
"Haning Mayaza," ucapnya pria yang minumannya tersenggol oleh Bu Hanin bundanya Kabir.
"Mas Bayu Septiaji," lirihnya Bu Hanin yang tidak menyadari jika pria yang pernah hadir di masa lalunya itu kembali dipertemukan dengannya dalam suasana yang sungguh meriah penuh dengan rasa kekeluargaan malam itu.
Keduanya saling bertatapan satu sama lainnya, dengan menyelami ke dalam bola mata keduanya seakan banyak kata dan asa yang ingin mereka sampaikan.
Kau masih cantik seperti dulu, seakan tidak ada yang berubah dari wajahmu yang tetap ayu nan cantik.
Andaikan bisa aku ingin kembali seperti dulu lagi. Tidak ada perpisahan diantara kita Hanin.
Ya Allah kenapa kami dipertemukan kembali, aku tidak menduga jika mas Danu berdiri di hadapanku saat ini.
Padahal aku sudah mengira jika dia sudah meninggal dunia. Atau apa jangan-jangan saya salah lihat saja atau mungkin sedang bermimpi.
Hanin banyak yang ingin aku tanyakan padamu, jujur saja aku sangat bahagia bisa bertemu denganmu kembali.
Tapi, apakah Hanin menggugurkan kandungannya waktu itu atau jangan-jangan calon anak kami sudah tiada.
"Tante Hanin!" Teriak seorang gadis muda dengan gaun selututnya mempercantik penampilannya malam itu.
Bu Hanin segera menolehkan kepalanya ke arah belakang tepat dimana Natasha berjalan ke arahnya dengan senyuman yang merekah di wajah keponakannya itu.
Hanin segera berjalan ke arah kedatangannya Natasha yang berusaha menetralkan perasaannya yang baru saja berjumpa dengan pria yang sangat dicintainya dulu yang dikabarkan jika pria itu sudah meninggal dunia.
Natasha memperhatikan perubahan raut wajahnya tantenya itu yang sangat aneh dimatanya.
"Tante baik-baik saja?" Natasha memperhatikan perubahan raut wajahnya tantenya itu dengan tatapan menyelidiknya.
"A-nu sa-ya baik-baik saja kok Nak, ada apa mencari Tante Nak?" tanyanya Bu Hanin yang mulai gugup dan panik jika ketahuan apa yang telah dirasakannya itu.
__ADS_1
"Oma Dahlia mencari Tante katanya ada yang penting ingin disampaikan," jawabnya Natasa yang arah matanya melirik sekilas ke arah seorang bapak-bapak yang membersihkan tubuhnya yang terkena tumpahan minumannya sendiri.
Natasha membelalakkan matanya melihat pria itu," ya Allah kenapa wajahnya seperti aku pernah lihat yah seolah mirip dengan seseorang, tapi dimana dan siapa?"
"Kalau gitu kamu temani Tante ke sana saja," ajaknya Bu Hanin yang berusaha menghilangkan rasa kepanikannya di hadapan Natasha.
Keduanya segera pergi dari sana, padahal Bu Hanin yang menabrak dan menyenggol lengannya Pak Danu sehingga minumannya terjatuh hingga menumpahi pakaian mahalnya pak Danu.
Sedangkan di tempat lain, masih di area gedung perhelatan pesta pernikahannya Senja Starla Airen Zain Pratama dengan Kabir Kasyafani Sanders malam itu sungguh mulia.
Jingga bergegas berjalan ke arah toilet, ia entah kenapa setelah meminum minuman yang dia cicipi karena tampilannya minuman itu menarik tapi, membuat kepalanya sedikit pusing.
"Astaughfirullahaladzim ya Allah sepertinya minuman itu ada campuran khususnya di dalamnya sampai-sampai kepalaku pusing banget dah," Jingga berjalan sempoyongan ke toilet.
Jingga memperhatikan sekitar toilet umum tersebut tapi kondisinya cukup sepi.
"Tumben toilet umum di gedung ini sepi padahal biasanya akan ramai apalagi ada hajatan, sepertinya ada yang tidak beres," gumamnya Jingga sambil meraba-raba dinding yang dilaluinya itu untuk membantunya berjalan dengan baik dan tegap.
"Tolong cek cctv bagian sudut kiri dekat dengan pelaminan tepatnya dimana aku mengambil segelas minuman setengah jam sebelumnya hingga sekitar sepuluh menit sesudah itu sekarang juga," cicitnya Jingga setelah telponnya tersambung.
Jingga segera membasuh wajahnya untuk menghilangkan rasa pusing dikepalanya hingga rasa pusingnya sedikit reda.
"Aku yakin ada yang aneh dengan minuman itu, jika sampai aku mengetahui pelakunya aku akan bertindak keras terhadapnya," cicitnya Jingga seraya memegangi kepalanya itu
Ting…
Suara dering ponselnya segera berbunyi pertanda ada yang mengirim pesan singkat ke dalam aplikasinya yang berwarna hijau itu.
Jingga tidak ingin menunda lebih lama lagi untuk membuka pesannya hingga kedua pasang matanya terbelalak melihat rekaman cctv yang dikirimkan oleh Adrian ke hpnya.
__ADS_1
"Sial ternyata ada yang sengaja memasukkan obat itu, tapi sepertinya dia tidak menargetkan aku kalau seperti itu siapa target dan sasaran mereka yang sebenarnya kenapa sampai aku yang meminumnya?" Jingga dengan teliti memperhatikan dengan seksama rekaman hasil cctv yang dikirimkan oleh temannya itu.
Hingga semakin yakinlah bahwa orang-orang yang ingin menjebak seseorang itu salah sasaran. Tapi tanpa sengaja malah dia yang meminumnya.
Jingga meninju dinding di hadapannya itu," sial aku harus mencari tahu siapa dalang dibalik rencana busuk ini aku akan memberikan dia hukuman yang setimpal untuknya!" Geramnya Jingga.
"Apakah kamu sudah menaruh obat ke dalam minuman dan makanannya pria itu?" Tanyanya seseorang yang baru datang ke dalam toilet.
Jingga segera mematikan kran air agar tidak ketahuan jika dia berada di dalam bilik wc. Dia segera berjalan ke arah pintu dan mendekatkan wajahnya ke pintu itu.
"Sudah bos, semuanya sudah beres bos, aku lihat pria itu sudah meminumnya sampai tandas tak bersisa sedikitpun," balasnya orang yang berbicara menyebut nama bos.
"Kalau gitu terus perhatikan gerak gerik pria itu jangan sampai kita kecolongan lagi nanti nona Tania bisa marah pada kita, dan membatalkan bonus gede yang sudah dijanjikan pada kita," ucapnya yang satunya.
"Nona Tania apa sudah sampai di hotel?" Tanyanya.
"Dia sudah menunggu kita membawa pria itu, intinya tunggu pria itu karena aku yakin dengan sangat jika pria itu menuju toilet ini,"
"Okey kalau gitu kembali ke posisi semula untuk menutup dan menghindar kecurigaan dari orang-orang, kalau pria itu kesini kamu tinggal miscall nomorku aku sudah mengerti itu tanda sinyal dari kau," pungkasnya pria yang disapa bos itu.
"Siapa pria yang dimaksudkan untuk dijebak, untungnya ada obat sakit kepala di dalam tasku jika tidak aku akan semakin kacau disini, aku harus mencari tahu siapa orang yang dimaksudnya,"
Jingga kebingungan karena juga tidak bisa keluar dari sana karena kedua pria itu terus berjaga di depan pintu toilet pria. Ternyata saking sakit kepalanya, Jingga sampai salah masuk toilet pria makanya toiletnya sepi dibandingkan dengan toilet khusus wanita.
Jingga mondar-mandir di depan pintu toilet dan sesekali memijit pelipisnya itu yang masih sering nyut-nyutan.
Suara derap langkah seseorang dari arah luar membuat Jingga segera membuka perlahan pintu toilet itu agar kelihatan apa yang terjadi di luar sana.
Jingga menutup mulutnya saking terkejutnya melihat siapa pria yang sudah terhuyung-huyung berjalan dengan kedua pria berusaha memegangnya.
__ADS_1
"Astaughfirullahaladzim itu kan Guntur kakak sepupunya bang Kabir," cicitnya Jingga.
"Cepat bawa ke dalam kamar VIP yang sudah ada nona Tania didalamnya," perintah dari pria botak tanpa sehelai rambut hitam itu.