
Tanpamu aku tak bisa hidup, perkataan itu terus terngiang di telinganya Kabir.
Kabir tak henti-hentinya melihat ke arah istrinya itu dengan tatapan memuja.
Kamu akan selamanya menjadi wanitaku dalam hidupku, kamu sudah menerima segala kekuranganku dan memaafkan segala khilafku.
Kenapa aku tidak menerima segala kekuranganmu dan juga tidak memaafkan kesalahanmu.
Senja tidak menyadari jika suaminya terus memperhatikan apa yang dilakukan oleh Kabir. Bahkan dia terus berjalan dengan senyuman yang selalu merekah dibibirnya.
Wanita mana yang tidak akan bahagia jika berada diposisinya seperti sekarang ini. Mendapatkan pria idaman wanita yang begitu mencintainya dengan setulus hati dan rela berkorban demi kebahagiaannya.
Ya Allah apa aku boleh bersikap egois dengan tidak ingin berbagi dengan perempuan lain. aku terlalu mencintai suamiku hingga keegoisanku dulu membuatku selalu merasa menjadi perempuan bego yang begitu tega dulu menyakitinya.
Senja dan Kabir saling berangkulan ke arah dalam rumah sakit, tepatnya di bagian ugd. Kabir melihat tampang kusut dan berantakannya Mike Andres sahabatnya sekaligus anak buahnya itu dalam keadaan terduduk.
Di Belakang kedua pasangan suami istri itu,ada duo racun yaitu Nurman Kaharu dan Antonio Basalamah.
Kabir melepas tangannya dari tubuhnya Senja, sedangkan Senja berjalan ke arah ruangan ICU untuk menengok Vania Larissa.
"Kamu masuklah menemani Vania, kasihan dia seorang diri sebelum dipindahkan ke kamar perawatan," titahnya Kabir ketika istrinya itu melepaskan pegangan tangannya Kabir.
Senja mengecup sekilas bibirnya Kabir di depan orang lain tanpa rasa sungkan atau malu sedikitpun. Kabir saking terkejutnya dia berdiri mematung sambil menyentuh bibirnya itu.
"Hemph, adik ipar sepertinya semakin berani saja," ucapnya Guntur yang muncul dibelakang punggungnya Kabir.
Kabir menolehkan kepalanya ke arah Guntur Aswin," Abang ada-ada saja," elaknya Kabir yang wajahnya terasa panas dan kemungkinannya wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus saja.
Guntur terkekeh mendengar perkataan adik sepupunya itu," hahaha dari raut wajahnya sepertinya ada orang yang malu rupanya,hem… seperti anak abg saja!' candanya Guntur.
"Apa abang masih mau menggodaku seperti ini, bukannya prihatin dengan nasibnya Vania Larisa malah menggodaku seperti ini!" Gerutunya Kabir.
__ADS_1
"Kamu memang pintar mengalihkan pembicaraan, semoga saja kakak iparku Jingga mampu menghadapi sikapnya kamu yang seperti ini," balasnya Kabir.
Kedua pria itu tertawa terbahak-bahak dengan sikapnya sendiri, sedangkan Antonio dan Nurman hanya terdiam memperhatikan dan mendengarkan apa yang mereka lakukan.
Sedangkan di dalam ICU, Senja mengira jika Vania adik sepupu dari suaminya itu seorang diri, hingga dia masuk begitu saja kedalam kamar perawatan Vania.
Pintu itu dibuka lebar-lebar oleh Senja membuat Vania spontan mengarahkan pandangannya ke arah pintu. Dia menatap ke arah Senja dengan senyuman simpulnya. Tapi keningnya berkerut ketika menyadari pakaian yang dipakainya Senja dan juga kondisi perutnya yang membuncit itu.
Vania reflek menunjuk ke arah perutnya Senja yang sudah buncit, karena harus kemana-mana membawa tiga calon bayinya itu.
"Ka-mu hamil?" Ucapnya Vania yang tergagap.
"Iya mbak saya memang hamil, ada apa dengan kehamilanku?" Tanyanya lagi Senja yang semakin penasaran plus kebingungan dengan arti tatapan dan perkataannya Vania.
"Aku ki-ra ka-mu belum menikah kenapa bisa hamil?" Vania berusaha terduduk sambil merebahkan punggungnya ke headboard ranjang perawatannya itu.
Senja cukup terkejut melihat sikapnya Vania dan mendengar perkataannya langsung yang baginya itu sungguh aneh sekaligus lucu dimatanya.
Vania menganga lebar mendengar perkataan dari Senja, dia menutup mulutnya saking terkejutnya mendengar perkataan dari Senja.
"Jadi kamu sudah menikah dan akan punya anak!? Ini tidak mungkin! Aku harus mencegah kakakku menikahi perempuan yang sudah bersuami dan akan memiliki anak kembar lagi!" Ucapnya Vania yang sedikit mengeraskan volume suaranya yang cukup tinggi itu.
Sampai-sampai Senja terkejut mendengar perkataannya Vania yang sungguh tidak masuk akal menurutnya.
"Emangnya siapa yang akan menikah? Lagian masa saya sudah menikah dan akan punya anak dalam hitungan bulan mau menikah lagi, emangnya makan sudah makan sekali dipagi hari siangnya pengen makan lagi," ucapnya Senja yang perkataannya mengarah ke arah bercanda membalas ucapannya Vania.
Kabir dan Guntur segera berjalan cepat ke arah dalam icu setelah mendengar perdebatan kedua perempuan itu yang membuat kedua pria itu segera menyusul Senja.
"Kalau kamu sudah punya suami dan akan melahirkan anaknya, aku mohon tinggalkan kakakku! Saya tidak ingin melihat kakakku menjadi pebinor, aku akan carikan kakakku perempuan yang lebih cantik dari kamu, walau aku tidak mengelak jika kamu memang sangat cantik dibanding dengan perempuan lainnya," ujarnya Vania yang secara tidak langsung memuji kecantikannya Senja.
"Syukur alhamdulilah kamu memuji kecantikanku, aku perlu mengucapkan makasih banyak karena sudah mengucapkannya dengan sepenuh hati," Senja menarik kursi untuk didudukinya karena sudah cukup letih terus berdiri di depannya Vania.
__ADS_1
Vania memutar bola matanya menatap jengah ke arah Senja yang baginya cukup membuatnya ingin muntah saja.
"Saya heran ada orang yang begitu percaya diri menganggap dirinya cantik, aku sungguh bingung melihat kamu sudah berkeluarga tapi menginginkan menikahi pria lain, apa semua itu karena uang!" Ketusnya Vania.
Mike pun segera berjalan mengikuti kedua atasannya sekaligus temannya itu. Dia cukup khawatir jika terjadi sesuatu pada kekasihnya.
"Apa yang terjadi disini, kenapa kami mendengar ada suara ribut? Kalian baik-baik saja kan?" Tanyanya Mike Andres yang mendahului kedua pria yang berdiri tepat di depannya dengan melewati kedua pria itu.
Vania dan Senja bersamaan menolehkan kepalanya ke arah Mike," kami tidak apa-apa kok, hanya saja sedang berdebat mengenai perempuan hamil ini," kesalnya Vania.
Semua orang bersama-sama menatap Senja sedangkan perempuan yang ditatap hanya menaikkan pundaknya karena tidak paham, kenapa dia disalahkan dan dikambing hitamkan dalam perdebatan kecil mereka.
"Kakak Guntur Aswin Nasution! Apa kakak ingin menikahi perempuan yang berbadan dua ini yang tubuhnya nanti akan menjadi seperti buntelan pakaian tiga bulan lagi! Apa enggak ada perempuan single cantik diluar sana yang kak Guntur bisa nikahi!?" Keluhnya Vania yang semakin meninggikan suaranya saking kesalnya melihat Senja yang memperlihatkan wajah santai dan rileks.
Senja bahkan tidak terprovokasi oleh perkataan dari Vania. Karena dia paham jika di dalam sana terjadi kesalahpahaman.
"Apa!?" Teriaknya Guntur.
Kabir segera memeluk posesif pinggangnya Senja," Vania apa wanita hamil yang kelihatan seksi ini adalah calon kakak iparmu maksudmu gitu?" Kabir malah melempar pertanyaan.
Vania semakin dibuat marah,murka sehingga dia melototkan matanya saking terkejutnya mendengar perkataan dari Kabir.
"Iya yah dia bang perempuan calon istrinya kak Guntur, katanya sudah hamil dan sudah menikah tapi malahan akan menikahi kak Guntur!" Kesalnya Vania seraya menunjuk ke arah Senja.
Semua orang tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari Vania yang menurut mereka itu sangat lelucon dan tidak masuk akal.
Kabir semakin mengeratkan pelukannya itu ketubuhnya Senja kemudian mengecup lembut bibirnya Senja di hadapan kelima orang dewasa tersebut. Mereka semua reflek menutup matanya dan ada yang membuang muka bahkan ada yang memalingkan wajahnya ke arah lain melihat pasutri itu yang terus berciuman dengan mesra.
"Apa yang terjadi, apa Vania baik-baik saja?" Tanyanya seorang perempuan berhijab hijau toska yang baru saja membuka lebar pintu itu dan dia tercengang melihat apa yang dilakukan oleh adik iparnya dan adik kembarnya itu.
"Astauhfirullah aladzim Kabir Kasyafani Sanders, Senja Starla Airen Zain Pratama!!.apa yang kalian lakukan!?" jeritnya Jingga Aurora Ainah Zain.
__ADS_1