
Senja memakai pakaian yang disediakan oleh suaminya itu, karena mereka ingin menjenguk Vania Larissa yang dikabarkan masuk rumah sakit.
Senja berjalan ke arah suaminya dengan malu-malu karena dia cukup tidak pede dengan penampilannya yang semakin hari semakin berubah saja. Apalagi terutama dibagian perutnya yang semakin buncit dengan tiga calon bayi.
"Apa Abang sudah sudah siap berangkat?" tanyanya Senja yang berjalan di belakangnya Kabir yang baru saja selesai berganti pakaian santai.
Dengan baju kaos model kurta berwarna putih, dan celana chinos berwarna cokelat semakin menambah aura ketampanannya pria berusia 30 tahun itu kurang sedikit.
Kabir tersenyum lebar menyambut kedatangan istrinya kemudian dia tanpa sungkan dan ragu langsung menarik tubuhnya Senja ke dalam pelukannya itu.
"Ahh!" Teriaknya Senja.
Teriakannya Senja mampu kedengaran hingga ke luar kamar sehingga kedua anak buahnya sekaligus sahabatnya yaitu duo Antonio Basalamah dan Nurman Kaharu segera meninggalkan pekerjaannya dan berlari k dalam kamarnya kedua pasutri itu.
"Kamu semakin cantik saja sayang," pujinya Kabir.
Kabir segera mengecup bibir mungilnya Senja yang semakin merah merona dengan tambahan perona pewarna bibir.
__ADS_1
Senja bukannya mencegah suaminya untuk bertindak lebih, tetapi malah memberikan ruang akses dan lampu hijau kepada suaminya itu.
Senja melingkarkan tangannya ke leher jenjangnya Kabir. Dia pun mulai meladeni permainan suaminya itu hingga pintu terbuka lebar dan masuklah dua orang bodyguard dengan tatapan matanya yang melotot dan juga membelalakkan matanya saking terkejutnya melihat dua orang itu.
"Tuan Muda Kabir Kasyafani!"
"Nyonya muda Senja Starla,apa yang terjadi padamu?!"
Keduanya bersamaan berteriak-teriak sehingga membuat kedua pasutri itu segera melepaskan diri masing-masing. Padahal lagi seru dan syahdunya kegiatan keduanya di malam hari itu.
Senja spontan menundukkan kepalanya dan berlindung dibalik dada bidangnya Kabir saking malunya. Sedang Kabir memeluk tubuhnya Senja dan menetap tajam kearah kedua Pria yang lebih dewasa dari Kabir.
Keduanya segera berjalan cepat ke arah luar karena tidak mau lagi melihat amukan kemarahan dan murka dari majikannya itu.
"Kami akan pergi bos! Tapi gaji dan bonus ku please jangan dipotong! Itu modal nikahku bos!" Bujuknya Nurman yang segera ngacir dan cabut dari tempat tersebut.
"Ampunilah kami bos jangan sunnat gaji kami juga!" Ratapnya Antonio sebelum pergi.
__ADS_1
Kabir dan Senja tidak menyangka jika adegan hem hemnya ternyata akan dilihat langsung oleh asisten kepercayaannya sekaligus sahabat suaminya itu. Betapa malunya Senja hingga raut wajahnya sangat merah seperti kepiting laut rebus saja.
Senja tersenyum di dalam pelukan suaminya itu, dia tidak sanggup untuk melepaskan dirinya karena baginya terlalu nyaman berada dalam posisi yang seperti itu. Kabir mengelus puncak hijabnya Senja yang berwarna merah maron itu.
"Maafkan abang ini semua gara-gara kesalahanku sehingga apa yang kita lakukan dilihat langsung oleh mereka," sesalnya Kabir.
Senja menghirup aroma wangi tubuhnya Kabir yang mampu memenangkan tubuh dan pikirannya itu.
"Enggak apa-apa kok bang ini hal biasa terjadi, lagian aku yang salah juga disini kenapa meski harus berteriak histeris," tampiknya Senja.
"Kita berdua sama-sama salah, Abang seharusnya tidak merusak riasan dibibirmu, lihatlah bibir seksimu gincunya menjadi belepotan karena ulahnya Abang yang sejujurnya tidak sanggup menahan godaan dari bibirmu ini," ungkapnya Kabir seraya membersihkan ujung sudut bibirnya Senja.
Senja mendongakkan wajahnya ke arah Kabir yang tingginya cukuo tinggi untuk berdiri sejajar dengan Kabir hingga hidungnya Senja mampu menyentuh langsung dagunya Kabir.
Senja kembali memeluk erat tubuh suaminya itu," aku sangat menyukai wanginya Abang, aku sangat tenang dan nyaman seperti ini," ungkap Senja yang tulus berbicara seperti itu.
Kabir menautkan kedua alisnya mendengar perkataan dari istrinya itu. Tapi,dia spontan tersenyum bahagia karena perkataan Senja mampu membuatnya kegirangan penuh gembira.
__ADS_1
"Kalau kamu suka silahkan peluk Abang sesuka hatimu, tapi kalau seperti ini bisa-bisa kita tidak jadi berangkat ke rumah sakit untuk besuk Vania Larisa adik sepupuku lagi," guraunya Kabir.
Senja segera melerai pelukannya itu kemudian bergegas berjalan ke arah cermin besar yang ada di dalam sudut kamarnya. Dia ingin memeriksa kondisi make up di wajahnya itu. Tujuannya untuk menutupi rasa grogi setelah mendengar langsung candaan suaminya.