
"Alhamdulillah kalian sangat baik menunggu kelahiran anak-anak kembarku, aku sangat bahagia dengan semua ini,kalian sungguh jujur memperlihatkan simpatik kalian, tapi ada satu orang sahabat kita sama sekali tidak peduli dengan rasa persaudaraan kita dia malah bermain petak umpet dengan kita," ucapnya Senja yang melirik ke arah Icha.
Icha segera salah tingkah, panik, bingung, takut dan cemas yang sungguh sangat berlebih-lebihan.
Zania mengarahkan pandangannya ke arah Icha, "Maksudnya kamu apa Sen, aku tidak paham?" Tanyanya balik Zania yang sejujurnya tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Senja.
"Icha kenapa kamu keringat dingin seperti ini padahal ac di dalam ruangan ini cukup dingin dengan pendingin ruangan disini cukup banyak," ujarnya Naysila dengan keningnya berkerut.
"A-nu a-ku ti-dak apa-apa kok hanya saja aku kurang enak badan saja maklumlah tadi saya ke sini menaiki ojek online karena, mobilku ada di bengkel," kilahnya Icha yang semakin panik.
"Senja kamu semakin pintar saja berkata penuh dengan teka-teki misteri seperti ini, kenapa enggak berbicara jujur saja," pintanya Naysilla.
"Iya nih Senja bermain teka-teki sedangkan Icha seperti orang yang dikejar depkolektor saja," guraunya Zania yang keheranan melihat sikap dari kedua sahabatnya itu.
__ADS_1
Senja ingin membuka mulutnya untuk berbicara tetapi Kabir Kasyafani, Hakim Rahman, Fajri Bachan dan Ardian Putra menghampiri mereka dengan masing-masing membawa beberapa nampang berisi beberapa piring dan gelas.
Senja mengarahkan pandangannya ke arah Hakim Rahman," hemph! Apa pak Hakim calon istrinya juga datang ke sini sehingga membawa makanan itu atau makanan dan minumannya ini untuk gadis lain!" Cibirnya Senja.
Senja marah dengan sikapnya Hakim Rahman, dia sudah mengetahui jika Icha hamil tiga bulan dan pria luknut yang melakukan itu adalah pria yang berdiri tegak di depannya. Kabir hanya terdiam memperhatikan apa yang dilakukan oleh istrinya itu.
Senja berjalan berkeliling antara Icha dan Hakim, "Apa daya karena tidak ada yang mau jujur dan terbuka padaku baiklah apa boleh buat aku akan buka semua, berkata jujur apa jawaban dari teka-teki misteri yang aku katakan sedari tadi, hemph aku masih memberikan kesempatan kepada kalian untuk berterus terang tapi, Kalian masih bungkam,"
Zania berjalan ke arah Senja," Sen, apa maksudnya kamu berbicara seperti itu bestie, tolong jangan bermain kata dengan kami, karena kami sama sekali tidak mengerti dengan maksudnya kamu," sanggahnya Zania yang mengerutkan keningnya itu.
Senja hanya tersenyum tipis ke arah suaminya itu,"Abang aku akan makan nanti tapi, aku hanya memberikan waktu kepada mereka berdua untuk berfikir jernih sebelum aku membongkar rahasia kalian berdua!" Sarkasnya Senja.
Prok…
__ADS_1
Plok..
Naysila bertepuk tangan mendengar perkataan dari kedua pasangan suami istri.
"Aku kagum dengan Tuan Muda Kabir Kasyafani Sanders dan istrinya Senja Starla Airen Zain, kalian berdua pasangan yang luar biasa pintar banget bermain kuis, tapi ngomong-ngomong berapa hadiahnya sih," guraunya Naysila kemudian tertawa terbahak-bahak melihat sikap serius dari semua orang yang hadir di dalam sana.
Icha hendak pergi dari depan meja tempat mereka duduk, tapi tangannya segera dicekal oleh Zania.
"Icha aku sudah mengerti apa maksud dari perkataan Senja dan pak Kabir, semua itu mengarah padamu, jadi ini alasannya kamu ingin pergi dan kabur dari sini kan sobat? Pak Hakim Rahman sepertinya bapak butuh air putih mineral untuk membasahi kerongkongan bapak yang kering," Zania tersenyum penuh misteri sambil menatap ke arah Hakim Rahman yang tampak berusaha untuk tenang tetapi dalam hatinya sangat ketakutan.
Icha kemudian kembali terduduk dan kedua bola matanya sudah berkaca-kaca dan embun bulir air mata sudah semakin berat sehingga akhirnya Icha Khaerunnisa menangis tersedu-sedu.
Air matanya sudah membanjiri wajahnya itu perlahan-lahan hingga semua orang mengarahkan pandangannya ke arah Icha yang semakin mengeraskan suara isak tangisannya itu.
__ADS_1
"Icha please jangan seperti ini, kami mohon berbicara saja jangan hanya menangis tersedu-sedu, ini tidak ada gunanya lebih baik kamu bicara jujur dari pada terus bungkam ingat perutmu itu semakin membesar jika kamu tidak berbicara terus terang