
Senja dan Jingga tidak jauh-jauh dari jenazah kedua orang tuanya. Mereka terus berada disisi almarhum dan almarhumah kedua orang tuanya.
Air matanya terus menetes membasahi pipinya, mereka tidak sanggup berkata-kata lagi, hanya terus berdzikir kepada Allah SWT dalam hatinya, agar mereka tidak meratapi kepergian Aliah Aziza Humaira dan Leo Carlando.
"Iya benar sekali itu Non Senja, siapa saja yang berada di posisi kamu pasti akan berduka cita dan sangat sedih, tapi kita tetap harus wajib sabar dan tawakal kepada Allah SWT mejalani yang namanya ujian kematian," nasehatnya penuh bijaksana bi Minah.
Apa yang mereka katakan memang benar adanya, aku tidak boleh terus berlarut larut dalam kesedihan.
"Kamu boleh sedih dan menangis, tapi jangan sekali-kali meratap atau pun meraung keras disaat mendapatkan cobaan kematian," timpal pak Abdul Aziz Pamannya Senja suami dari Bu Aisyah.
Astauhfirullah aladzim, Allahu Akbar, laailaha illallah..
Kabir dan Guntur pun tidak pernah sekalipun meninggalkan istrinya masing-masing. Air mata mereka pun sesekali menetes membasahi pipinya itu.
Setelah dimandikan, dikafani dan dishalatkan keduanya pun segera dibawah ke tempat pemakaman umum tpu yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka tinggal saat ini.
__ADS_1
Suara sirine ambulan pertanda jika jenazah keduanya sudah dibawah ke tpu. Keduanya dibawah dalam satu mobil ambulance sesuai dengan keinginan Senja Starla.
Orang-orang berbondong-bondong mengantar kepergian keduanya ke peristirahatan terakhirnya. Duka tangis haru mengantar kepergian keduanya hingga ke liang lahat. Makam keduanya pun berdekatan satu sama lainnya.
Mama, papa cinta kalian sungguh murni dan tulus kalian bahkan meninggal dalam satu hari hampir bersamaan.
Ya Allah aku berserah padaMu, aku memohon padaMu. Ampunilah kedua orang tuaku. Tempatkan lah mereka di tempat yang paling terindah disisiMu.
Senja mengusap wajahnya dengan tissue, matanya semakin memerah, hidungnya pun terasa sembab. Semua sahabat dari Leo dan Aliah maupun dari pekerjanya yang selalu setia bekerja di toko pakaiannya juga tidak ada yang pulang.
Ya Allah, aku belum membalas budi baik kedua orang tuaku, mereka sudah meninggalkan kami bertiga.
Aku hanya kasihan dengan kondisi adik bayiku Ocean Skala Pratama. Dia sangat butuh kasih sayang papa dan mama.
Jingga sesekali mengelus perutnya yang masih datar itu. Dia tidak ingin kesedihannya itu menganggu kesehatan calon bayinya yang baru diperkirakan berusia jalan tiga bulan itu.
__ADS_1
Jingga masih terkadang dia tidak percaya dengan fakta bahwa dia sedang hamil, dikarenakan sudah berulang kali dia mengecek menggunakan tespack tapi, hasilnya tetap negatif.
Tapi,dia mengambil kesimpulan jika masalah ini bisa saja terjadi. Mengingat jika alat tes kehamilan itu buatan manusia dimana manusia adalah tempatnya kesalahan.
Tetapi dihari kelahirannya dia harus menerima kenyataan, jika kalian pergi meninggalkannya untuk selamanya.
Guntur yang mengetahui apabila istrinya dalam keadaan yang tidak baik saja segera memeluk tubuhnya Jingga dari samping.
"Kamu harus sabar dan tabah mengikhlaskan kepergian Mama dan papa, Allah SWT lebih menyayangi mereka dan pasti kepergian mereka adalah yang terbaik," bujuknya Guntur yang sangat sedih melihat kesedihan perempuan yang sangat dicintainya itu.
Jingga tergugu dalam tangisannya itu,dia tidak sanggup benar-benar tidak sanggup dan belum siap untuk melepas kepergian kedua orang tuanya, tapi apa yang dilakukannya tidak akan baik untuk kepergian papah dan mamahnya.
"Semua yang bernyawa di dunia ini cepat atau lambat pasti akan kembali ke asalnya yaitu kembali ke sang Khalid Sang Maha Pencipta, mengikhlaskan kepergian papamu dan mamamu adalah hal yang wajib kamu lakukan nak," nasehatnya pak Raka papa mertuanya yang kebetulan satu mobil dengan anak dan mantunya itu.
Jingga menatap ke arah papa mertuanya dan membenarkan perkataan mereka yang selalu ada untuk menasehati mereka.
__ADS_1
"Makasih banyak Pah, Mah dan khusus untuk suamiku kalian selalu ada bersamaku melewati hari ini yang begitu sulit aku lalui jika kalian tidak bersamaku," imbuhnya Jingga yang berusaha untuk tegar dan tabah.