
Kabir terus menggenggam tangannya Senja hingga ke depan pintu ruang operasi.
"Maaf Pak Anda menunggu di luar saja," cegahnya seorang suster untuk melarang Kabir masuk ke dalam ruangan operasi.
Senja tidak ingin melepaskan tangannya Kabir dari dalam genggaman tangannya itu.
"Dokter apa suamiku bisa menemaniku di dalam sana?" Harapnya Senja yang berharap agar suaminya ikut bersamanya ke dalam ruangan persalinan.
"Maafkan kami Tuan tapi Anda tidak boleh masuk," larang suster itu yang bersikeras mencegahnya Kabir.
"Tidak apa-apa Sus Lina, ijinkan saja Tuan Muda Kabir masuk ke dalam," ucapnya dokter perempuan yang sudah berpakaian lengkap untuk bersiap membantu persalinan Senja dengan cara operasi sesar.
"Katanya dokter Renata Anda diperbolehkan masuk," ucap suster itu lagi.
Apa yang dikatakan oleh dokter membuat Kabir dan Senja tersenyum gembira.
Alhamdulillah aku bisa melihat prosesi kelahiran ketiga anak-anak kembarku.
Semua segera bersiap untuk melakukan operasi. Pakaian yang dipakai oleh Senja sudah diganti dengan pakaian khusus untuk pasien yang siap dioperasi. Pakaian khusus olahraga yang sedari tadi dipakainya, sudah kotor terkena noda darah segar dan air ketuban.
"Abang selalu berada di samping kamu sayang, jadi kamu jangan sekali-kali takut. Ingat keselamatan ketiga bayi kita ada di tanganmu dan perjuangan kamu insha Allah atas ijin Allah SWT mereka akan segera terlahir ke dunia ini," tuturnya Kabir yang kembali menghujani ciuman punggung tangannya Senja.
Berselang beberapa menit kemudian,Bu Hanin Mazaya, Aliyah Azizah, Leo Carlando, pak Abbas Sanders, Jingga dan Guntur serta Vania Larissa bersama dengan suaminya Mike Andreas pun sudah tiba di depan pintu operasi.
__ADS_1
Aliya segera berjalan ke arah perawat yang hendak masuk ke dalam kamar operasi.
"Sus apa benar pasien yang bernama Senja Starla Airen Zain ada di dalam sana?" Tanyanya Aliaya yang nampak khawatir dan juga ketakutan.
"Benar sekali ibu, Anda bisa menunggu di sekitar sini saja tapi tolong jangan terlalu bising takut menganggu kenyamanan pasien lainnya," ujarnya perawat itu.
Semua orang segera duduk di salah satu kursi panjang khusus untuk keluarga pasien. Mereka harap-harap cemas sambil menunggu Senja berhasil menyelamatkan ketiga anaknya.
Siapapun yang berada diposisinya Aliaya pasti akan sangat khawatir dan ketakutan. Apalagi mengingat jika perempuan yang melahirkan itu adalah bagaikan, sebelah kakinya berada di dalam lubang kematian sedangkan satunya berpijak pada bumi.
Jika berandai-andai maka seperti itu lah kenyataan yang dihadapi oleh semua wanita yang akan melahirkan. Jiwa dan raga menjadi taruhannya untuk menyelamatkan dan melahirkan buah hatinya ke dunia ini.
Bukan pengorbanan kecil jika akan melahirkan anaknya. Seorang ibu akan melakukan apapun agar anaknya lahir ke dunia ini dengan selamat.
Aliya berusaha untuk mengulas senyumannya, walau dia sangat takut menunggui kelahiran cucu pertamanya yang diprediksi dokter kandungan akan lahir tiga bulan orang bayi mungil.
"Alhamdulillah, Insha Allah Bu Hanin, saya sungguh takut tapi juga gembira karena hidup putriku akan semakin lengkap dengan kehadiran ketiga anaknya,"
"Biasa memang seperti itu Bu Aliah,di belahan dunia manapun bagi seorang wanita yang melihat anaknya akan melahirkan pasti mengalami apa yang Ibu Aliyah rasakan," sahutnya Nyonya Clara.
"Aku berharap semua anaknya Bang Kabir tiga-tiganya baby girl," tuturnya Vania Larisa.
"Enak saja mentang-mentang kamu perempuan jadi kamu maunya anak cewek juga, mereka harus baby cowok karena dia adalah penerus keluarga besar Sanders satu-satunya!" Tampiknya Gilang.
__ADS_1
"Tidak ada yang seperti itu, anaknya Kabir dengan Senja harus ada cewek ada baby boy, jadi sekali melahirkan sudah lengkap jenis kelaminnya," imbuhnya Bu Clara yang berharap seperti itu.
Mereka berdebat kecil tentang jenis kelamin ketiga bayinya Senja, Aliyah dan Leo hanya saling bertatapan satu sama lainnya dan tersenyum simpul.
Aliya mengelus perutnya yang tiba-tiba menendang ketika mendengar perdebatan mereka yang menebak asal ketiga anaknya Senja.
"Kalian silahkan menebak saja, yang paling penting cucu-cucuku lahir ke dunia ini tanpa kekurangan apapun lahir dengan normal dan sehat," ucapnya pak Abbas Khaer yang menengahi pembicaraan mereka yang sudah mulai memanas.
Mereka bercakap-cakap sambil menunggu kelahiran anaknya Senja. Mereka berbincang-bincang agar tidak terlalu takut, khawatir dan mencemaskan mereka.
Di dalam ruangan operasi, Kabir tersenyum sumringah dan akhirnya bernafas lega ketika dokter mengendong salah satu bayinya ke hadapannya.
"Selamat Tuan Muda Kabir anak pertama Anda yang berjenis kelamin laki-laki telah lahir, setelah dibersihkan Anda boleh mengadzani dan mengumandangkan adzan dan Iqamah di telinganya sebelum buang air.
"Alhamdulillah makasih banyak ya Allah Engkau telah memberikan kepadaku anugerah yang terindah dan tak ternilai harganya dalam hidupku junior Kasyafani telah lahir ke dunia ini dengan selamat," ucapnya Kabir dengan sumringah.
Bayi keduanya yang berjenis kelamin perempuan pun sudah lahir dengan selamat. Dan bayi ketiganya juga sudah lahir dengan selamat yang berjenis kelamin perempuan.
Senja yang masih dalam pengaruh anestesi tidak sadarkan diri setelah berhasil dioperasi dengan selamat.
Sekitar setengah jam kedatangan mereka, pintu ruang operasi sudah terbuka lampu operasi pun sudah mati. Ketiga bayinya Senja dan Kabir sudah di dalam box bayi yang siap untuk dipindahkan ke dalam ruangan khusus perawatan bayi.
Dua perawat mendorong box bayi yang satunya hanya seorang diri saja dan box yang satunya ada dua bayi di dalamnya. Semua orang berdiri dan berjalan menuju ke perawat itu.
__ADS_1
"Apa mereka cucu kami Sus?" Tanyanya Leo yang mendahului yang lainnya.