GELANG GIOK BERUKIR NAGA

GELANG GIOK BERUKIR NAGA
Chapter 194: LIBURAN SEMESTER


__ADS_3

    Enaknya mahasiswa adalah kalau sudah selesai menempuh ujian semester. Liburnya lumayan lama. Setidaknya hampir sebulan lamanya. Makanya, di saat liburan semester, asrama kosong. Semua mahasiswa pulang kampung. Tentunya untuk melepas kangen dengan keluarganya, dan yang jelas menambah pundi-pundi keuangannya.


    Termasuk Putri dan Melian, yang tentu juga akan pulang kampung. Hanya yang menjadi masalah, Putri sudah menceritakan Melian kepada bapak dan ibunya, tentang kebaikan Melian yang sudah berkali-kali menyelamatkan dirinya. Yang jelas Putri sudah banyak berhutang budi pada Melian. Oleh karena itulah orang tua Putri ingin bertemu langsung dengan Melian. Orang tua Putri menghendaki Melian diajak ke rumahnya di Manado. Tentunya orang tua Putri juga ingin kenal dan melihat, seperti apa teman anaknya yang bernama Melian, dan sudah berkali-kali menyelamatkan anaknya itu.


    "Melian .... Ini Papah sama Mamah kepengin ketemu kamu .... Beliau menghendaki Melian ikut ke Manado .... Mau, ya ..., Mel .... Please ...." kata Putri yang merajuk pada Melian, yang sudah dianggap sebagai dewi penyelamat itu.


    "Ongkosnya kan mahal, Put .... Aku tidak punya uang sebanyak itu .... Dan lagian, saya juga sudah kangen sama orang tuaku ...." jawab Melian yang sebenarnya juga ingin segera pulang kampung.


    "Sebentar saja, Mel .... Barang sehari dua hari .... Nanti yang bayar tiket pesawatnya Papa .... Melian gak usah khawatir ...." kata Putri lagi, yang tentu sangat berharap Melian mau ikut bersamanya pulang ke Manado.


    "Gimana, ya ...??? Aku bingung ...." kata Melian yang masih belum bisa memastikan.


    "Sudahlah ..., bisa .... Nanti nginapnya di hotel Papahku .... Trus, besok aku ajak ke Taman Laut Bunaken .... Melian belum pernah ke Bunaken, kan ...? Itu Taman Laut internasional, Mel .... Kamu harus tahu ...." tentu Putri membujuk dengan iming-iming mau diajak ke Bunaken.


    "Aku telepon Mak dulu, ya ...." kata Melian yang langsung menelepon orang tuanya.


    "Semoga saja boleh .... Dan tolong bilang, kalau yang nyuruh orang tuaku ...." kata Putri membujuk.


    Akhirnya, setelah mendapat ijin dari orang tuanya, Melian bersiap ikut Putri. Berangkat menuju Manado. Dengan naik pesawat dari Jakarta menuju Manado, mereka berdua berangkat. Akan menikmati liburan semester. Namun untuk penerbangan langsung dari Bandara Sukarno Hata di Cengkareng menuju Bandara Sam Ratulangi Manado, pesawat berangkat dengan jadwal pagi dini hari, sekitar jam dua pagi. Maka malam itu, Putri dan Melian bersiap. Sekitar jam sembilan malam, Putri dan Melian naik taksi menuju Bandara. Bagi Putri, lebih baik menunggu dan tidur di Bandara, daripada berangkat menjelang pagi pasti akan ribet dan belum tentu mudah mencari taksi. Mereka pun menunggu cukup lama di bandara.


    Tepat jam dua pagi, penumpang pesawat tujuan Manado mendapat pengumuman untuk masuk ke pesawat. Putri langsung mengajak Melian, masuk ke pesawat. Berjalan melalui garbarata. Lumayan penuh penumpangnya, walau tidak semua kursi penuh. Itu justru terasa nyaman.


    "Kita tidur saja, Mel .... Waktu penerbangan cukup lama, bisa nyenyak untuk tidur." kata Putri pada Melian, yang langsung mengajak tidur.


    "Iya .... Aku sudah ngantuk banget ...." jawab Melian yang langsung menyandarkan kepalanya di sandaran kursi, dan langsung tertidur.


    Ya, memang perjalanan malam hari biasa dinikmati oleh para penumpang untuk tidur. Seperti halnya Melian dan Putri, yang tentu sangat mengantuk, karena belum tidur sama sekali saat menunggu pesawat di ruang bandara tadi.


    Hingga akhirnya, Melian terkejut saat wajahnya diterpa sinar mentari pagi. Ia langsung tergagap bangun. Rupanya hari sudah pagi. Melian mengusap wajahnya dengan telapak tangannya. Agar penglihatannya lebih jelas dan tidak mengantuk lagi. Lantas ia menengok ke jendela pesawat. Alangkah indahnya pemandangan gumpalan-gumpalan awan putih yang begulung tersebar dilangit luas. Sangat menawan.


    "Putri .... Bangun ...." Melian membangunkan Putri yang masih tertidur.


    "Emmmm ...." Putri menggeliat, lantas mengusap matanya dengan jemari tangan.


    "Lihatlah, Putri .... Ituh .... Awan putih bergulung bagai permadani yang sangat empuk ...." kata Melian yang menunjukkan kepada Putri lewat jendela pesawat.


    "Wao .... Indah sekali .... Ini jenis awan stratocumulus .... Awan ini menunjukkan udara yang tenang." kata Putri yang juga terkagum.


    "Ini negeri di atas awan ....Tenang dan indah ...." sahut Melian.

__ADS_1


    "Sebentar lagi kita akan mendarat .... Sampai di kotaku ...." kata Putri memberi tahu Melian.


    "Belum, lah .... Masih kurang satu jam ini ...." bantah Melian.


    "Eit .... Jangan keliru Mel .... Jakarta dan Manado beda waktu .... Selisih satu jam ...." kata Putri yang mengingatkan kalau waktu di Indonesia dibedakan menjadi tiga daerah waktu. Dan Manado termasuk daerah waktu Indonesia bagian tengah. Selisih satu jam lebih awal dari Jakarta. Jadi kalau jam yang diakai dari jakarta masih jam setengah enam, di Manado sudah jam setengah tujuh.


    Benar yang dikatakan oleh Putri, terdengar dari sound pesawat, seorang pramugari mengumumkan bahwa pesawat sebentar lagi akan mendarat. Tentu para penumpang diminta untuk mengenakan sabuk pengaman, melipat meja, dan membuka kanca jendela.


    Pilot pun sudah mulai mengurangi ketinggian. Lumayan terasa. Pasti saat sang pilot menurunkan ketinggian pesawatnya itu, para penumpang langsung menahan pipis. Dan awan putih bergulung itupun diterobos. KIni yang terlihat buih ombak di laut serta bangunan-bangunan pemukiman. Semakin besar dan terlihat jelas. Sebentar kemudian, pesawat itu sudah mencapai landasan. Lumayan terasa agak sedikit terhentak. Pesawat sudah mendarat. Hingga berhenti. Penumpang mulai beriringan turun. Demikian pula Putri dan Melian, yang berjalan beriringan.


    "Sebentar, Mel .... Kita tunggu bagasi. Kita ke toilet dulu, gantian jaga tas, ya ...." kata Putri yang sudah sudah melangkah menuju toilet.


    "Ya ..., cepetan .... Aku juga mau ke toilet." sahut Melian.


    Setelah selesai dari toilet, dan sudah mengambil tas bagasi yang berjalan di conveyor, Putri mengajak Melian berjalan keluar bandara. Dan ternyata, di pintu keluar bandara, bapak dan ibunya sudah menunggu Putri.


    "Papa ...!! Mama ...!!" Putri langsung memeluk bapaknya dan ibunya.


    "Putri ....!!! Mama kangen ...." kata ibunya yang memeluk dan mencium anaknya.


    "Bagaimana kaba, Putri ...?" tanya bapaknya.


    "Syukurlah ...." sahut bapaknya.


    "Ma ..., Pa ..., Ini Melian .... Teman sekamar Putri, yang aku ceritakan itu ...." kata Putri mengenalkan temannya pada ibu dan bapaknya.


    "Ya ..., ya ..., ya .... Melian .... Gadis yang cantik dan hebat .... Terima kasih kamu sudah menyelamatkan Putri ...." kata bapaknya Putri yang langsung menyalami Melian.


    "Ah, biasa saja, Bapak .... Hanya kebetulan kok, Pak ...." kata Melian yang menyalami bapaknya Putri, lantas juga menyalami ibunya.


    "Ayo ..., kita torang pulang .... Nanti makang torang ..., menikmati bubur Manado, untuk sarapan pagi." kata bapaknya Putri yang langsung menyeret koper anaknya. Mereka langsung masuk ke mobil yang sudah siap di depan bandara. Pasti sudah ditunggu sopirnya. Bapaknya Putri duduk di depan, di samping sopir. Sementara Putri bersama ibunya dan Melian duduk di kursi tengah.


    "Melian sudah pernah ke Manado?" tanya bapaknya Putri.


    "Belum, Pak ...." jawab Melian.


    "Nah .... Nanti diajak keliling Manado .... Lihat keindahan Kota Manado ...." kata bapaknya Putri.


    "Rancananya Kita mo pi ka sana .... Putri ajak ke Bunaken, Pa ...." sahut Putri.

__ADS_1


    "Ah, iya .... Betul .... Ajak ke Bunaken .... Lihat taman laut yang terkenal sampai dunia internasional ...." kata bapaknya Putri yang tentu meyakinkan Melian.


    "Iya .... Nanti ajak Melian ke Bunaken. Pergi ke Manado kalau belum ke Bunaken, berarti belum lengkap." tambah ibunya Putri.


    "Kaka .... Nanti antar kami ke Bunaken ...." kata Putri pada sopir bapaknya.


    "Siap, Nona ...." jawab sang sopir.


    Setelah jalan di tepi laut, yang tentunya sangat indah dan menarik. Akhirnya mobil Toyota Land Cruiser sebagai pertanda mobil milik orang berduit, masuk di rumah mewah di daerah Malalayang. Rumah milik keluarga Putri.


    "Nah .... Ini rumahnya Putri ...." kata bapaknya Putri pada Melian.


    Mereka semua turun. Lantas Melian diajak masuk ke rumah mewah itu. Yang tentu dengan arsitektur moderen. Rumah yang benar-benar mewah, dengan perabotan serba moderen. Yah, namanya juga rumah milik orang kaya. Pasti perabitannya juga mahal-mahal. Ruang tamunya sangat bagus, dengan interior yang serba mewah.


    "Ayo, segera sarapan .... Agar tidak tertinggal kapal yang menuju Bunaken." kata ibunya Putri.


    "Nanti kalau sudah tertinggal boleh sewa perahu ...." kata bapaknya.


    Mereka pun menikmati sarapan bubur Manado. Tentu agak tergesa, karena harus segera menuju dermaga untuk mengejar kapal yang hendak berangkat ke Bunaken. Putri dan Melian terburu-buru. Dan akhirnya selesai juga sarapannya. Menghabiskan sepiring bubur Manado. Dan langsung ke mobil, untuk berangkat menuju pelabuhan .


    Mobil Toyota Land Cruiser itu pun melaju cepat. Melintasi kawasan Boulevard, menuju Pelabuhan Kapal Cepat. Hanya sekitar sepuluh menit. Dan akhirnya, Putri dan Melian pun masih kebagian untuk naik kapal menuju Pulau Bunaken. Kapal itu sudah dipadati para wisatawan yang tentunya juga ingin menyaksikan keindahan Bunaken.


    Setelah kurang lebih tiga puluh menit perjalanan naik kapal dari Pelabuhan Manado, akhirnya sampailah di Pulau Bunaken. Beberapa perahu kecil sudah siap menunggu di bawah untuk menjemput para wisatawan yang ingin melakukan perjalanan ke spot-spot snorkeling, diving dan menikmati indahnya taman laut Bunaken dari perahu-perahu yang lantainya diberi kaca, sehingga bisa melihat ke dasar laut.


    Taman Nasional Bunaken merupakan salah satu destinasi wisata dunia yang berada di perairan laut sebelah utara Pulau Bunaken. Taman Laut Bunaken yang memiliki keindahan bawah laut, baik terumbu karang yang warna warni maupun ikan-ikannya yang sangat mengagumkan bagi siapapun. Taman Laut Bunaken ini bahkan sudah di akui oleh UNESCO sebagai situs warisan dunia yang harus dijaga.


    "Melian ....!!! Ayo aku foto dahulu ...!!" teriak Putri yang langsung ceprat-cepret memotret Melian.


    "Ya .... Nanti gantian ...." sahut Melian yang langsung mejeng.


    Ketika baru turun dari kapal, tentu Putri dan Melian langsung takjub oleh hamparan laut dan pantai dengan pasir putih kehitaman yang amat cantik. Mereka pun saling berfoto. Bahkan sempat meminta tolong orang lain untuk memotret mereka berdua. Tentu untuk kenang-kenangan tanda persahabatan.


    Setelah puas berfoto ria, mereka melanjutkan perjalanan menikmati Taman Laut Bunaken. Mereka pun naik perahu-perahu kecil yang akan membawa para turis ke tengah laut. Tentu di di taman lautnya. Tidak sedikit para turis yang langsung menyewa perlengkapan menyelam. Tentu mereka ingin menyaksikan keindahan dalam laut.


    Alam bawah laut Bunaken memang membuat siapapun tidak sabar untuk menikmatinya. Demikian juga Putri dan Melian. Mereka ingin segera menyaksikan keindahan alam bawah laut. Seperti para wisatawan yang lain, Putri dan Melian pun menyewa peralatan menyelam. Tentunya mereka juga ingin menyaksikan keindahan taman laut itu dari dalam, terjun ke laut. Di Bunaken ini ada banyak penyedia jasa sewa alat snorkeling. Selain itu, juga ada pendamping menyelam yang dilengkapi dengan alat penyelam dan instrukturnya. Dengan begitu, yang belum bisa atau masih takut menyelam, bisa didampingi hingga aman di dalam laut. Yang penting nanti setelah akan pulang, mereka sudah mendapatkan fotonya kalau dirinya sudah pernah menyelam di Taman Laut Bunaken. Semua ini akan sangat membantu para wisatawan melengkapi momen liburan secara sempurna. Termasuk Putri dan Melian.


    Sensasi dari menyelam ke bawah Laut Bunaken inilah yeng menjadi pengalaman tak terlupakan. Seperti yang sudah dilakukan oleh Melian dan Putri. Dua orang ini sudah menikmati keindahannya yang memukau. Berbagai jenis ikan warna-warni pasti ditemukan di dalam laut. Tak hanya itu, menyaksikan keindahan terumbu karang yang mempesona. Bentuk dari terumbu karangnya pun unik, yakni berupa tebing atau dinding yang menjorok ke arah bawah. Ini semua juga memberikan kekuatan iman, betapa agungnya Tuhan Yang Maha Kuasa telah menciptakan alam ini. Semakin dalam menyelam, Melian dan Putri dapat menyaksikan semua kekayaan dan keindahan alam bawah laut yang semakin menawan.


    Melian dan Putri, kembali berfoto, yang diambil oleh pemandu menyelamnya. Ya, para pemandu menyelam ini memang sudah siap dengan kamera-kamera khususnya, tentu untuk memfasilitasi para turis mengabadikan kenang-kenangannya. Mereka sudah mengabadikan keindahan persahabatan di balik moleknya Taman Laut Bunaken.

__ADS_1


__ADS_2