
Sopir truk box itu terus melaju. Jalanan yang halus dan lurus serta sepi, membuatnya merasa nyaman dalam mengendarai truknya. Apalagi di kanan kiri terdapat pohon-pohon yang menghijau, membuat betah dan teduh. Otomatis dua temannya yang tadi ketakutan, sudah tertidur pulas. Sehingga yang masih terjaga hanya sopir yang terus mengamati jalanan. Hingga tanpa terasa, matahari pun sudah menghilang. Hari sudah berganti malam. Dan kini sopir itu hanya mengandalkan lampu kendaraannya sebagai penerang jalan, karena kanan kirinya sangat gelap.
Kini capeknya sang sopir mulai terasa, dan juga rasa kantuk setelah seharian bergumul dengan ketegangan dan ketakutan.
"Dul ..., Njik ..., bangun ...!" kata si sopir itu membangunkan dua temannya yang ada di sampingnya.
Dua temannya itu tergagap bangun. Dan tentu kaget karena jalan yang dilewati sangat gelap, Hanya sorot lampu mobilnya yang mengenai aspal.
"Kita sampai di mana?" tanya teman-temannya.
"Tidak tahu .... Ini saya sangat capek dan ngantuk .... Bagaimana? Tidak ada minuman?" kata yang menyetir.
"Kita istirahat dulu saja ...." sahut temannya.
"Istirahat di mana? Ini jalanan sepi ...." sahut si sopir lagi, yang tentu tidak mau istirahat di tempat gelap gulita.
"Itu ..., di depan ada lampu terlihat terang. Mungkin kita sudah sampai di perkampungan." kata temannya.
"Oh, iya .... Akhirnya, kita sampai di tempat ramai. Pasti ini kita sudah masuk daerah Bojonegoro ...." kata sang sopir.
"Mungkin saja .... Kita sudah lama, setengah hari perjalanan. Kalau saja tadi kita lewatnya jalan raya, pasti sudah sampai dari tadi. Masalahnya kitan memilih jalan kampung, jadi agak lama ...." sahut temannya.
"Hop ..., hop ..., hop .... Stop di sini .... Ini tempat yang kelihatannya ramai." kata temannya yang minta berhenti.
Ya, mereka sudah sampai di tempat yang terang, banyak bangunan serta lampu-lampu yang terang benderang. Bahkan terlihat pula ada toko-toko dengan lampu yang bergemerlap sangat terang.
"Lhoh ..., ini penginapan, Bro .... Ada karaokenya .... Walah mujur banget kita .... Kita menginap di sini saja .... Lumayan bisa karaokean. Sekalian coba kita tawarkan barang-barang kita, siapa tahu ada yang mau beli." kata temannya yang duduk di sebelahnya.
"Wah ..., iya .... Ini losmen .... Itu juga ada beberapa mobil box .... Pasti para sales menginapnya di sini ...." sahut yang menyopir.
"Ayo turun .... Pesan kamar sama pesan makan. Senang-senangnya nanti, setelah makan." kata para perampok itu.
Lantas sang sopir truk box itu juga membuka pintu belakang. Menyuruh turun temannya yang setengah hari tersekap dalam box.
"Hoe ..., turun ...!! Tidur melulu ...!" kata sopir itu membentak temannya yang ternyata tidur.
"Iya, Bos .... Pusing ini, Bos .... Tidak bisa melihat apa-apa dan sumpek." dua orang yang ada dalam box belakang itu bangun dan turun.
"Huu ... achhh .... KIta makan-makan, Bos ...?" tanya yang satunya.
"Ya .... Pesan kamar, mandi ..., terus hepi-hepi .... Karaokean sama ngebir ...." jawab yang menyopiri pada dua rekannya yang baru saja turun dari box truk.
"Asyiiiik ......" tentu dua orang rekannya itu langsung gembira.
Dan setelah lima orang perampok itu masuk ke dalam penginapan, setelah memesan kamar untuk tidur, tentu karena rasa laparnya, mereka ingin segera makan.
"Mbak ..., kalau mau makan di mana?" tanya salah seorang diantara mereka.
"Di situ, Om .... Masuk saja ...." jawab perempuan muda yang menjaga bagian pelayanan atau front office sambil menunjukkan pintu masuknya.
"Kalau mau karaoke, di mana?" tanya yang satunya lagi.
"Di situ juga, Om ....Masuk saja di situ .... Nanti ada pemandunya ...." jawab perempuan itu lagi.
"Kalau mau minum bir, di mana?" tanya yang lainnya.
"Di situ juga, Om .... Pokoknya masuk saja di situ .... Apa yang diinginkan Om ada semuanya ...." jawab perempuan itu lagi.
"Wuah .... Asyik, ini ...." sahut yang lainnya merasa senang. Dan malam itu, mereka akan bersenang-senang.
Mereka berlima, yang sudah menahan lapar, langsung masuk ke ruangan yang ditunjukkan oleh perempuan muda yang menjaga lobi hotel tersebut. Dan ternyata, di ruang yang ditunjukkan itu benar-benar ruangan yang sangat mewah. Ruangan yang dilengkapi dengan meja bundar dan kursi-kursi yang mengelilingi. Ada lampu yang menggantung di atas meja itu dan menyorot khusus di meja yang digunakan untuk menyajikan berbagai macam makanan. Berbagai macam menu ada di meja itu. Tinggal memilih dan mengambil yang diinginkan. Di situ sudah banyak orang yang bersenang-senang.
"Mbak ..., ini kalau mau beli makanan ke mana, dan harganya berapaan?" tanya salah seorang komplotan perampok pada perempuan seksi yang sudah duduk di ruang itu.
"Ambil saja sesukanya .... Ini semua diberikan gratis kepada pengunjung di sini." jawab perempuan seksi yang duduk merangsang itu.
"Asyiiiik ......."
Lima orang itu langsung makan-makan sepuasnya. Menikmati segala macam makanan yang disajikan di meja yang dihadapinya. Tentu sangat lahap dan habis banyak. Mumpung ada kesempatan yang sangat mengenakkan, jangan disia-siakan. Begitu kata mereka. Dan mereka pun sangat kekenyangan.
__ADS_1
"Kita masuk kamar?" tanya salah seorang yang sudah menyelonjorkan kakinya karena kekenyangan.
"Hah ..., nanti dulu .... Sayang melewatkan suasana yang menyenangkan ini. Coba kamu lihat ke sana itu .... Orang-orang pada berjoget dan nyanyi-nyanyi. Kamu lihat itu ..., biduannya cantik dan seksi .... Masak mau senang-senang kok malah tidur ...." kata yang lain.
"Iya .... Eman-eman .... Mumpung ada kesempatan .... Nanti kalau mau tidur, kita ngajak perempuan masuk kamar ...." sahut yang lainnya.
"Maaf, Om .... Mau minum bir apa arak ....? Congyang juga ada ...." tiba-tiba perempuan cantik dan seksi yang mengenakan rok mini dengan belahan hingga pantat, mendatangi lima orang yang masih duduk mengintari meja bundar tempat makannya itu.
"Hah ..., memang boleh mabuk di sini?" tanya salah satu dari para perampok itu.
"Di sini bebas, Om .... Mau apa saja boleh .... Tidak ada yang melarang ...." kata perempuan seksi itu.
"Kalau ingin bermesraan dengan gadis-gadis boleh juga?" tanya yang satunya lagi.
"Boleh, Om .... Mau ditemani lima perempuan sekaligus juga tidak apa-apa ...." sahut perempuan seksi yang menuangkan minuman arak ke gelas yang sudah diletakkan di meja para perampok itu. Sengaja perempuan itu agak membungkukkan badannya saat menuang minuman, sehingga pakaiannya yang memang seksi itu sudah menampakkan bagian dadanya.
Tentu lima laki-laki bermoral bejat itu langsung terangsang dengan penampakan dada perempuan seksi itu. Bahkan ada yang sengaja menengok bagian belakangnya, yang saat gadis itu membungkuk, roknya langsung tertarik ke atas. Dasar mata laki-laki bermoral bejat.
Setelah menuangkan arak, perempuan seksi tadi terus menuju ke meja bar. Namun bagi lima laki-laki itu langsung didatangi lima perempuan, yang semuanya cantik dan seksi. Pakaiannya lebih minim. Tentu lebih menggugah gairah lima laki-laki yang sudah meminum segelas arak. Apalagi godaan wanita itu benar-benar kelewat batas. Mereka langsung pada duduk di pangkuan lima laki-laki itu. Satu persatu dapat cewek semua. Dan pastinya, tangan para perempuan itu sudah menelusur ke mana-mana menggoda mangsanya.
"Dul ..., yang ini gratis apa bayar ...?" tanya laki-laki yang menyopiri truk box itu.
"Tidak usah ragu, Om .... Jangan khawatir .... Di sini tidak ada yang harus membayar .... Kalau Om-om ini bisa memuaskan kami, justru akan kami bayar ...." tiba-tiba perempuan itu tahu pikiran para perampok itu yang maunya pasti enaknya saja.
"Yang bener ...?!" tanya salah satu komplotan perampok itu.
"Kalau misalnya aku maunya sama biduan yang goyang-goyang itu, boleh nggak ...?" tanya yang satu lagi.
"Boleh, Om ...." Perempuan yang duduk di pangkuannya itu langsung berdiri dan menuju ke biduan yang sedang menyanyi sambil menggoyang pinggulnya.
Sebentar kemudian, biduan itu sudah mendatangi laki-laki itu. Tidak duduk di pangkuannya. Tetapi biduan itu langsung menarik tangan laki-laki itu, dan diajak masuk ke kamarnya. Tentu empat orang lainnya juga tidak mau ketinggalan. Mereka pun langsung menggandeng cewek-cewek yang sudah lengket di tubuhnya. Mereka berlima masuk ke kamarnya sendiri-sendiri. Malam itu mereka benar-benar bersenang-senang, memuaskan nafsu bejatnya.
*******
"Ada truk kesasar ...!!" teriak seorang warga yang mencari kayu bakar di tengah hutan.
"Hah ...? Apa ...?!" tanya warga yang lain.
"Masak, sih ...?! Di mana ...?!"
"Itu .... Di sana .... Di tengah hutan ...."
"Lhah ..., kok bisa ...?! Lewat mana ...?!"
"Kok aneh .... Tidak ada jalannya kok bisa masuk ke tengah hutan. Terus lewatnya mana ...?!"
"Iya .... Dan juga tidak ada bekas ban ...."
"Kok aneh, ya ...."
"Walah .... Itu pasti diblusukkan demit Alas Jatirogo."
"Laporkan polisi ...!"
"Ya ...!!"
"Ayo kita tengok ...!"
"Nanti .... Tunggu polisi datang."
Pagi itu, Alas Jatirogo ramai dengan penemuan truk box yang masuk di tengah hutan rimbun serta dipenuhi semak belukar. Tidak ada bekas jalan dan tidak mungkin dilalui oelh sebuah kendaraan. Jangankan truk box yang cukup besar, sepeda motor saja tidak bisa lewat. Hutan itu cukup lebat dengan tetumbuhan yang sulit untuk dilewati. Orang akan masuk saja sudah susah melintasi semak belukar yang rimbun menutup tempat itu. Tetapi kejadian ini memang aneh. Sebuah truk box bisa berada di tengah hutan lebat tanpa ada bekas jalan yang dilewatinya. Warga masyarakat langsung berbondong-bondong ke tepian Alas Jatirogo, untuk menyaksikan truk box yang tersasar di tengah hutan tersebut.
Beberapa saat kemudian, petugas kepolisian berdatangan. Tentu ingin menindaklanjuti laporan warga kalau ada yruk box yang keblusuk di tengah Alas Jatirogo.
"Apa sudah ada yang melihat ke sana?" tanya petugas polisi yang menyanyai para warga yang ramai menonton.
"Belum, Pak .... Tidak bisa masuk .... Ini belikarnya terlalu rimbun, susah dilewati."
"Nunggu Pak Polisi ...."
__ADS_1
"Iya, Pak .... Takut kalau ada apa-apa ...."
"Ya, baik .... Sekarang kami minta tolong, yang membawa sabit mohon bisa membantu untuk membabat semak-semak belukar ini, buat jalan masuk ke truk itu." kata petugas kepolisian itu.
"Siap, Pak ...." sahut para warga yang langsung membabat belukar, untuk membuat jalan menuju ke truk yang nyasar itu. Mereka beramai-ramai membabati belukar. Sehingga dalam waktu sekejap, sudah terbentuk jalan untuk melintas ke tengah hutan.
"Ayo kita lihat ...!" para warga itu langsung ingin mendekat, menyaksikan truk box yang nyasar itu dari dekat.
Polisi sudah melangkah duluan, dengan dipandu oleh warga yang membawa sabit sambil membabat belukar-belukar liar yang menghalangi jalannya. Dan begitu sampai pada truk yang berada di tengah hutan tersebut, petugas kepolisian itu langsung membuka pintu sopir.
"Tidak ada orangnya ...." kata polisi yang menengok ke jok depan.
"Apa mungkin sopir dan kernetnya sudah pada pergi?" tanya polisi yang satunya.
Lantas petugas polisi itu menengok bagian belakang box. Kemuadian membuka pintu box yang ternyata tidak dikunci.
"Walah .... Muatannya masih penuh .... Membawa sembako ...." kata petugas yang membukanya.
Kemudian petugas yang satunya mencoba naik ke box itu, tentu ingin memastikan bagian dalamnya.
"Tidak ada orangnya .... Muatan masih utuh ...." kata polisi yang melihat ke dalamnya.
"Lhoh, Pak ...., kok ada goloknya ...?!" tiba-tiba saja salah seorang warga yang mendekat ke belakang box itu, melihat ada golok yang tergeletak di timbunan barang-barang itu.
"Lhoh, lha kok iya ...?! Ada lima buah golok .... Lhah .... Yang satu malah ada bekas darah. Sudah mengering, tapi ini jelas bekas darah ...." kata petugas polisi yang sudah mengamati golok-golok itu.
"Wah .... Ini mencurigakan, Ndan .... Tolong warga agak mundur ...." kata polisi itu yang mulai curiga deng truk box tersebut.
"Pak .... itu sepertinya topeng kopyah, Pak ...." kata warga lainnya yang melihat ada tumpukan semacam kain kopyah di pojok bawah.
Petugas polisi itu meraih kain yang dimaksud. Dan setelah diamati, ternyata benar, itu kopyah penutup wajah. Besar dugaan polisi, kalau box ini adalah hasil perampokan.
"Pak Polisi ...! Ini ada orang tergeletak di sini ...!" teriak salah satu warga yang melihat ada tubuh terbujur.
"Lhah ..., di sini juga ada orang tergeletak, Pak ...!!" yang lain juga berteriak menemukan sosok orang tergeletak.
Para warga dan petugas kepolisian itu pun langsung mengamati laki-laki yang terbujur kaku di atas semak belukar. Dua orang laki-laki itu sudah tidak bernyawa.
"Sudah mati, Ndan ...." kata polisi yang mengamati pada rekannya yang dipanggil Ndan, mungkin komandannya atau atasannya.
"Ada lukanya apa tidak ...?" tanya polisi yang satunya.
"Tidak ada .... Mayatnya utuh." jawab polisi yang mengamati.
"Pak Polisi ...! Di sini ada korban lagi ...! Dia telanjang tanpa pakaian ...!" seorang warga kembali menemukan mayat yang terbujur kaku tanpa pakaian.
Orang-orang pun langsung berkerumun menyaksikan mayat yang baru ditemukan itu. Demikian juga petugas polisi yang langsung mengamati kondisinya.
"Pakaiannya tergeletak di sini .... Ini ada celana dan kaos ...." kata warga yang lain.
"Bukan .... Ini pakaiannya yang di sini .... Ini ada lagi dua orang berjejeran .... Telanjang semua ...." sahut warga yang lain lagi, yang juga menemukan mayat tanpa pakaian.
"Pak ..., yang di sini parah ...!!" teriak warga yang baru saja menemukan dua mayat berjejeran itu.
"Parah bagaimana ...?" tanya petugas kepolisian yang langsung menghampiri.
"Ini ..., Pak .... Coba lihat .... Sebagian wajahnya hancur ...." kata warga yang melihat.
"Hiii .... Menakutkan ...." beberapa wanita yang ikut menyaksikan langsung ketakutan.
"Pak Polisi ...!! Ada kelabangnya, Pak ...! Banyak kelabang yang menggerogoti mayat itu ...!" teriak warga yang ngeri saat menyaksikan kelabang-kelabang merah keluar masuk di mulut, hidung dan telinga mayat itu.
"Hiii .... Mengerikan .... Awas jangan dekat-dekat, kalau kelabang itu menggigit kita ...!!" teriak yang lain, mengingatkan para warga.
"Hiii .... Aku takut ...."
Ya, memang dua mayat yang terakhir ditemukan itu kondisinya sangat mengenaskan. Rupanya wajah mayat-mayat itu sudah digerogoti kelabang-kelabang yang besar-besar. Bahkan hewan berkaki seribu itu sudah masuk ke dalam tubuh dua mayat yang telanjang tersebut. Entah jumlahnya ada berapa kelabang yang keluar masuk lewat hidung, mulut dan telinga. Bahkan ada juga yang sudah memakan bagian mata mayat itu. Dan yang paling ngeri lagi, beberapa kelabang sudah keluar masuk melalui dua lubang bagian bawah laki-laki itu. Dan tentu tulang rawan yang menggandul di bawah itu menjadi sasaran empuk bagi kelabang-kelabang untuk memangsanya. Sangat mengerikan.
"Tolong semuanya minggir ...!! Hati-hati ada binatang berbahaya ...!! Jangan mendekat ...!!" teriak petugas kepolisian itu untuk mengantisipasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan pada warga.
__ADS_1
"Halo ..., halo ...! Lima korban meninggal .... Di Alas Jatirogo .... Segera lakukan evakuasi." salah satu petugas mengubungi kantornya, meminta bantuan untuk evakuasi mayat-mayat yang bergelimpangan menyedihkan.
Para perampok itu sudah mencapai ajalnya dengan kondisi yang mengenaskan. Tentu ini semua adalah hukuman dari Yang Maha Wenang.