
Senja memperhatikan raut wajah suaminya yang seperti menyimpan segala rahasia yang besar.
"Hemp sepertinya ada sesuatu yang Abang rencanakan," ucapnya Senja.
Senja memperbaiki letak gaunnya dan juga make up-nya yang sudah berantakan itu.
"Kamu akan mengetahui jika kita sudah sampai di gedung acara," balasnya Kabir yang memang berencana rencana sesuatu khusus untuk sahabatnya Hakim Rahman dengan Icha Khaerunnisha.
"Sok misterius banget deh suamiku, seperti detektif Conan saja," candanya Senja.
Kabir hanya tersenyum menanggapi sikapnya Senja kemudian segera turun dari mobilnya itu dan berjalan ke arah pintu samping untuk membuka pintu mobilnya agar istrinya bisa turun dari mobil.
"Thanks hubby," ucapnya Senja seraya menyambut uluran tangannya Kabir.
Kabir langsung melingkarkan tangannya ke pinggangnya Senja, keduanya berjalan beriringan dengan posesif ke arah dalam gedung perhelatan acara akad nikah dan juga resepsi pernikahan antara Hana Aerin Pradipta dengan Adnan Hamesh Nasution.
"Kamu semakin membuatku tergila-gila padamu hingga aku terkadang kesulitan untuk mengontrol diriku sendiri," bisiknya Kabir tepat di telinga istrinya yang tertutup hijab itu.
Senja tersipu mendengar perkataan dari suaminya itu,"Abang memang selalu begini, aku berpakaian tertutup sekalipun Abang tetap tergoda apalagi aku tidak memakai sehelai benang di hadapannya Abang, tapi jujur saja apa Abang akan bersikap seperti ini juga di depan perempuan lain," cercanya Senja yang mulai khawatir dan juga mencemaskan kondisi s*ksual suaminya itu.
Kabir tersenyum smirk sebelum menjawab perkataan dari istrinya itu," astaughfirullahaladzim jangan sekali-kali kamu memiliki pikiran yang aneh dan tidak-tidak karena aku jamin, jika aku tidak akan berperilaku seperti ini pada perempuan lain, karena belalai gajahku seperti loyo, lesu dan lunglai di hadapan perempuan manapun kecuali dengan kamu Senja Starla Airen Zain istriku seorang, ini aku jujur mengungkapkannya padamu," ungkapnya Kabir.
Senja spontan menghentikan langkahnya itu," sepertinya aku bakal ngetes Abang suamiku, apa benar jika dia tidak berdaya di hadapan perempuan manapun dalam kondisi apapun, karena sejujurnya saya takut jika bang Kabir juga bersikap seperti ini dengan wanita lain di luar sana." Gumamnya Senja.
Keningnya Kabir berkerut melihat sikapnya Senja yang aneh karena tiba-tiba menghentikan langkahnya dan terdiam seperti banyak pikiran saja.
"Sen, apa kamu baik-baik saja?" Tanyanya Kabir yang memegangi kedua pundak istrinya itu.
Hingga Senja kembali tersadar dengan pemikirannya sendiri,"Alhamdulillah aku baik-baik saja kok bang, ayo kita segera masuk ke dalam takutnya Mama Dewi dan bunda Hanin Mazaya cariin kita lagi," kilah Senja yang menutupi kenyataan yang ada.
Kabir kembali melanjutkan perjalanannya bersama istrinya tercinta ke arah dalam gedung tersebut.
__ADS_1
Saya sangat mengetahui apa yang terjadi padamu, kau pasti memikirkan perkataan Abang barusan, dasar gadis bodoh aku memang bersikap seperti itu jika hanya bersamamu saja, sejak aku mengenalmu dan mencintaimu hingga kamu memberikan segalanya yang ada padamu untukku aku semakin merasa jijik melihat wanita lain berpakaian seksi,"
Kedatangan Senja dan Kabir disambut hangat oleh seluruh anggota keluarganya itu, papanya Leo Carlando Zain dan mamanya Aliyah Azizah Khumaira dan kakaknya Jingga Aurora Ainah berada di tengah-tengah anggota keluarganya Kabir Kasyafani Sanders.
Senja satu persatu meraih punggung tangan Om dan Tante dari pihak suaminya itu, karena memang hari ini adalah pesta pernikahan dari adik sepupunya Kabir Kasyafani dan Guntur Aswin.
"Jeng Hanin aku perhatikan menantu kamu semakin cantik saja, dan aku perhatikan perutnya sudah buncit, berarti kamu bakal punya calon cucu, selamat yah," ucap seorang ibu-ibu sosialita sahabat terbaiknya Bu Hanin.
"Alhamdulillah, insha Allah jeng Mia menantuku akan memberikan kami cucu langsung tiga orang, makanya perutnya menantuku ini baru berusia empat bulan tapi cukup besar ukurannya," balasnya Bu Hanin seraya merangkul lengannya Senja dengan penuh kasih sayang.
"Selamat yah Nak, semoga kehamilannya lancar persalinannya juga dilancarkan prosesnya hingga lahiran nanti anak dan ibunya selamat," doanya setulus hati dari Bu Liviana istri dari relasi bisnis bundanya.
"Amin ya rabbal alamin, makasih banyak atas doanya Tante, saya sungguh terharu dan bahagia mendengar doa-doa kalian," imbuhnya Senja.
"Menantumu bukan hanya cantik tapi juga baik hati dan sholehah, kamu sangat beruntung mendapatkan menantu seperti Senja, padahal dijaman modern seperti saat ini, menemukan istri seperti nak Senja sungguh sangat sulit sudah, tapi putramu sungguh sangat beruntung mendapatkan istri semacam Senja," pujinya Bu Mia lagi.
"Jeng Mia apa sudah bertemu dengan calon mantuku juga, pasti kalian juga akan memujinya seperti ini," ujarnya Bu Sophia Mueller ibundanya Guntur yang tersenyum penuh arti karena ingin memberikan kejutan kepada teman-teman arisannya itu.
"Iya yah lupa kalau Jeng Sophia juga akan segera mendapatkan calon menantu, kalau gitu coba perkenalkan kepada kami Nyonya Sopia, kami cukup penasaran dengan apa yang sudah jeng Sophia katakan," tukasnya jeng Anne Avantie.
"Nak Jingga tolong kesini dulu, ada yang ingin berkenalan dengan kamu nak," ucapnya Bu Sophia yang sedikit berteriak untuk memanggil Jingga.
Jingga segera menenggak habis minumannya itu dengan sekali tegukan minumannya yang tersisa sedikit itu. Jingga pun berjalan beriringan dengan Guntur membuat semua mata tertuju kepada kedua calon pengantin yang kurang lebih dua minggu lagi.
"Iya Tante tunggu kami akan segera ke sana," balas Jingga yang menaruh gelas minumannya yang sudah tandas tak bersisa sedikitpun.
Semua orang terkejut melihat kecantikan alami yang dimiliki oleh Jingga hingga pasang mata mereka terbelalak dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Bu-kannya dia adalah Senja menantunya jeng Hanin," tebaknya Bu Mia.
"Iya jeng inikan Istrinya Kabir, jadi mana mungkin dia adalah calon menantumu jeng Sophia, yang benar saja tidak mungkin kan satu perempuan dua suaminya!" Cibirnya Bu Nita Talia Joy yang langsung berkomentar pedas.
__ADS_1
Senja dan Kabir yang belum jauh dari tempat para ibu-ibu istri pengusaha itu segera berjalan ke arah kehebohan mereka.
"Ada apa Nyonya Nita apa yang terjadi padamu?" Tanyanya Senja yang terus bergandengan tangan bersama suaminya tercinta.
Semua kembali melototkan matanya saking terkejutnya melihat dua wanita muda berpakaian gaun pesta dan hijab dengan warna, model yang sama, hanya saja size ukuran yang mereka pakai yang berbeda sehingga mereka akan kesulitan untuk mengenalinya.
"Jangan-jangan ka-lian kembar!" Terka Bu Mia lagi.
Senja dan Jingga tersenyum lebar melihat reaksi para istri-istri pengusaha sukses itu. Keterkejutan mereka membuat lelucon untuk semua orang yang mengenali Senja dan Jingga.
Suasana semakin nampak ramai dan heboh setelah mereka tersadar jika Bu Hanin Mazaya dan Sophia Mueller memiliki menantu kembar yang sama-sama cantik dan baik hati serta kecantikan alami yang mereka miliki mampu menghipnotis semua para tamu undangan yang hadir memenuhi gedung perhelatan.
"Masya Allah kalian ternyata kembar dan sama-sama cantik, betapa beruntungnya kalian mendapatkan calon menantu dan menantu yang modelan seperti mereka berdua," cercanya Bu Fenita Mukti maminya Hana sang calon mempelai pengantin wanita hari ini.
Perbincangan mereka berlanjut hingga melebar kemana-mana, hingga acara akad nikah segera dimulai.
Adnan sudah duduk di hadapan penghulu yang ditunjuk sebagai penghulu yang akan menikahkan Adnan dan Hana. Karena papanya Hana sudah meninggal dunia setahun lalu sehingga perwaliannya diserahkan kepada adik papanya yaitu pak Ferdi Hasan.
"Saya nikahkan dan kawinkan engkau Adnan Hamesh Nasution dengan ananda Hana Aerin Pradipta bin Chandra Pradipta dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang tunai sebesar 45 juta rupiah," ucap Pak Fredi.
"Saya terima nikah dan kawinnya Hana Aerin Pradita binti Chandra Pradipta dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!" Ucapnya Adnan penuh ketegasan dan keseriusan ketika mengucapkan ikrar janji suci sakral pernikahan mereka.
Pak penghulu mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat tersebut, "Bagaimana para saksi apakah sah!?" Ucapnya Pak Zulkarnain penghulu dengan suara yang sedikit ditinggikan agar semua mendengar dengan seksama.
"Sah!!" Jawab semua orang yang hadir di dalam ruangan tersebut.
"Syukur alhamdulilah," ucapan syukur itu mereka panjatkan kehadirat Allah SWT atas kelancaran akad nikahnya.
Semua gembira dan berbahagia karena telah sukses akad nikahnya.
Senja bertemu dengan ketiga Bestinya itu, Senja dikerumuni oleh beberapa sahabatnya yaitu Icha Khaerunnisa, Zania Mirzani, Naysila Hermasyah.
__ADS_1
Zania mengelus perutnya Senja yang semakin membuncit saja," hey! Trio kalian baik-baik saja di dalam sana kan? Kenalkan ini aunty cantik Zania. Kalian tahu gak Aunty tidak sabar melihat kalian bertiga," ucapnya Zania yang bahagia ketika menyentuh puncak perutnya Senja.
"Kami enggak sabar mengetahui kalian itu anak laki-laki atau perempuan, tapi kalau bisa kalian bertiga terlahir sehat, normal dan paling penting itu sih tapi pengennya Tante diantara kalian ada salah satunya perempuan supaya ada yang temani Mama kamu nantinya." Ujarnya Naysila.