
Aliya setelah mengungkapkan perkataannya ia segera berpamitan untuk pulang, karena tidak ingin berlama-lama di sana berduaan dengan sang mantan suami. Ia tidak ingin hatinya kembali tersentuh hingga memberikan kesempatan kembali dengan mantan suaminya itu.
"Maaf mas saya masih banyak keperluan dan urusan yang harus saya kerjakan, kalau gitu saya pamit dulu, assalamualaikum," pamitnya Aliah yang segera meninggalkan Leo yang masih tidak cukup waktu untuk kembali melihat langsung wajah sang mantan istrinya.
Leo segera mencegah kepergian Aliah dengan menarik tangannya Alia, karena ia masih ingin berbicara banyak tentang kehidupannya selama beberapa tahun belakangan ini.
"Aliya aku mohon untuk beberapa menit saja berikan aku waktu luang untuk berbicara denganmu, karena ini sejak dahulu saya ingin memperbaiki dan menjelaskan padamu apa yang terjadi sebenarnya diantara kita dan almarhumah Adinda," imbuhnya Leo lagi.
Aliyah segera melepaskan pegangan tangannya Leo," tolong lepaskan mas enggak dilihat orang banyak, ini tempat umum juga soalnya," sanggahannya Allah.
Leo spontan melepaskan pegangan tangannya di atas tangan Alia," maafkanlah saya hanya gerak reflek saja," ucapnya penuh sesal dari Leo.
Aliya berat hati untuk mengatakan itu, tetapi untuk membentengi dirinya agar tidak kembali jatuh kedalam pesona cinta pria yang masih ganteng paripurna diusianya yang sudah masuk kepala empat itu hampir lima puluhan.
Aliah dengan berat hati harus kembalikan duduk di hadapan mantan suaminya itu. Leo Carlando Zain segera memperbaiki posisi duduknya itu sebelum memulai berbicara.
"Katakan lah apa yang ingin mas katakan,' pintanya Aliyah.
Leo menarik nafasnha dalam-dalam sebelum membuka percakapan keduanya itu. Ia takutnya jika mas tidak berbicara sekarang akan tidak memiliki waktu dan kesempatan karena usia,umur dan ajal tidak ada satupun orang yang mengetahui ajalnya kapan akan tiba dalam keadaan apa juga.
"Aliah Aziza Humaira saya sangat mencintai kamu, tapi saat itu tidak mungkin saya meninggalkan atau mencampakkan perempuan yang hamil karena perbuatanku waktu itu." Leo menjelaskan secara rinci dan terperinci masalah awal bertemu dengan almarhum Adinda mantan istrinya itu.
__ADS_1
Hingga Aliah terkejut karena selalu menghalang-halangi agar keduanya bertemu kembali seperti semula. Dia menutup mulutnya saking kagetnya mendengar jika Adinda menjebaknya hingga harus menikah dengan Adinda secara diam-diam hingga ajal kematian menjemput istri keduanya yang dinikahinya secara sadar dengan paksaan.
"Kami bertemu dulu karena saya sering berkunjung ke rumah yang ditempati oleh abangnya, hingga saya tidak menyangka jika Aliah memiliki niat yang terselubung, hingga suatu malam kami dengan beberapa teman kerja lainnya mengadakan acara di rumahnya Adinda, hingga malam terkutuk dan malam yang membuat aku harus hidup di dalam rasa kecewa akan diriku sikapku sendiri ini, terjadi juga."
Leo menjeda perkataannya itu, ia sebetulnya tidak ingin sekali mengungkit ataupun kembali membahas mengenai masalah yang menimpanya, karena pasti akan ketahuan ataupun terbongkar juga cepat atau lambat.
"Kami berpesta minuman malam itu hingga mabuk, ternyata Adinda memasukkan suatu obat yang tidak baik kedalam minumanku hingga aku tidak sadarkan diri, Adinda pun mulai merencanakan niat dan tujuannya itu tapi karena memang mungkin anak yang didalam kandungannya adalah bukan milikku tapi milik pria lain yang sangat penakut untuk mengakui kesalahan terbesar dalam hidupnya, hingga saya yang harus bertaruh dengan masa depan keluarga sendiri dengan kejahatan pria yang telah menghamilinya Adinda waktu itu yang masih tak mau bertanggung jawab sehingga Adinda mencari kesempatan untuk menjebakku kembali agar kelihatan jika anak yang ada di dalam rahimnya Adinda adalah milikku," terang Leo panjang lebar.
Aliya menutup mulutnya saking kagetnya dan tidak menyangka jika Adinda adalah tipe perempuan yang berambisi besar dan tidak baik itu.
"Astaughfirullahaladzim, jadi Adinda hamil putranya Pria lain, tetapi karena sang pria sama sekali tidak mau bertanggung jawab dan juga perempuan itu sangat mencintaiku hingga ia mulai merencanakan untuk menjebakku kembali agar kelihatan jika kami sedang tidur bersama, padahal sampai detik ini saya tidak pernah berhubungan badan dengan Adinda sekalipun Aliah hingga anaknya lahir ke dunia ini dan Adinda pun meninggal dunia," tutur Leo.
Leo kembali menghembuskan nafasnya dengan cukup keras sebelum melanjutkan perkataannya dan kejujurannya itu.
"Jadi anak kecil yang tempo hari menyapa mas dengan sebutan ayah adalah anaknya Adinda?" Tanyanya balik Aliyah yang cukup penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya.
Tapi, dengan penjelasan dengan gamblang dan tidak adalagi yang ditutupi sehingga Aliya baru tersadar jika suaminya mengalami goncangan, ujian yang cukup berat dalam kehidupannya.
"Dia adalah putra tunggalnya Adinda bersama dengan sahabatku,tapi kasihan dengan nasibnya yang sama sekali tidak diinginkan oleh kelurga ayahnya termasuk ayahnya sendiri yang mentah-mentah menolak untuk mengakui darah dagingnya sendiri." Ucapnya Leo lagi.
"Astaughfirullahaladzim begitu malang nasibnya Candra,anak sekecil itu tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua kandungnya sendiri bahkan kehadirannya pun tidak diinginkan dan diketahui kehadirannya,"
__ADS_1
Aliya tergugu dalam tangisannya itu,ia tidak menduga jika Adicandra Bima Satria itu kisah perjalanan hidup anak seusianya harus menerima penolakan dari keluarga kandungnya sendiri.
"Aku cukup prihatin dengan kematiannya Adinda Mas harus yang sabar,kuat dan tegar membesarkan Adicandra, kasihan anak seumurnya itu harus menderita atas kesalahan yang diperbuat oleh kedua orang tuanya sendiri." Pungkasnya Aliyah.
"Jadi Aliah setelah mas menjelaskan semuanya, apa kamu bisa menerima kembali mas kemudian kita rujuk dan berkumpul dengan kedua putri kembarku ini," pintanya Leo penuh harapan agar permintaan dan keinginannya itu dikabulkan oleh Aliah.
Aliya dibuat kembali tercengang dan bisa mempercayai perkataan pria yang sudah memberinya dua putri kembar yang cantik sekaligus dalam rumah tangga mereka selama ini.
"Mak-sudnya Mas, sa-ya ti-dak mengerti dengan perkataannya mas Leo," elaknya Aliya yang berpura-pura tidak mengerti dengan perkataannya Leo sendiri.
Leo tersenyum tipis menanggapi sikapnya Alia yang seperti gadis belia saja yang tidak mengerti dengan maksud,arti dan tujuan dari perkataannya itu.
"Saya ingin rujuk kembali dengan Aliya Azizah Khumairah kembali menjalin hubungan seperti dahulu lagi, semoga permintaan aku ini dikabulkan oleh kau, aku masih sangat mencintaimu Aliya, mas tidak bisa hidup tanpamu dan aku sangat menyesali perbuatanku dulu, aku ingin kembali memperbaiki segalanya apa yang sudah terjadi diy dalam rumah tangga kita," terang Leo.
Aliya masih melongok tak percaya jika pertemuan keduanya akan berakhir seperti ini. Dia tidak menduga jika mantan suaminya menginginkan rujuk kembali.
Aliya baru saja hendak menjawab pertanyaan sekaligus permintaan dari Leo itu, niatnya harus terhenti dan tidak jadi berbicara karena teriakan seseorang yang memanggil namanya.
"Aliya Azizah Khumaira!" teriak seorang pria dari arah belakang keduanya.
Aliya dan Leo kedua-duanya spontan mengalihkan perhatiannya ke arah sumber suara. Alia tersenyum simpul melihat siapa orang itu.
__ADS_1
"Abang Salim Kamal Asegaf," beonya Aliyah.