
Jihan segera pulang ke rumahnya setelah melihat jarum jam di tangannya sudah menunjukkan pukul sebelas tengah malam.
Jihan cukup terhibur dan lega setelah dihibur sedemikian rupa dari pria yang baru dikenalnya itu. Pria yang bernama Faiaz Albar Wilson berhasil membuat Jihan lebih nyaman, santai menghadapi perselingkuhan dari kekasihnya.
"Trims atas bantuannya. Tanpa kamu menemaniku mungkin aku tidak akan bisa tersenyum lepas seperti ini," ucapnya syukur dari Jihan.
"It's okey, itu tidak masalah bagiku selama aku punya waktu luang aku pasti akan menemani kamu," balasnya Faiaz.
"Kalau gitu aku pamit yah, assalamualaikum," ucapnya Jihan berpamitan kepada Faiaz karena takut membuat momynya dan kelurganya khawatir dengan keterlambatannya untuk pulang.
"Kamu hati-hati yah,bye! Waalaikum salam," balas Faiaz pria bule keturunan Timur Tengah Indonesia itu.
Jihan tersenyum sebelum masuk ke dalam mobil berwarna merah itu. Senyuman itu membuat jantungnya pemuda ganteng rupawan itu langsung berdetak kencang dan tak karuan hanya melihat senyuman tulus dan menawan dari Jihan. Faiaz spontan memegangi dadanya itu yang berdebar-debar.
Apakah seperti ini rasanya jatuh cinta, karena dulu ketika aku berpacaran dengan Alona perasaan seperti ini hanya sekali aku rasakan. Malah itu seperti angin lalu saja yang aku rasakan sepintas datangnya.
Faiaz terus memandangi kepergiannya Jihan dari hadapannya," yes, langkah awal berhasil. Semoga Allah SWT terus melancarkan niat baikku ini."
Berselang beberapa menit kemudian, mobil yang dikendarai oleh Jihan hampir berpapasan dengan kedatangan mobil sedan putih memasuki area pekarangan halaman rumah itu. Jihan mengerutkan keningnya melihat siapa pemilik mobil itu.
"Siapa? Itu bukan mobil anak-anak. Bukan juga mobilnya Tante atau Paman. Terus mobilnya siapa yah?"
Jihan mengamati mobil itu dengan seksama dan betapa terkejutnya ketika melihat pria yang direncanakan dijodohkan dengannya, tapi malah mencintai kakaknya sendiri.
"Itu kan Pak Kaisan Al-biruni Haitan, dengan siapa dia datang dan kenapa juga bertamu tengah malam seperti saat ini?" Jihan melupakan jika tadi sore dia sendiri yang merencanakan pertemuan keduanya.
Saking fokusnya tertuju pada pengkhianatan yang dilakukan oleh Gamaliel Audrey.
"Astaughfirullahaladzim, aku sepertinya sudah pikun yah. Padahal aku sendirilah yang meminta kepada mereka berdua untuk bertemu. Iihh sial! Ini gara-gara pria luknut dan brengsek itu sehingga banyak hal penting yang terlupakan!" Kesalnya Jihan.
__ADS_1
Jihan turun dari mobil dan berjalan menuju ke arah dalam rumah kakek dan neneknya itu tanpa berkomentar apapun. Ia hanya tersenyum bahagia melihat kakaknya seperti gembira bertemu dengan pria yang sedari hampir empat tahun mencintai tanpa ada yang mengetahui satu sama lainnya.
Jihan membuka pintu rumah itu karena kebetulan membawa kunci cadangan, tapi langkah kakinya terhenti, mulutnya menganga lebar dan kedua bola matanya melotot saking tidak percayanya melihat apa yang terjadi di depan matanya langsung.
"Uncle Ocean! Giska Inayah!" Teriaknya Jihan.
Jinan yang berjalan perlahan menuju ke arah pintu setelah berpamitan dan melepas kepergian calon suaminya itu. Dia juga berlari cepat ke arah pintu, karena takut jika terjadi sesuatu pada adiknya itu.
"Jihan apa yang terjadi?" Teriaknya Jinan.
Jinan pun terperangah melihat apa yang terjadi di dalam sana, dengan kedua pasang matanya melihat pamannya Oce bermesraan dengan teman rasa sepupu itu siapa lagi kalau bukan Giska Inayah putrinya Naysila sahabatnya momynya Senja.
Giska yang dipangku oleh kekasih backstreet nya itu segera turun dari atas pahanya Ocean. Dia sangat malu karena kedapatan sedang melakukan hal-hal yang tidak wajar khusus untuk pasangan tidak resmi.
Karena tidak hati-hati ketika turun dari atas pangkuannya Ocean,dia sempat terjatuh ke atas lantai.
"Augh!" Keluhnya Giska yang bokongnya mendarat bebas ke atas lantai keramik.
Ocean yang reflek mendorong tubuhnya Giska merasa menyesal,ia tidak menyangka jika apa yang dilakukannya kali ini dilihat langsung oleh keponakannya sendiri.
"Maafkan Abang enggak sengaja," sesalnya Ocean.
Giska meraih uluran tangannya perempuan muda yang dicintainya sejak masih berseragam putih abu-abu itu.
"Tidak apa-apa bang," cicitnya Giska seraya tertunduk malu.
Jihan melipat kedua tangannya di depan dadanya itu," apa saling tolong menolongnya sudah selesai!?" Cibirnya Jihan.
"Aku cukup terkejut melihat Uncle Oce dan Giska melakukan hal-hal yang tidak pantas!" Sarkas Jinan lagi.
__ADS_1
Keduanya berjalan beriringan ke arah kedua orang yang tertangkap basah itu. Dengan tatapan tajamnya yang mengintimidasi keduanya.
"Uncle Oce! Sudah berapa lama kalian berhubungan?" Bentaknya Jihan.
"Kenapa Uncle Oce berbuat seperti ini di dalam rumahnya kakekku! Kenapa tidak meminta ijin kepada mommy Senja untuk menikah saja dari pada sembunyi-sembunyi dan diam-diam melakukan hal-hal yang tidak sen*noh!" Hardiknya Jinan.
Memang kedua gadis itu seperti ini lah sikapnya jika saudara-saudarinya anggota keluarganya ada yang bertindak tidak sesuai dengan ajaran agama mereka. Dengan kasusnya Alief Naufal Azhar pun membuatnya geram dan marah. Makanya untuk keluarganya yang lain,ia tidak ingin kesalahan seperti itu terjadi lagi.
"Kenapa!? Apa susahnya berterus terang kepada kami dan meminta kepada kedua orang tua Giska Inayah untuk menikahinya Uncle!? Apa Uncle akan berbuat dosa dan kesalahan seperti ini terus atau mensakralkan hubungan kalian!" Jeritnya Jihan.
Jihan marah dan ngomel-ngomel seolah-olah disituasi seperti inilah saat yang tepat untuk melampiaskan amarahnya, kekesalannya kepada Gamal Audrey Jun atas perselingkuhannya.
"Adat itu lebih tinggi dari ilmu Uncle. Tidak bakalan ada yang menentang niat baik kalian jika memang ingin membina hubungan yang baik. Kecuali jika kalian ingin seperti Alif dan Asminah hamil dulu baru nikah ha!!" Bentak Jinan.
Oce dan Giska yang tertangkap basah dan tidak bisa berkutik untuk mengelak karena mereka ketahuan langsung oleh dua gadis yang bersifat keras,bukan Dania atau Delilah yang lemah lembut dan tidak keras disiplin.
"Jadi kami meminta kepada kalian untuk segera membawa serius hubungan kalian berdua! Jika tidak kalian akan mendapatkan hukuman dan sanksi atas perbuatan kalian berdua!" Tegasnya Jinan.
"Kalau kalian berdua tidak mau menikah dan hanya ingin bermain-main saja, aku cucu dan pemilik sah rumah ini meminta kepada kalian untuk angkat kaki dari sini!" Murkanya Jihan.
Giska, Ocean takut, panik dan salah tingkah karena kedapatan berhubungan yang cukup int*m.
Karena suaranya Jinan dan Jihan yang cukup keras, besar, nyaring dan lantang yang membuat geger sehingga beberapa penghuni rumah mewah itu yang belum tertidur pulas sehingga beberapa dari mereka berdatangan ke arah lantai bawah.
"Apa yang terjadi disini! Apa kalian sadar sekarang sudah jam berapa! Kenapa meski ribut-ribut?" Tanyanya Kabir yang berjalan menuruni tangga bersama dengan Ardian Putra papanya Giska dan Guntur Bumi.
Raut wajahnya Giska dan Oce semakin pucat pasi, tubuh keduanya gemetar ketakutan karena papa dan kakak iparnya muncul di tempat kejadian.
Ya papa datang, aku kira beliau sudah tidur. kalau mereka tau bisa-bisa gawat.
__ADS_1
Ocean dan Giska kesusahan menelan air liurnya sendiri saking takutnya karena telah ketahuan hubungan rahasianya.