Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 137. Rencana Kabir


__ADS_3

Kabir mengecup keningnya Senja sebelum kembali memakai seatbeltnya. Kabir terkekeh, jika mengingat apa yang hampir saja dilakukannya itu.


Aku akan menunjukkan kepadamu jika aku mampu melakukan apapun, asalkan kamu selalu berada disisiku.


Senja tersenyum tipis mengingat kejadian yang barusan terjadi padanya. Untungnya dia masih sanggup mengerem godaan yang diberikan oleh suaminya. Perjalanan mereka tempuh kurang lebih setengah jam karena terjebak macet.


"Bang ini sepertinya jalan bukan ke rumahnya Nenek Clara," Senja mengedarkan penglihatannya ke sekitar jalan yang dilaluinya itu.


Kabir mengelus puncak hijabnya Senja dengan penuh kelembutan," karena tadi kamu tidak menyukai jika kita melakukannya di dalam mobil jadi sebaiknya kita cari tempat yang paling bagus dan ternyaman untuk itu," jelasnya Kabir.


Senja kesusahan menelan air liurnya sendiri mendengar perkataan dari suaminya itu.


"Mak-sudnya apa bang?" Tanyanya Senja yang tergagap karena berpura-pura tidak mengetahui apa yang dimaksudkan oleh suaminya itu.


Kabir tersenyum smirk,"kamu akan mengetahui apa yang akan abang lakukan,kamu cukup duduk manis dan diam saja sambil mempersiapkan dirimu sebaik-baiknya," ucapnya Kabir.

__ADS_1


Senja tersenyum kikuk, dia tidak menyangka setelah kurang lebih tiga bulan berpisah, suaminya akan bersikap seperti ini padanya.


Bagaimana dengan nanti malam, aku yakin akan menggempur pertahananku nanti malam,tapi aku kan sedang hamil.


Apa sebaiknya aku menghubungi nomor ponselnya dokter Rahayu Purwaningsih untuk bertanya mengenai hubungan suami-istri dalam keadaan hamil. Aku takut terjadi sesuatu pada calon bayi kembar kami.


Senja merogoh handbag nya untuk mencari keberadaan ponselnya. Dia harus segera menelpon dokter kandungan yang selama ini yang menangani kesehatannya dalam keadaan hamil.


Senja ragu tapi,ia juga bingung karena tidak mengerti mengenai masalah kesehatan Ibu hamil.


Kalau aku tidak bertanya, bisa-bisa aku tidak akan tahu bagaimana caranya berhubungan yang baik selama hamil. Walau aku sangat malu,tapi aku akan tetap menghubungi nomor hpnya ibu dokter.


Senja hanya mengirimkan pesan chat kepada dokter Rahayu, karena tidak mungkin dia menelpon didepan langsung suaminya.


Senyuman tersungging di sudut bibirnya setelah membaca balasan chatnya dokter kandungan yang selalu setia mendengarkan keluh kesahnya, ketika ingin mengetahui seputar kesehatannya selama hamil.

__ADS_1


"Alhamdulillah katanya dokter itu tidak masalah asalkan dalam melakukannya harus hati-hati, pelan-pelan jangan terlalu kuat untuk melakukanya," cicitnya Senja.


"Hemph!! Apa yang kamu katakan?" Tanyanya Kabir yang sedikit mendekatkan wajahnya ke bibirnya Senja.


Senja mendorong tubuhnya Kabir dengan pelan, "A-nu a-ku tidak bicara apapun kok, Abang hanya salah dengar saja kok," elaknya Senja.


Untungnya sedang lampu merah sehingga apa yang dilakukan oleh keduanya tidak menganggu kenyamanan pengendara lainnya.


Kabir bukannya memundurkan tubuhnya,tapi melainkan malah semakin mendekatkan wajahnya itu.


"Kamu sangat cantik jika aku melihat kamu langsung seperti ini, dari jarak dekat aku sama sekali tidak menemukan satupun jerawat di sini, disana dan disini juga," ucap Kabir seraya menunjuk ke semua sudut wajahnya Senja.


"Ah abang mana mungkin aku punya jerawat! Tidak masuk akal banget istri sultan kayanya tajir melintir bisa jerawatan, ini sungguh luar biasa!" Gerutunya Senja yang tidak menyukai jika ada yang mengatakan dia perempuan berjerawat.


"Hahaha!"

__ADS_1


Tawanya Kabir menggema memenuhi seluruh penjuru sudut mobilnya.


Senja hanya mendelikkan kedua pasang matanya itu yang sama sekali tidak menyukai sikapnya Kabir. Sedangkan Kabir memegangi perutnya yang mulai kram saking lamanya tertawa.


__ADS_2