Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 140


__ADS_3

Kabir bernafas lega karena Senja akhirnya berterus terang dan jujur mengatakan isi hatinya. Dia tidak menyangka jika keputusannya untuk pergi dari Jakarta dan menetap selama kurang lebih tiga bulan membuahkan hasil yang sudah lama dinantikannya.


Kabir berulang kali mengecup punggung tangannya Senja," kalau gitu kita lanjutkan perjalanannya ke tempat yang sudah lama ingin Abang perlihatkan padamu," ucapnya Kabir.


"Kita akan kemana suamiku?" Tanyanya Senja yang mulai penasaran kemana dia akan dibawa pergi.


"Tenanglah kau akan melihatnya nanti, sebaiknya kamu banyak istirahat kasihan dengan calon bayi kembarku, nanti mereka komplen dengan dadynya lagi," imbuhnya Kabir yang segera menyalakan mesin mobilnya.


Tapi usahanya kembali tengganggu ketika satu polwan dan satu satpol mendatangi mobilnya.


Tuk..


Tok..


Kabir dan Senja saling bertatapan satu sama lainnya melihat kedatangan polisi perempuan dan satpol tersebut. Kabir segera menurunkan kaca jendela mobilnya itu karena sudah diketuk oleh seorang polwan cantik.


Kabir menautkan kedua alisnya itu melihat kedatangan pria dan wanita berseragam polisi itu, "Maaf Bu ada apa?" Tanyanya Kabir yang melayangkan pertanyaan kepada polwan tersebut.


"Kami yang seharusnya bertanya kepada bapak, karena sesuai dengan laporan beberapa warga masyarakat yang berlalu lalang di sini, mobil Anda sudah lama terparkir disini, sedangkan di tempat ini dan sekitar wilayah sini itu sudah sangat jelas terlihat di sana Pak dilarang parkir!" Jelasnya polwan itu.


Senja dan Kabir segera mengalihkan penglihatannya ke arah tulisan yang jelas terlihat keterangan yang ditunjuk oleh polwan itu.


Kabir dan Senja melototkan matanya saking terkejutnya melihat hal tersebut yang sama sekali tidak diperhatikannya. Padahal sedari tadi dia sudah berada ditempat itu. Karena keduanya sibuk dengan urusan hati, perasaan, kejujuran dan kehidupan rumah tangga mereka. Sampai-sampai tidak menyadari akan hal besar seperti itu.


Kabir tersenyum kikuk betapa malunya dia dengan kesalahan yang tidak disengaja itu. Senja pun menutup mulutnya saking tidak kuasa menahan rasa tawanya.

__ADS_1


"Maafkan kami Bu, jujur saja kami tidak sengaja melakukan kesalahan ini," ujarnya Kabir.


"Iya Pak, Bu polisi kami sungguh tidak mengetahui jika ada rambu-rambu lalu lintas yang terdapat larangan tidak boleh parkir," ungkapnya Senja.


"Tapi, apa kami boleh meminta kartu pengenal Anda seperti KTP, SIM, dan STNK karena kami ingin mengecek semua itu apa tidak ada pelanggaran lainnya, kalau tidak ada kalian boleh pulang, tapi jika kalian adalah pasangan tidak resmi maka kami akan segera memprosesnya sesuai dengan aturan hukum yang berlaku," tuturnya polwan itu lagi.


"Tapi,kalau menurut saya Bu mereka berdua ini bukan pasangan suami istri, apalagi disekitar sini adalah daerah yang cukup sepi dan malam-malam lagi,apa jangan-jangan mereka adalah pasangan mesum," ucap satpol satunya.


"Itukan menurutnya Bapak,tapi kenyatannya kami ini suami istri loh, bukan pasangan mesum seperti yang Anda tuduhkan!" Tegasnya Senja.


Senja menatap jengah kepada kedua satpol sok tahu itu. Kabir tersenyum smirk mengingat kejadian beberapa bulan lalu ketika mereka terpaksa menikah karena digrebek oleh beberapa warga masyarakat.


"Sudah lah pak kejadian seperti ini kami pernah alami lagi, kesalah pahaman terjadi untuk kedua kalinya dalam hidupnya kami, jadi kami sudah bosan dan jelas mengetahui bagaimana menghadapi bapak-bapak seperti Anda, lagian saya sama sekali tidak gentar ataupun takut dengan tuduhan bapak karena dia adalah istriku, coba cek diktp kami saja," terangnya Kabir yang sudah berdiri di depan kap mobilnya itu dengan mengangkat salah satu kakinya sambil bersandar ke kap mobilnya itu.


"Bagaimana Pak dan ibu apa kami sudah bisa pulang secepatnya!? Masalah urusan kantor polisi akan diurus oleh pengacaraku, karena saya masih ada urusan yang lebih penting dari pada berdebat atau menjelaskan status saya," ketusnya Kabir yang segera menghubungkan nomor pengacara keluarganya.


Keempat orang itu saling bertatapan satu sama lain dan terkekeh karena sudah salah paham dan tak menduga jika laporan yang mereka dapatkan adalah keliru dan salah sasaran.


"Baiklah silahkan pergi pak Kabir Kasyafani Sanders, kami tidak akan mengganggu perjalanan Anda lagi," ucap polwan berjilbab satunya.


"Kami meminta maaf sudah menganggu kenyamanan kalian berdua, semoga perjalanannya lancar-lancar saja, kalau ada yang ingin dipertanyakan atau meminta bantuan pada kami silahkan saja datang langsung ke kantor kami dan insha Allah kesalahan seperti ini tidak akan terulang kembali," ucapnya polwan-polwan itu lagi.


"Makasih banyak,kami permisi dulu selamat malam," tuturnya Kabir.


"Assalamualaikum Pak dan ibu,"salamnya Senja ketika berpamitan.

__ADS_1


Mereka hanya tersenyum simpul melepas kepergian kedua pasangan suami istri itu untuk pulang ke tujuan mereka semua.


"Besok-besok selidiki lebih terperinci sebelum menghubungi kami, jangan asal menanggapi laporan warga masyarakat setempat tanpa bukti langsung, seharusnya kalian cek lebih detail sebelum menghubungi kami," ketusnya polwan berambut pendek itu.


"Kalian seperti kurang kerjaan saja kalau seperti ini terlalu murah percaya dengan kabar yang belum tentu jelas sumbernya dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan," polwan satunya menambahkan.


"Kami meminta maaf kepada maaf kepada ibu, insha Allah kejadian seperti ini kedepannya, tidak akan terulang kembali lagi," ucapnya sesal satuan pamong praja itu.


Kabir hanya menggelengkan kepalanya melihat kejadian yang barusan terjadi padanya.


"Lucu yah bang, sudah dua kali kita digerebek," tutur Senja yang tersenyum lebar menertawai dirinya hari ini yang cukup aneh tapi menggelikannya.


"Iya yah juga, apa memang kehidupan percintaan kita berdua harus diwarnai dengan main grebek segala! Dulu kita belum saling mencintai, walaupun abang sudah lama mencintai kamu, tapi kali ini kamu mulai mencintaiku dengan latar belakang grebek juga," jelasnya Kabir.


"Intinya yang paling penting kita bisa bersama-sama sambil menunggu kelahiran buah cinta kita bang, lupakan yang sudah berlalu, mari jalani dan buka lembaran baru bersama," pintanya Senja sambil mengalungkan tangannya ke lengannya Kabir yang tidak memegangi setir mobilnya itu.


"Apa yang kamu katakan memang benar adanya,kalau begitu bersiaplah untuk membahagiakan abang, karena Abang ingin menengok tiga kembar calon bayi kita sayang," ucap Kabir dengan tatapan memujanya itu.


Senja spontan melepaskan rangkulan tangannya dari lengan kanannya Kabir.


"Aku pikir abang sudah melupakan masalah itu ternyata masih ingat saja," sungutnya Senja.


"Hemmph!! Apa kamu ggak mau masuk surga sayang?" Tanyanya Kabir seraya tetap fokus mengemudikan mobilnya itu dengan kecepatan yang rendah saja.


Sudah hampir seharian keduanya mengabiskan waktunya berada di jalan. Terlalu banyak yang mereka bicarakan, hingga seolah-olah tidak punya banyak waktu untuk membicarakan satu persatu kisah hidup rumah tangga mereka.

__ADS_1


__ADS_2