan tanpa banyak basa-basi dan bicara lagi!" Ketusnya salah satu dari mereka lagi.


"Kenapa sih bapak-bapak dan ibu-ibu memaksa kami menikah padahal hanya melihat jika Pak Kabir hanya tidak memakai baju? Coba kalian perhatikan orang-orang yang berada di pantai jika mereka sedang tidak memakai baju berarti mereka seperti kami! Melakukan perbuatan-perbuatan tercela gitu!" Dengusnya Senja yang sama sekali tidak ingin begitu saja menerima keputusan dari warga masyarakat setempat.


Kabir hendak membuka suaranya untuk membela perkataan dari Senja tapi, tiba-tiba dia berubah pikiran, "Kalau aku menentang keputusan warga berarti kesempatan untuk menikah dengan Senja Starla Airen Zain pasti akan tertutup, sebaiknya manfaatkan kesempatan yang bagus ini saja,"


"Pak! Ibu-ibu coba perhatikan pakaian yang aku pakai ini apa seperti orang yang sudah berhubungan suami istri seperti yang kalian tuduhkan semua padaku! Jawabnya pasti tidak kan, jadi kami ini tidak melakukan hal-hal yang tidak baik," jelasnya Senja.


"Senja apa kamu sudah melupakan apa yang terjadi semalam? Kalau menurut saya sebaiknya kita menuruti keinginan mereka dari pada nantinya malahan masalah ini akan mereka bawa ke kantor polisi," bujuknya Kabir yang memulai aktingnya agar segera menikah dengan Senja.


"Itu kekasihmu sudah mengakui apa yang kalian lakukan semalam di tempat ini! Jadi apa lagi yang kalian tunggu, cepatlah memutuskan untuk menikah daripada kami mengambil jalan pintas yaitu melaporkan kalian berdua ke pihak yang berwajib," tukasnya ibu-ibu yang disapa Ani itu.


"Astaughfirullahaladzim Pak Kabir, apa yang anda katakan kenapa meski berbicara seperti itu!" Keluhnya Senja yang masih menentang keputusan dari Kabir.


"Baiklah karena ceweknya tidak mau mengakui sampai sekarang dan enggan untuk bekerjasama dengan kita, sebaiknya keduanya kita seret ke kantor polisi saja Pak RT, ini sudah tidak bisa kita tangani, takutnya berita ini viral terutama ke media sosial reputasi daerah dan desa kita menjadi taruhannya," ujarnya bapak-bapak yang memakai pakaian rapi itu dibanding dengan warga masyarakat lainnya.


"Para bapak-bapak bawa mereka segera ke kantor polisi, karena mereka semakin bersikeras tidak mau mengakui kesalahan mereka yang jelas-jelas sudah banyak bukti ini, biarlah polisi yang mengangkanginya," perintahnya pak Joni selaku RT.


Tangannya Senja dan Kabir sudah masing-masing dipegangi oleh orang-orang yang kebetulan ada di sekitar area tempat kejadian.

__ADS_1


"Ya Allah kalau sampai d kantor polisi pasti Mama akan mengetahui apa yang aku lakukan ini walau hanya kesalahpahaman saja, tapi mereka tidak ada yang mau membantu kami mempercayai semua penjelasan kami, aku takut Mama akan kecewa dan sedih dengan kejadian ini,"


"Ya Allah semoga saja Senja siap untuk menikah secara baik-baik denganku, aku tidak ingin ada pria lain yang merebutnya dari dalam genggaman tanganku,"


Keduanya segera diseret oleh para warga masyarakat menuju kantor polisi. Keduanya di gelandang bagaikan penjahat kelas kakap saja yang ketahuan melakukan kejahatan besar saja.


"Stop!! Saya bersedia menikah dengan pak Kabir, tapi saya minta kejadian ini jangan sampai membawa-bawa nama polisi dan mamaku, saya memohon kepada kalian untuk tidak mengatakan masalah ini kepada keluargaku termasuk mamaku, pasti beliau akan sedih," ucapnya Senja dengan pasrah.


Kabir tersenyum penuh gembira karena akhirnya berhasil juga, ia akan menikah dengan perempuan yang sejak awal bertemu sudah memporak-porandakan hati dan jiwanya serta kehidupannya.


"Kalau seperti itu katakan kepada kedua orang tua kau untuk segera lamar dan pinang gadis cantik ini, jika tidak kami tidak akan tinggal diam saja akan membuka masalah ini sampai ke kantor polisi dan juga ke media sosial yang pastinya reputasi kalian akan tercoreng," tuturnya bapak yang memakai kopiah yang paling ngotot menuntut dan memaksa mereka untuk menikah.


Senja terdiam di tempatnya dengan raut wajahnya yang sedih, air matanya menetes di pipinya yang menandakan bahwa jika dia sedang pusing, sedih, kalut dan galau dengan permasalahan yang menimpanya itu.


Kabir tanpa sengaja melihat air matanya Senja yang menetes,ia kasihan melihat keadaannya Senja. Tapi mau bagaimana lagi hanya ini cara dan jalan keluar terbaik untuk saat ini agar mendapatkan Senja secepatnya.


Satu persatu orang-orang bubar dan meninggalkan Senja dan Kabir berdua di pinggir pantai.


"Ingat baik-baik jika kalian tidak menjalankan tuntutan kami ini, janganlah salahkan kami jika bertindak lebih berani lagi dari hari ini," ancaman yang dilayangkan bapak-bapak yang memakai songkok hitam itu.

__ADS_1


__ADS_2