Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 104. Bohong Lagi


__ADS_3

Semua sahabatnya Senja terperangah, kagum dan takjub melihat penampilan dan bentuk mobil yang dikendarai oleh Senja.


"Wooo mobil kamu keren banget beb," pujinya Icha yang tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya dan takjub dengan teknologi modern yang dipakai di dalam mobil itu.


"Mujinya nanti yah, yang paling penting kalian pakai sabuk pengaman, saya nggak mau gara-gara kalian tidak pakai seat beltnya melanggar aturan rambu-rambu lalu lintas dan kena tilang dari Pak polisi!" Canda Senja.


Ini semua gara-gara Pak Kabir yang memaksa dan mendesakku untuk memakai mobil ini. Semoga saja mereka tidak curiga dan banyak tanya.


Senja menggerutu karena gara-gara ulah dari Kabir dan kedua mertuanya sehingga ia terpaksa memakai mobil baru hadiah dari bundanya Kabir Bu Hanin Mazaya.


"Sen, mobil kamu sangat bagus, saya yakin ini mobil mahal," ucapnya Zania sambil terus memperhatikan apa yang ada di dekatnya itu.


"Iya Senja, mobil kamu seperti belinya di luar negeri kan? Pasti mengendarai mobil ini sungguh luar biasa," pujinya Icha.


"Kalian bisa saja, ini mobil biasa saja kok, enggak mahal seperti yang kalian katakan," sanggahnya Senja yang tidak mungkin mengatakan tunggakannya itu harganya diatas 3 Milliaran.


"Tapi ngomong-ngomong kamu dapat hadiah dari mana sih Senja,apa Paman Leo yang beliin kamu?" Tanyanya Naysila.


Senja terdiam sambil mengemudikan mobilnya ke arah jalan protokol ibu kota Jakarta. Senja fokus mengendarai mobilnya tapi, sesekali takut dan cemas jika ketahuan oleh sahabatnya itu.


Ya Allah kalau kalian tahu ini hadiah dari pak Kabir suamiku pasti akan terkejut mendengar perkataanku ini.


Entah kenapa aku semakin yakin jika Senja menyembunyikan sesuatu, karena mobil ini bukannya aku merendahkan papanya Senja Om Leo Carlando,tapi jika dilihat gaji dan keuangannya Om Leo sangat mustahil dan tidak mungkin.


Aku pernah lihat harga mobil ini di internet kalau enggak salah harganya 4 milliar lebih, jadi tidak masuk akal banget.


Tapi kalau Senja menjadi wanita simpanan salah satu dosen juga nggak mungkin deh, gaji dosen berapa sih korupsi semua pembayaran anak mahasiswi seluruh kampus pun tidak bakal bisa beli mobil secanggih dan sebagus ini.


Senja mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi awalnya, tapi karena mereka terkena macet dan di depan lampu merah menyala. Otomatis Senja menghentikan laju kendaraannya itu.

__ADS_1


Hingga dering ponselnya membuat semua orang mengalihkan pandangannya ke arah ponselnya Senja. Zania memanjangkan lehernya dan memajukan wajahnya ke arah Senja untuk melihat dan mengintip siapa yang meneleponnya itu.


Astaughfirullahaladzim kenapa Pak Kabir menelpon disaat seperti ini, kalau mereka tahu jika yang nelpon sekarang adalah pak Kabir suamiku, pasti mereka akan heboh dan menimbulkan banyak tuduhan dan fitnah tentunya.


Zania menautkan kedua alisnya melihat sikapnya Senja yang aneh dimatanya itu," Senja kenapa kamu enggak angkat telponnya? Mungkin itu telpon penting loh," terkanya Zania.


"Eh a-nu a-ku itu sepertinya telpon dari Mama saja pasti hanya akan bertanya mengenai tempat magang kita saja, jadi tidak perlu diangkat juga, apalagi lihat ke sana sudah lampu merah soalnya," elaknya Senja yang berasa lega karena tertolong oleh lampu hijau.


Kenapa Senja merasa gugup dan panik? Sepertinya ada yang tersembunyi dan rahasia besar dibalik telpon orang itu, aku harus bertanya pada Zania aku yakin jika dia melihat identitas sang penelpon.


"Kenapa kamu gugup dan panik Senja, santai saja lah,kalau enggak mau angkat telponnya enggak usah seperti itu juga selow beb," tukasnya Zania.


Berselang beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di perusahaan tempat magangnya. Yaitu perusahaan Sanders Company. Keempat gadis muda itu memakai atribut mahasiswa magang mereka sebelum memasuki area lobi perusahaan.


Ya Allah semoga saja tidak ada yang mengenalku jika saya adalah istrinya CEO perusahaan ini. Padahal kemarin katanya aku akan magang di perusahaan papa tapi malah di perusahaan suamiku sendiri.


"Eh enggak apa-apa kok saya hanya khawatir jika saya melakukan kesalahan dihari pertama, makanya saya seperti ini," elak Senja yang kembali harus berbohong.


"kalau gitu let's go kita masuk ke perusahaan ini semoga saja hari pertama kita semuanya berjalan lancar,"


"Amin ya rabbal alamin," jawab semuanya.


Keempatnya berjalan beriringan kearah dalam perusahaan tersebut. Senja berjalan paling belakang dengan terus menundukkan kepalanya ke arah bawah. Ia tidak ingin security itu mengenalnya.


Ya Allah itu kan pak Janu yang sering datang ke rumahnya Papa Abbas, semoga saja tidak melihatku.


"Selamat pagi adek-adek manis selamat bekerja di perusahaan kami ini, semoga betah," ucapnya Pak Janu yang memang selalu akrab dan ramah kepada siapapun.


Pak Janu melirik sekilas ke arah Senja sambil tersenyum simpul. Senja bernafas lega karena pak Janu hanya tersenyum padanya.

__ADS_1


Untungnya Tuan Muda Kabir Khasyafani Sanders terlebih dahulu sudah mewanti-wanti semua karyawan yang mengenali Nyonya muda jika tidak pasti Nyonya muda akan mengamuk kalau ada yang membongkar identitasnya itu.


Alhamdulillah aku aman dari pemecatan, Nyonya muda tidak ingin jika ada yang mengetahui dia berhubungan kuat dengan pemilik perusahaan.


Nyonya muda ingin menunjukkan kepada orang apabila dia bekerja magang disini karena kemampuannya sendiri bukan karena ada koneksi atau lewat jalur belakang.


Senja mengelus dadanya saking bahagianya karena tidak ada yang mengenalinya sebagai istri dari pemilik perusahaan.


Sedangkan di tempat lain, Aliya Azizah Khumaira yang sedang membersihkan kamar salah satu putri kembarnya itu.


Senja hari ini pergi terlalu terburu-buru sehingga tidak sempat membersihkan dan merapikan kamarnya.


Aliyah berjalan ke arah ranjangnya dan merapikan tempat tidurnya Senja putri paling bontotnya.


Ya Allah ini anak sudah punya suami, tapi kenapa kebiasaan terburu-burunya sulit sekali ditinggalkan.


Alia mengomel sambil membersihkan seluruh kamarnya Senja. Dia terkadang tidak menyangka jika salah satu putri kembarnya akan mengikuti jejaknya menikah muda. Aliya menggeleng kepalanya melihat situasi kondisi kamarnya Senja.


Ya Allah semoga saja pernikahan putriku Senja Starla Airen langgeng hingga kakek nenek,sakinah mawadah warahmah hingga maut memisahkan cinta mereka. Aku yakin Kabir mampu membahagiakan anakku, karena Kabir pria yang baik.


Aliah membuka pintu lemari Senja setelah semuanya beres karena telah melipat bed cover nya yang akan dimasukkan ke dalam lemari pakaian.


Hingga ada benda jatuh tepat mengenai punggung kakinya itu. Aliah kaget dengan benda apa yang sudah mengenai kakinya itu.


Aliya segera memasukkan selimut tersebut dan membungkuk sedikit untuk mengambil benda itu. Hingga kedua pasang matanya melihat sebuah benda persegi panjang yang membuat kedua matanya melotot seolah akan keluar dari kelopak matanya itu.


Aliah membuka laci lemari pakaian anaknya itu dan menemukan banyak sekali benda yang ada fu dalam laci lemari putrinya.


Astaughfirullahaladzim, ya Allah kenapa bisa seperti ini. Aku tidak menyangka benda semacam ini ada fu dalam laci lemari anakku.

__ADS_1


__ADS_2