
Setelah selesai mengantar Putri dan Melian, perlahan sopir taksi yang tadi mangkal di perempatan, perlahan kembali ke tempatnya mangkal. Siapa tahu nanti dalam perjalanannya dapat penumpang. Tentu sangat senang, sudah mendapatkan tip seratus persen dari ongkosnya. Pasti sopir taksi itu mengatakan kalau dua mahasisiwi yang diantarnya tadi sangat baik.
Sambil tengok kanan tengok kiri, sopir taksi itu keluar dari asrama mahasiswa. Baru beberapa meter, di depannya ada orang yang melambaikan tangan, mencegat taksi itu. Sopir itu pun menghentikan taksinya. Seorang laki-laki berdasi langsung masuk ke taksi itu, duduk di kursi depan, sebelah kiri sopir.
"Tolong antarkan saya ke Serpong ..., Gading, Pak ...." kata laki-laki yang mengenakan pakaian rapi tersebut.
"Siap ..., Bang ...." jawab sang sopir taksi yang langsung kembali melajukan taksinya.
Tidak lama. Jaraknya memang dekat. Maka dalam waktu sebentar taksi itu sudah sampai di tempat tujuan.
"Hop ..., stop. Kiri, Pak ...." kata penumpang laki-laki yang duduk di samping sopir tersebut yang meminta agar taksinya berhenti. Tentu sambil melihat argometer yang menunjukkan ongkos taksinya. Selanjutnya mengambil dompet dari sakunya. Lantas melolos uang lembaran lima puluh ribu dari dompet itu, yang diberikan kepada sopir taksi.
"Kembaliannya, Pak ...." kata sopir taksi yang akan memberikan lembaran uang dua puluh ribu sebagai kembalian.
"Tidak usah, buat Bapak saja ...." kata penumpang itu sambil turun dari taksi.
"Terima aksih, Pak ...." sopir taksi itu tentu senang. Dalam waktu sebentar saja sudah menemui dua penumpang yang baik hati. Memberikan uang kembalian tanpa hitung-hitung. Jumlahnya lumayan besar. Pasti senang dapat rezeki nomplok.
Tukang taksi itu pun berniat untuk kembali ke tempat mangkal, untuk menunggu penumpang lagi di tempat itu. Ia pun memutar balik taksinya. Namun baru memutar, tiba-tiba terdengar suara orang memanggil.
"Taksi ...!!!" teriakan orang mengundang taksi.
Sopir taksi itu menghentikan mobilnya. Lantas menoleh ke arah suara panggilan itu. Benar, di belakangnya ada dua orang, laki-laki dan perempuan, yang sudah berjalan ke arahnya. Lantas memundurkan taksinya. Tentu agar calon penumpang itu tidak terlalu jauh berjalan.
"Pak, kami minta diantar ke Horison, bisa ...?" kata yang laki-laki lewat jendela depan.
"Siap, Pak ...." kata sopir taksi itu bersemangat.
Dua penumpang, pria wanita itu langsung masuk ke jok belakang. Sopir itu pun langsung kembali melajukan taksinya menuju arah Horison. Malam yang sudah larut, jalanan sepi. Tentu sang sopir tidak perlu menhindari kemacetan, sehingga bisa menyetir secara leluasa dan lumayan kencang. Hingga hanya sekitar lima belas menit, taksi yang disetir sudah mencapai depan lobi Hotel Horison.
"Terima kasih, Pak .... Ini ongkosnya, kembaliannya buat istri Pak Sopir." kata laki-laki setengah baya itu memberikan lembaran uang warna merah. Seratus ribu. Lantas pasangan pria wanita itu turun dari taksi.
"Terima kasih, Pak .... Terima kasih, Pak ...." tentu sopir taksi itu sangat senang. Kembalian yang sangat besar, diberikan begitu saja.
"Rezeki anak sholeh ...." kata si spir taksi itu sambil menjalankan taksinya keluar dari hotel. Entah mimpi apa semalam, dalam waktu tidak lebih dari satu jam, sopir taksi itu sudah mendapat rezeki yang cukup besar. Lantas ia pun kembali ke tempat mangkalnya.
__ADS_1
Sesampai di perempatan, tempat mangkalnya bersama teman-teman sopir taksi yang lain, ia agak heran dan bingung. Di tempat biasa ia mangkal ramai dengan orang-orang yang berkerumun. Bahkan juga ada petugas kepolisian. Sopir itu meminggirkan taksinya. Lantas keluar, tentu ingin tahu apa yang terjadi.
"Ini orangnya, Pak ...!"
"Dia yang tahu ...!"
"Dia yang tadi mengantar penumpangnya ...!!"
"Kamu tidak apa-apa, kan, Bro ...?!"
Beberapa orang sudah mengerubung dirinya. Termasuk seorang petugas kepolisian. Beberapa temannya memeriksa keadaan dirinya.
"Ada apa ini ...?!" tanya sopir taksi yang baru datang itu, tentu bingung.
"Kamu, yang ngantar dua gadis tadi kan, Bro .... Perempuan yang turun dari taksi itu tadi." kata temannya yang kebetulan tahu saat sopir taksi itu mengangkut dua gadis yang berpindah taksi.
"Iya, betul .... Ada apa ...?! Memangnya kenapa ...?!" tanya sopir taksi tang baru datang itu.
"Ternyata itu kasus perampokan sopir taksi, Bro ...!" kata temannya memberi tahu.
"Benar ...!! Itu sopir taksi yang dihentikan di depan itu korban perampokan penumpang .... Sopirnya benjut-benjut katanya dikeroyok dan dipukuli penumpangnya .... Kalau nggak percaya, lihat sendiri, Bro ...." kata temannya lagi sambil mengajak sopir taksi yang baru datang itu menuju ke arah taksi yang beda perusahaan yang berada di depannya.
"Lihat itu ...! Kepalanya benjut .... Tangannya terluka kena belati." kata temannya sambil menunjukkan sopir taksi yang merebahkan dirinya di jok kursi taksinya.
"Saya tidak percaya ...." kata sopir yang baru datang, tetap tidak percaya kalau sopir itu dirampok penumpangnya. Ia ingat betul, bahkan tahu persis dua gadis penumpangnya tadi anak yang baik, cantik dan lembut. Tidak mungkin kalau dia merampok. Apalagi tadi saat ditanya kenapa ganti taksi, mereka mengatakan kalau sopirnya sakit. Dan saat membayar, ia pun memberikan kembaliannya yang cukup banyak untuk tip. Jadi ia tetap yakin kalau dua gadis tadi pasti anak baik.
"Bapak tahu rumah dari penumpang yang Bapak antar tadi?" tanya petugas polisi itu menanyai sopir taksi yang baru saja datang itu.
"Ya tahu lah .... Tapi ini bukan perampokan. Tadi gadis-gadis itu cerita ke saya. Coba di cek, apa yang dirampok ...!" kata sopir taksi yang yakin kalau penumpangnya tadi tidak merampok.
"Katanya dia menodong pakai belati, Bro .... Itu pisau belatinya masih tergeletak di lantai." kata temannya.
"Katanya juga, tadi kepalanya dibenturkan ke dasbord ...." kata yang lainnya.
"Tadinya ia meringkuk di kolong dasbord itu .... Merintih kesakitan ...." kata yang pertama kali membuka pintu taksi, yang lantas menolongnya.
__ADS_1
"Kalau memang Bapak tahu rumah dua gadis itu, tolong saya diantar untuk menangkapnya ...." kata petugas polisi itu lagi, yang tentu percaya dengan kata-kata si sopir taksi yang bilang kalau dirinya dirampok.
"Sebentar, Pak ...." kata sopir yang disuruh menunjukkan rumah penumpangnya. Lantas ia justru menjambak rambut sopir taksi yang masih menyandarkan tubuhnya di kursi mobil itu. Lalu katanya, "Heh ...!! Benar kamu dirampok sama dua gadis tadi ...?!" tanya sopir yang baru datang itu.
Tentu melihat perlakuan itu, teman-temannya kaget dan berusaha mencegahnya. Tetapi si sopir yang baru datang itu tidak melepaskan jambakannya.
"Ayo bilang ...!! Benar kamu di rampok ...?!! Bukannya kamu yang akan merampok ...?! Gadis itu sudah cerita ke saya ...!!!" sopir yang menjambak itu membentak si korban yang mengaku di rampok. Tetapi mencoba membalik pengakuannya.
Mendengar kata-kata sopir yang baru datang itu, tentu orang-orang yang mengerubung menjadi bingung dan bertanya-tanya. Benarkah kata-kata sopir taksi yang baru datang itu? Benarkah justru sopir itu yang akan melakukan perampokan? Tapi faktanya, sopir itu mengalami luka dan benjut kepalanya.
"Kurang ajar ...!!! Jadi justru sopir ini yang akan merampok penumpangnya ...??!!" teman-teman sopir taksi yang lain pun menjadi jengkel karena merasa sudah dibohongi oleh sopir dari perusahaan lain itu.
"Puock ...!!"
"Plak ...!!"
"Jdught ...!!"
"Kurang ajar ...!!"
"Ini yang bikin jelek nama sopir taksi ...!!"
"Ya ..., menjatuhkan profesi kita ...!!"
Sopir-sopir taksi yang mangkal di perempatan itu pun kesal dan melampiaskan kejengkelannya ke sopir taksi yang mengaku di rampok itu. Ada yang memukul, ada yang menampar, ada yang membenturkan kepalanya ke jok mobil, ada yang menendang kakinya, bahkan ada yang meludahi.
"Sudah, cukup .... Jangan disakiti ...." kata petugas polisi yang ada di situ.
"Di tahan, Pak ...!!" kata orang-orang di situ.
"Ya .... Akan kami tahan untuk pemeriksaan ...." kata polisi itu, yang lantas mengeluarkan borgol dan langsung memborgol tangan sopir taksi yang meringis kesakitan tersebut.
"Betul, Pak .... Ditahan saja .... Sudah menjatuhkan nama sopir taksi itu ...!" sahut para sopir taksi yang tentu tidak senang dengan keburukan kelakuan sopir taksi yang akan merampok penumpangnya.
"Tolong kami dibantu, motor saya dibawakan ke kantor. Saya yang bawa orang ini dengan taksinya sebagai barang bukti." kata polisi itu.
__ADS_1
Akhirnya, sopir taksi yang berusaha berbohong kalau dirinya dirampok itu justru ditahan di Kantor Polsek. Pasti ini adalah balasan ketika mau melakukan kecurangan kepada penumpangnya. Kasihan.