Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 82. Ungkapan Lewat Gerakan


__ADS_3

"Kenapa aku sampai berfikiran seperti itu, apakah aku memang mendambakan perlakuan seperti itu pada diriku dari suamiku sendiri. Tapi aku sering bertanya-tanya apakah pak Kabir tujuan utamanya menikahiku hanya karena tuntutan dan ancaman masuk penjara ataukah memang karena dia cinta padaku."


Senja terduduk di atas ranjangnya yang memikirkan segala sesuatu kemungkinan besar yang bisa terjadi.


"Tapi kalau aku perhatikan semua sikap dan ucapannya Pak Kabir itu tulus dan benar-benar semua perkataannya dari dalam lubuk hatinya yang terdalam. Tapi, itu mustahil deh karena Pak Kabir mana mungkin mencintaiku aku gadis dari kalangan biasa saja, apa yang dibanggakan dari diriku,"


Senja menatap ke arah dinding kamarnya dimana foto aktor action idolanya berada yaitu Shah Rukh Khan yang lebih dikenal dengan sapaan SRK.


"SRK kalau menurut kamu apakah pak Kabir mencintaiku dan menyayangiku gak?" Tanya Senja yang mengajak berbicara foto Raja Bollywood itu.


Senja kecewa karena SRK terdiam saja dan satupun dari dua foto itu hanya diam membisu


"Hahaha! Kau lucu yah, mana ada foto yang bisa berbicara! Apa kamu sudah lupa ingatan atau gila! Mana ada benda mati yang berbicara," cibirnya Kabir sambil menoyor keningnya Senja.

__ADS_1


Senja menatap tajam ke arah suamiya itu," ish ish mereka itu sering berbicara padaku pak Kabir saja yang budek sampai-sampai nggak dengar perkataan mereka, Senja menarik tangannya Kabir, lihatlah baik-baik Pak Kabir lihat kesana dan tajamkan penglihatannya apa aku bohong atau…" ucapannya Senja terpotong ketika pintu kamar mandi terbuka lebar dari arah dalam.


Senja menatap intens ke arah pintu kamar mandi bergantian dengan ke bagian samping kanannya itu, tapi buktinya tidak ada satupun orang yang berdiri di samping kanannya.


"Ya Allah apa yang terjadi padaku, apa jangan-jangan aku sudah gila seperti yang dikatakan oleh Pak Kabir, kalau aku gadis gila yang tidak waras," gumam Senja yang menepuk keningnya berulang-ulang kali.


Kabir segera berjalan ke arah Senja setelah melihat dengan jelas apa yang terjadi pada Senja.


"Hey! Apa yang kamu lakukan! Apa kamu sudah gila dengan terus memukuli keningmu! Ingat yah aku tidak ingin memiliki istri yang hilang ingatan!" Sarkasnya Kabir yang mempercepat langkahnya menuju Senja.


"Stop! Please jangan seperti ini apa kamu ingin sakit gara-gara kamu terus memukul kepalamu ini," cegahnya Kabir sambil memeluk tubuhnya Senja dari arah belakang agar Senja segera mengakhiri apa yang dilakukan oleh istrinya.


"Kalau aku sakit dan gila apa pedulinya dengan bapak? bukannya kita ini hanya menikah karena terpaksa dengan alasan agar kita enggak masuk penjara, berhenti berpura-pura perhatian dan sok seperti suami yang peduli padaku dan mencintaiku dengan tulus," cibirnya Senja.

__ADS_1


"Aku pasti sangat peduli dengan apa yang terjadi padamu Senja Starla Airen Zain Pratama, kenapa dan apa alasannya! Apa kamu serius ingin mengetahui apa yang aku rasakan?!" Tegasnya Kabir.


Kabir sedikit meninggikan suaranya itu sambil memegangi kedua pergelangan tangannya Senja dengan sedikit kekuatan tapi, itu tidak menyakiti Senja karena Senja sudah terbiasa maklumlah perempuan yang jago taekwondo dan karate.


Senja hanya menganggukkan kepalanya dan menatap intens ke arah dalam netra hitam milik Kabir. Sedangkan suaminya tanpa ba bi bu dan tanpa aba-aba langsung menekan tengkuk lehernya Senja kemudian ia mulai mee luuu maaat bibir mungil yang merah merona bak buah delima itu.


"Saya akan membuktikan jika aku sangat mencintaimu semoga melalui perbuatan aku ini kamu bisa paham dengan jelas tujuan aku menikahimu adalah aku sangat mencintaimu dan aku tidak mampu hidup tanpa dirimu,"


Senja yang mendapatkan perlakuan istimewa yang tiba-tiba dan tidak terencana hanya mampu membelalakkan matanya hingga ia melotot karena semakin tidak percaya.


Jika suaminya menciumnya awalnya sedikit kasar karena Kabir sedikit mengigit ujung bibirnya tapi,lama kelamaan semakin lembut hingga Senja sudah mulai nyaman dan menikmati dan santai dengan apa yang dilakukan oleh Kabir.


"Ya Allah apa yang dilakukan oleh Pak Kabir, bukannya ini mengambil keuntungan dalam kesempitan, tapi kenapa aku berasa nyaman dan semakin lama semakin syahdu dan aku serasa pengen melayang hingga ke langit tertinggi,"

__ADS_1


Senja pun tanpa terduga mengalungkan kedua tangannya ke leher jenjangnya Kabir yang masih sesekali menetes air dari rambutnya yang baru saja keramas.


Nafas keduanya memburu ngos-ngosan keringat bercucuran membasahi sekujur tubuh kedua pengantin baru itu. Senja segera melepaskan pangutannya karena,ia seolah seperti akan kehabisan pasokan udara di dalam rongga hidungnya.


__ADS_2