
Kabir memakaikan pakaian hangat ke tubuh istrinya itu yang sudah mengigil kedinginan.
Senja menepis tangannya Kabir dan menolak baju khusus dibeli oleh Kabir spesial untuk istrinya seorang.
"Tidak perlu perhatian padaku! Hari ini kamu perhatian pada istrimu, besok dengan perempuan lain! Apa itu kelebihan yang kamu miliki!" Cibirnya Senja.
Senja segera turun dari ayunannya itu dan berjalan meninggalkan Kabir yang tersenyum menanggapi sikapnya Senja, tanpa tersulut emosinya sedikitpun.
Senja menghentikan langkahnya dan menolehkan sekilas wajahnya ke arah Kabir yang masih berdiri mematung.
"Aku masih bisa jaga diriku sendiri, silahkan jaga perempuan lain saja mungkin seperti Sonali Khan perempuan yang dad*nya besar seperti semangka!" Sarkasnya Senja sembari mencontohkan size semangka miliknya arsitektur cantik tapi, sayangnya seorang penggoda.
"Berarti kamu cemburu pada Sonali?" Kabir masih tersenyum simpul.
"Hahaha! Lucu banget itu sungguh lelucon yang tidak guna! Mana mungkin aku cemburu dengan perempuan seperti lont* berkelas ikan teri seperti itu! Aku masih lebih cantik dan lebih seksi dari dia, jadi buang jauh-jauh pikiran bapak Kabir Kasyafani Sanders," sarkas Senja yang kembali berbalik badan.
__ADS_1
Plok… prok…
Kabir bertepuk tangan mendengar perkataan dari istrinya itu," alhamdulilah berarti saya bebas berduaan atau bersama dengan wanita manapun yang aku sukai," ucapnya Kabir.
Senja tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Kabir. Dia terus berjalan meninggalkan Kabir,taoit baru beberapa langkah dia menolehkan kepalanya ke arah belakang. Tapi keberadaan Kabir sudah tidak ada di tempat semula dia berdiri.
Senja celingak-celinguk mencari keberadaan suaminya itu,"dia cukup tidak sabar untuk bertemu dengan selingkuhannya, bang Kabir memang pria yang tidak ada bedanya dengan pria lain di luar sana!" Sungutnya Senja sembari menghentakkan kakinya ke atas rumput.
Kabir awalnya ingin mengejar Senja tapi karena Fajri Bachan segera mendatanginya, sehubungan dengan kedatangan bundanya, papa serta beberapa tamu khusus yang meramaikan anniversarynya yang ke satu malam ini.
Aah! Semoga saja aku tidak punya istri yang sering ngambekan, apalagi bersikap childish seperti Nyonya Muda Senja.
Tapi, katanya mama sih perempuan hamil itu kondisi mood, psikologis dan lebih cepat mudah tersinggung perasannya berubah-ubah.
Sudahlah, memikirkan kedua pasutri itu bikin mumet saja,tapi semoga setelah malam ini mereka kembali baikan dan tidak ada lagi adegan marahan.
__ADS_1
Semua tamu undangan sudah sampai di tempat, sedangkan Senja yang berjalan ke arah kamarnya dikejutkan dengan kedatangan beberapa tim make-up artist yang segera berdiri di hadapannya menghadang jalannya.
"Nyonya Senja,"
Senja spontan menunjuk ke arah dadanya sendiri," iya bener sekali," Senja mengerutkan keningnya mendengar perkataan dari seorang pria kemayu.
"Silahkan ikuti kami, karena waktunya semakin mepet," ucapnya perempuan yang berpenampilan tomboi.
"Kenapa saya harus ikut kalian? Memangnya kalian siapa?" Tanyanya lagi Senja yang semakin penasaran dengan ke lima orang yang berbeda jender itu.
"Demi masa depan kami berlima,saya mohon nyonya muda tidak perlu banyak tanya, patuhi saja apa yang akan kami lakukan selanjutnya," tampiknya perempuan berhijab kuning muda itu dengan menangkupkan kedua tangannya ke depan dadanya sendiri.
Siapa mereka dan kenapa tiba-tiba aku merasakan ada keanehan di dalam vilanya bang Kabir yah.
Tapi ikut kata mereka saja,kalau aku enggak nurut kasihan mereka nantinya dipecat oleh bang Kabir. Senja tidak punya pilihan lain lagi apalagi tubuhnya Senja dikepung oleh beberapa orang.
__ADS_1