Belum Berakhir

Belum Berakhir
BB. 173


__ADS_3

Seharian hatinya sudah gegana gelisah, galau dan merana. Tetapi, masalah yang menimpa hatinya semakin bertambah rumit dan sulit ketika Senja secara tak terduga dan dirahasiakan ketika diantar oleh asisten pribadi suaminya ke suatu tempat yang terletak cukup jauh dari kota Jakarta.


Tetapi, sesampainya di depan vila kedua pasang matanya melihat seorang perempuan yang sedang duduk saling berhadapan dengan suaminya.


Perempuan itu memakai pakaian yang cukup ketat dan terbuka. Bagian d*danya sangat terbuka, seolah isi di dalamnya akan melompat keluar saking sempitnya tempat yang menyanggah benda di dalamnya.


Senja mengepalkan tangannya saking marahnya melihat suaminya tersenyum santai dan lebar tanpa beban di depan orang lain.


Urat-urat ditangannya kelihatan dengan jelas, matanya merah berapi-api, nafasnya memburu menahan emosi yang sudah membuncah di dadanya hingga seakan ada asap yang keluar dari telinganya.


Mesin mobilnya yang dikendarai oleh Ardian Putra belum mati total, dia sudah membuka pintu mobilnya dan berjalan tergesa-gesa ke arah meja yang diduduki oleh kedua orang tersebut.


Perempuan itu memegangi tangannya Kabir yang sedang menandatangi kontrak perjanjian mereka. Tapi, Kabir yang sedang fokus memeriksa kondisi dari setiap tulisan yang ada sehingga tidak menyangka,jika perempuan yang bernama Sonali itu mencuri kesempatan untuk berdekatan dengan Kabir.


Perempuan itu membungkukkan badannya sehingga pakaian disekitar dadanya terlihat dengan jelas, tapi Kabir bukannya tergoda melainkan muak sehingga akan muntah saja.


Sial!! Perempuan ini mulai berlaku seperti aslinya yang sedari tadi terus berusaha untuk mengusik ketenanganku.


Kabir tanpa sengaja melihat kedatangan istrinya yang berjalan tergesa-gesa ke arahnya. Kabir tersenyum smirk penuh arti melihat Senja yang datang ke arahnya.


Aku diam bukan berarti sengaja untuk mengijinkan dia menyentuhku dan memperlihatkan aslinya wajahmu padaku, tetapi karena aku melihat istriku sudah datang.


Aku akan memainkan peranku seperti suami yang sedang butuh dan kehausan akan sentuhan wanita ****** seperti Sonali, bermain sedikit hemm boleh juga, kenapa enggak gitu.


Kabir memulai aktingnya dan menahan rasa jijiknya supaya lebih terkesan natural, alami sehingga tidak ada yang mengetahui, apabila aku hanya bermain saja.


"Sonali, kamu boleh merenovasi vila ini seperti yang sudah aku katakan padamu sebelumnya, aku percayakan vila aku ini untukmu, karena aku yakin kamu perempuan yang tepat untuk melakukannya dan hasilnya pasti cantik seperti dirimu," ujarnya Kabir sambil mengerlingkan matanya sebelah kiri sehingga terlihat menggoda dengan senyuman menawan terus menghiasi wajahnya.


"Saya akan mengerjakannya dengan seperti yang Pak Kabir katakan padaku, Pak Kabir pasti akan puas dengan apa yang aku kerjakan nantinya," balasnya Sonali dengan terus bersikap seperti ulat bulu kepanasan saja.

__ADS_1


Sonali bersorak dalam hatinya melihat Kabir yang terkenal angkuh, arogan, dingin, irit bicara dan tidak tersentuh oleh perempuan manapun, hari ini memperlihatkan sisi lainnya. Bagi Sonali ini kesempatan langka.


Hemm… ternyata desas desus yang dikatakan semua orang tentang pak Kabir tidak benar adanya.


Kesempatan besar ini akan aku pergunakan sebaik-baiknya. Aku akan membuktikan bahwa aku mampu menaklukkan pak Kabir, walaupun dia sudah punya istri.


Karena pria beristri itu lebih menggoda daripada pria yang tidak berpengalaman. Pria dewasa pasti lebih mengg*da dan batangannya pasti sangat memanjakan dan memu*skan.


Ardian Putra menepuk keningnya setelah melihat kedekatan atasannya dengan arsitek cantik yang rada-rada genit itu.


"Bakal terjadi perang dunia ketiga kalau seperti ini," cicitnya Ardian Putra yang berjalan mengekor di belakangnya Senja yang mengepalkan tangannya saking jengkelnya melihat Kabir yang mengumbar senyumannya.


Aku tidak akan ijinkan suamiku disentuh oleh perempuan manapun, apalagi dengan perempuan gatal seperti dia!!


Aku akan memperlihatkan siapa Senja Starla Kasyafani Sanders, aku tidak sudi berbagi dengan perempuan lain. apalagi perempuan ini yang entah siapa namanya begitu bebas mencuri pandang dan menyentuh suamiku dengan bebasnya.


Mulutnya Senja komat kamit dan terus berjalan ke Kabir dan Sonali arsitek blasteran berdarah India itu.


Senja langsung menarik pergelangan tangan kanannya Sonali dan melempar Sonali ke arah rerumputan. Kabir hanya membelalakkan matanya saking terkejutnya melihat apa yang dilakukan oleh Senja langsung di depan matanya.


"Aagghh!!" Teriaknya Sonali yang sudah meng*ngkang di atas rumput.


Senja kembali berjalan ke arah Sonali yang meringis kesakitan.


"Aahh sakit Pak Kabir tolong!" Rengeknya Sonali yang mulai berpura-pura kesakitan dengan nada suara manjanya.


Dia berniat untuk memanfaatkan suasana yang terjadi tanpa terduga.


Perempuan bertubuh tinggi tapi berperut buncit ini datang tiba-tiba, aku akan memanfaatkan dia agar Pak Kabir peduli padaku.

__ADS_1


Senja menjambak rambut panjangnya Sonali yang tidak terikat tergerai bebas, sehingga memudahkan Senja menarik kencang rambutnya Sonali.


"Aahh kamu menyakitiku, ahh to-long lepaskan rambutku!" Keluh Sonali.


"Kamu akan mendapatkan akibat dari perbuatannya kamu yang sudah menggoda suamiku!! Lihatlah ke sana pria yang hanya terduduk santai memandangimu adalah suamiku bernama Kabir Kasyafani Sanders,ia adalah priaku calon Daddy dari calon anak kembarku!" Senja sangat geram dan melampiaskan kekesalannya kepada Sonali.


Ardian yang kasihan melihat Sonali yang tersakiti dan meringis kesakitan, berusaha untuk menolong dan melerai Senja nyonya mudanya dengan Sonali. Kabir segera mencegah kepergian Ardian.


"Hentikan apa yang ingin kamu lakukan! Jika tidak gaji kamu akan aku potong sebanyak 90%!" Ancamannya Kabir.


Ardian segera berhenti dan tidak melanjutkan langkahnya karena takut dan tidak mau mengambil resiko yang menjadi taruhannya adalah gajinya dan bonusnya.


Kabir duduk manis sambil terus menonton aksi dan sikapnya Senja yang baru kali dilihat langsung oleh Kabir.


"Aahh tolong lepaskan tanganmu dari rambutku, sakit sekali, kalau begini terus rambutku bisa rontok semuanya," keluh Sonali yang mengemis pada Senja.


Sedangkan Senja yang sudah emosinya berada di level terakhir sama sekali tidak peduli akan hal itu.


"Ingat aku tidak akan mengijinkan siapapun menyentuh kulitnya suamiku secuil apapun! Jika kamu masih berani menggoda suamiku dengan memperlihatkan d*da besar kamu itu! Maka aku akan bersikap kasar dari pada sekarang! Ingat ini hanya ancaman saja,tapi jika kau masih punya niat dan keinginan untuk merayu suamiku,"


Senja menghentikan ucapannya dengan senyuman seringai liciknya," aku bisa memotong benda besar yang kamu miliki ini," gertaknya Senja yang segera melepas pegangan tangannya di rambutnya Sonali.


Senja menunjuk ke arah bagian paling terbesar yang dimiliki oleh Sonali dengan tatapan matanya yang penuh dengan kebencian.


Senja sebenarnya ingin tertawa terpingkal-pingkal melihat wajahnya Sonali yang pucat pasi ketakutan.


"A-nu a-ku tidak akan melakukannya, lagian aku tidak menggoda suamimu pak Kabir nyonya, aku hanya partner kerjanya saja," kilahnya Sonali yang ketakutan setengah mati.


Senja tidak menggubris perkataannya Sonali dan bergegas ke arah suaminya melipat tangannya ke depan dada bidangnya karena cukup terkesan dengan apa yang dilakukan oleh Senja.

__ADS_1


Memang pantas menjadi istrinya Kabir Kasyafani Sanders. Tatapan matanya Kabir berbinar-binar melihat sikapnya Senja yang bar-bar.


Senja bukan tipikal istri yang bermain cantik kalau melihat suaminya bermesraan dengan perempuan lain. Tetapi, Senja akan menunjukkan sisi lainnya.


__ADS_2