
Senja sudah dikepung oleh beberapa orang yang tidak dikenalnya. Dia berusaha berontak dan menghindar,tapi usahanya tidak berhasil.
"Nyonya Muda kami mohon patuhlah dan menurut dengan apa yang akan kami lakukan, jika tidak kami akan mendapatkan hukuman atas kelelaian dalam pekerjaan kami," ucapnya seorang perempuan yang seumuran dengannya.
"Benar sekali, jika nyonya muda tidak menuruti apa kata kami balasannya adalah gaji kami selama enam bulan akan balikkan ke tangan bos kami," ucapnya Pria kemayu itu
Senja mengerjapkan matanya mendengar perkataan dari kedua orang itu, ya Allah kalau aku terus menolak bekerjasama dengan mereka, kasihan dengan nasib mereka.
"Baiklah saya akan ikut bersama dengan kalian," ucapnya Senja dengan sedikit terpaksa.
Senja mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat yang baru saja didatanginya itu.
"Katakanlah padaku sebenarnya apa yang ingin kalian lakukan pada tubuhku?" Tanyanya Senja yang segera mulai duduk di salah satu kursi yang ada di depan sebuah cermin rias yang cukup besar.
Pria satu-satunya yang ada diantara enam orang itu segera memegangi pundaknya Senja. Tapi, Senja menatap tajam ke arah pria tersebut.
"Tolong lepaskan tanganmu dari pundakku! Kamu itu tetap seorang pria dan kau pasti tahu betul saya ini siapa? Dan paling penting kita ini berbeda dunia," Ketusnya Senja.
__ADS_1
Pria yang disapa Tria itu segera mengangkat tangannya dari atas pundaknya Senja. Sedangkan Satrio alias Tria hanya terkekeh mendengar perkataan dari Senja.
"Kami ini akan mempercantik Nyonya muda malam ini haruslah lebih cantik dari yang lain, jadi bersiaplah kami akan semakin menambah kadar kecantikannya Nyonya Senja," ucap Tria sambil menjentikkan jarinya.
Semua asistennya segera bergerak cepat, karena hanya dalam waktu setengah jam yang diberikan oleh Kabir pada tim make up artisnya. Semua orang bekerja sesuai dengan posisi mereka masing-masing.
Sebuah gaun pesta yang sangat mewah dan elegan serta tertutup lengkap dengan hijabnya sudah terpasang di dalam manekin dengan rapi.
Senja dengan santai dan rileks menjalani serangkaian perawatan instan pada kulit tubuh dan wajahnya. Tria tersenyum sesumbar melihat hasil kerja kerasnya dan tin kerjanya.
"Sempurna," ucapnya Tria setengah pria separuh perempuan itu.
"Bukan lagi sempurna bang tapi ini namanya perfeckto," pujinya seorang perempuan berambut panjang yang diikat kuda itu ikut mengomentari hasil kerja keras mereka yang terbilang singkat dan cepat.
Senja pun terkesima melihat wajah, bentuk tubuhnya dan penampilannya. Walau dalam keadaan hamil anak kembar, tapi bentuk tubuhnya semakin seksi dan proposional saja.
"Kalian akan mendapatkan bonus atas kerja keras kalian yang memang patut diacungi jempol," Senja pun tidak menampik keahlian dan kemampuan tangan mereka yang menciptakan sesuatu yang luar biasa.
__ADS_1
"Hemp apa istriku sudah siap?" Tanyanya Kabir yang baru saja muncul ke dalam kamar ganti khusus untuk Senja seorang.
Semua orang segera undur diri dan pergi dari dalam sana tanpa ada yang berbicara sepatah katapun lagi. Kabir hanya menatap mereka sehingga segera kabur dan angkat dari sana.
Senja hanya memutar matanya jengah melihat kedatangan suaminya yang langsung merubah moodnya sendiri.
"Memangnya siap untuk apa?" Senja segera bangkit dari posisi duduknya yang sedari tadi berdiri di depan kaca rias.
Kabir berlutut di hadapannya Senja tanpa basa-basi lagi. Kabir mengulurkan tangannya ke arah Senja dengan setangkai bunga mawar merah yang masih segar.
"Hemp! Apa niatnya Anda Tuan Muda Kabir Kasyafani Sanders berbuat seperti ini padaku?" Senja sedikit meninggikan volume suaranya beberapa oktaf.
Kabir segera berdiri yang tersenyum tipis menanggapi perkataannya Senja yang sedikit kasar.
"Kamu adalah belahan jiwaku, kamu adalah hidupku dan kamu adalah nafasku tanpa kamu aku akan kesulitan untuk bernafas, 30 Agustus 2022 adalah hari dimana aku menikahi seorang perempuan yang sangat cantik dan paling cantik dimataku,hanya dia yang paling aku sayangi sehingga aku mengikrarkan janji suci kami melalui ijab kabul," tuturnya Kabir.
Senja yang baru teringat jika hari ini adalah hari ulang tahun pernikahannya. Barulah tersadar akan keegoisannya itu, dia terlalu cemburu hingga dia melupakan hal terpenting dalam hidupnya itu.
__ADS_1
Senja menutup mulutnya saking malunya dengan kejadian hari ini telah bertingkah aneh dan sangat bar-bar. Dia tidak berfikir panjang sebelum memberikan pelajaran kepada perempuan blasteran India Indonesia itu yang bernama Sonali Khan.