Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 220


__ADS_3

"Alif Naufal, apa benar yang dikatakan oleh Pak Kaisan jika kamu menghakiminya?" Tanyanya Raisa Andriana.


Alif terpojok dan tersudut saking takutnya karena sudah ketahuan oleh beberapa saudara-saudarinya.


"A-nu a-ku i-tu," ucapnya gagap Alief yang tidak menduga jika kesalahannya itu terbongkar juga dan diketahui oleh pria yang baru saja dikenalnya.


"Alif, kamu itu seorang pria jangan jadi pengecut seperti ini! Kalau memang kamu yang menghamili perempuan yang bernama Azmina Meidina kamu harus bertanggung jawab jangan cuma mau enaknya doang," ketusnya Asriel sembari meletakkan cangkir kopinya ke atas meja dengan cukup kasar.


Bugh …


Jihan segera menarik kera bajunya Alif," aku tidak menyangka kamu sungguh bejak Alief, kamu silahkan melakukannya tapi jangan seperti ini menghindar dari tanggung jawab! Dimana hati nurani kamu ha!?" Geramnya Jihan.


"Jih, ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Kita harus segera menyampaikan kepada Aunty Icha dan uncle Hakim Rahman. Kasihan dengan nasib gadis malang itu," ucapnya Raysa.


"Sepaham dan setuju pakai banget," sahutnya Asriel Abrar.


Alief berlutut di hadapan ketiga saudara-saudarinya itu," aku mohon jangan sekali-kali katakan apapun pada bunda dan ayah, baiklah aku akan menikahi Azmina Meidina dengan satu catatan jangan katakan pada siapapun jika dia hamil. Aku bisa-bisa disunat dua kali oleh kedua orang tuaku dan juga paling parahnya namaku bisa dicoret dari keluargaku," ucapnya Alif tak berdaya.


"Kami tidak akan pernah mengatakan kepada siapapun, asalkan bulan ini kamu menikah dengannya." Titah Raisa.


"Aku heran kebanyakan pria itu maunya enak doang, tapi kalau kekasihnya hamil ujung-ujungnya minta digugurkan. Harus sampai kapan seperti ini? Termasuk kamu hanya sukanya buat doang enggak mau terima hasilnya," cibirnya Jihan.


Azmina terus menangis tersedu-sedu mendengar semua perkataannya orang-orang yang ada di sana. Sedangkan Varel Mahenza sama sekali tidak marah bahkan sangat santai. Karena di dalam keluarganya hal seperti ini sudah biasa. Apalagi dia lahir dan besar di Inggris London. Meskipun berdarah Indonesia.


"Sudah diputuskan besok kamu harus menikah dan aku akan melamar Jihan, atau kamu siap masuk penjara!" Gertaknya Kai.


Jihan berdiri dari duduknya sambil menangkupkan kedua tangannya ke depan dadanya itu.


"Kami siap menerima persyaratan Anda Pak Kai, tapi saya mohon jangan sekali-kali mengungkit masalah yang terjadi hari ini! Stop bahasannya dan cukup kami saja yang mengetahui segalanya," tegas Jihan.

__ADS_1


"Ingat besok siang rombongan kami akan datang ke rumah Oma kamu sesuai dengan tradisi orang Indonesia asal negaramu," ucapnya Kaisan sebelum meninggalkan area kafe tersebut bersama Varrel.


Sedangkan Azmina membantu Alief untuk bangkit dari posisi berlututnya itu.


"Maafkan aku. Aku tidak sanggup untuk mengugurkan kandunganku ini. Aku ingin menjadi seorang ibu," ratapnya Azmina.


Jihan membelalakkan matanya saking terkejutnya melihat jika mommy, Daddy, Tante, Om, uncle dan Aunty mereka akan sampai malam ini di London.


"Sudah, kamu bisa tenang karena besok kamu akan menikah dengan Alif, kebetulan kelurga kami hari ini datang dari Jakarta," ungkapnya Jihan yang membuat semua orang kembali melototkan matanya hingga mulut mereka menganga.


Asriel reflek bangkit dari posisi duduknya itu," apa!? Kenapa mereka datang tiba-tiba sekali dan tidak mengabarkan kepadaku apabila mami Hana dan papi Galang juga datang," imbuhnya.


"Apa mereka sengaja datang ke sini karena ingin merayakan ulang tahun kamu Jih? Ups tumben banget besok kamu juga akan lamaran loh berarti akan ada acara besar besok," ujarnya antusias Raisa.


Jihan hanya menghela nafasnya dengan cukup berat melihat sikapnya dan reaksi dari keempat orang yang ada di depannya itu.


"Apa kabar ini perlu saya infokan secepatnya kepada yang lain atau Oma Saskia saja dengan opa Raka?" Tanyanya Asriel.


Semua menghabiskan makanan dan minuman mereka terlebih dahulu sebelum meninggalkan area kafe yang semakin ramai dipadati pengunjung siang hari itu.


Mereka memutuskan untuk tidak masuk kuliah karena, percuma juga mereka sudah ketinggalan mata kuliah khusus hari ini. Mereka semua ke bengkel dulu untuk memperbaiki mobil mereka yang cukup parah dan ringsek. Akibat kecelakaan yang tak terduga dan tidak terkendali itu.


"Tuan Muda Kai, apa kita langsung ke perusahaan atau ke rumah nenek?" Tanyanya Varrel sambil melihat ke arah belakang melalui kaca spionnya itu.


"Kita menemui mommy terlebih dahulu supaya dia stop mengatur kencan buta untukku. Aku ingin mengabarkan kepada mereka jika aku sudah menemukan pasangan hidup yang paling cocok untukku seorang gadis dari Asia Tenggara tepatnya Indonesia tempat asal usulnya kakek," jelasnya Kaizan seraya memainkan gedjetnya itu.


"Siap Tuan Muda, tapi mengenai masalah adikku maafkan saya yang tidak bisa menjaga adikku dengan baik sehingga membuat masalah seperti ini. Padahal aku sudah seringkali mengatakan jika melakukan itu harus pakai pengaman," tuturnya Varrel.


"Kalau kamu memang gitu, hanya menyuburkan lantai saja. Sekali-kali buang di dalam kek. Kan ada hasilnya kamu bisa jadi bapak loh," candanya Kaizan.

__ADS_1


"Aku baru menemukan perempuan yang cocok untukku. Tapi aku tidak ingin melakukan hal seperti itu pada kekasihku kelak. Aku ingin seperti Bos saja setelah menikah baru bisa anu.."ucap Varrel yang tidak melanjutkan perkataannya itu karena cukup malu.


"Hahaha, jangan-jangan kamu jatuh cinta pada pandangan pertama lagi dengan sepupunya Jihan, apa tebakanku benar?" Terkanya Kaisan yang tersenyum penuh arti.


Varrel tidak menjawab perkataan dan terkaannya CEO muda tempat ia bekerja sebagai sang asisten pribadi sekaligus kaki tangan kepercayaannya itu.


Setelah beberapa saat kemudian mereka sudah sampai du depan rumah yang cukup mewah. Kaisan turun dari mobilnya itu dengan langkah kakinya yang cukup lebar. Varel cukup kewalahan mengikuti langkah kakinya kemanapun perginya atasannya itu.


Seorang perempuan yang berusia sekitar lima puluh tahun itu sedang merangkai bunga mawar seperti kebiasaan rutinitasnya setiap hari. Kaisan langsung memeluk tubuh neneknya itu dengan penuh kehangatan.


"Cucuku akhirnya datang juga mengunjungiku, apa sudah bersedia diajak bertemu dan diner bareng dengan putri dari tuan Nicholas Hoult anak pejabat kota malam ini cucuku?" Tanyanya Bu Margaretha.


"Hemp, lupakan masalah kencan buta yang tidak berguna itu, karena esok aku ingin mengajak nenek meminang gadis pujaan hatiku," ungkapnya Kaisan.


Bu Margaretha segera membalikkan tubuhnya hingga cucu nenek itu saling bertatapan satu sama lainnya. Wajah keriput itu melengkungkan senyumannya saking bahagianya mendengar perkataan dari cucu tunggalnya itu.


Bu Margaret menyimpan gunting dan perkakas perlengkapan bunganya itu ke atas meja sofa.


"Seriusan Nak, kamu sudah mendapatkan calon cucu mantu untuk nenek?" Tanyanya Bu Margaretha yang sedikit tidak percaya.


Kaisan menganggukkan kepalanya itu tanda mengiyakan perkataan dari neneknya.


"Syukurlah, makasih banyak ya Tuhan akhirnya cucuku menemukan perempuan yang cocok untuknya, tapi ngomong-ngomong gadis itu namanya siapa, orang dari mana dan dari keluarga mana?" Tanyanya Bu Margaret dengan antusias.


"Ya Allah mami, seharusnya ambilkan kue yang manis dulu sebelum mengajukan banyak pertanyaan untuk putraku ini Mami," timpalnya Bu Tereza maminya Kaisan.


"Iya yah benar sekali apa yang kamu katakan putriku, ini kabar yang sungguh sangat baik bahkan amazing banget," imbuhnya Bu Margaretha.


"Tapi, putraku apa bibit bebet dan bobotnya semuanya jelas? Ingat kita memang terlahir dan besar di London di Eropa, tapi kita masih melestarikan budaya kebiasaan asal negara kakek kamu Indonesia."tukas Bu Tere.

__ADS_1


"Insya Allah semua itu seperti yang kalian inginkan,dia gadis dua puluh tahun,asal Jakarta Indonesia. Dia cucu dari Tuan Besar Septa Danu Triadji relasi bisnisnya kakek," jelas Kaisan yang semakin membuat semua orang terkagum-kagum dan bahagia sekaligus.


"Syukur alhamdulilah kalau seperti itu cucuku," Bu Margaretha kembali memeluk tubuh jangkung cucunya tersebut.


__ADS_2