Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Roh


__ADS_3

"Fernanse, kau mengetahui banyak teknik yang tidak berasal dari dunia ini. Dan meskipun kau tinggal di dunia ini namun mengapa kau tidak banyak mengetahui tentang dunia ini?"


Mendengar pertanyaan dari Zen, Fernanse hanya tersenyum tipis. Senyuman itu menggambarkan seolah- olah Fernanse sudah tau kalau pertanyaan ini akan datang suatu hari nanti.


"Tidak ada gunanya menyembunyikannya lebih lama lagi. Baiklah aku akan memberitaumu."


Fernanse menghilang kan senyuman tipis yang ada diwajahnya, Lalu dia pun segera berbicara.


"Seperti yang kau tau Roh adalah sebuah kehidupan spiritual jadi kami tidak dapat tinggal di dunia ini dalam waktu yang lama."


Kehidupan spiritual adalah bentuk kehidupan yang tidak memiliki bentuk fisik, mereka tidak dapat tinggal di dunia ini dengan bebas.


"Kau pasti juga tau bukan kalau pada awalnya aku hanya lah sebuah jiwa tanpa tubuh?"


"Iya aku tau, begitu kau dikeluarkan dari tubuhmu kau hanyalah sebuah jiwa."


"10 tahun pertama kehidupanku sebagai jiwa aku dapat tinggal di dunia ini dengan tenang tanpa mengetahui apapun. Namun setelah itu...."


Fernanse berhenti berbicara sebentar, lalu dia mulai berbicara lagi.


"Setelah itu dunia menolak keberadaan ku dan dia mengirimku kedunia para roh berada."


Dunia para roh adalah dunia yang didalamnya dipenuhi oleh kehidupan dalam bentuk spiritual. Disana sama sekali tidak ada mahluk hidup yang memiliki bentuk fisik. Setiap roh yang digunakan oleh semua ras berasal dari dunia itu.


Roh juga sangat berbeda dengan jiwa, Untuk tetap dapat memiliki wujud di dunia ini Sebuah roh harus memakai mana dalam jumlah yang besar. Karena itulah mereka biasanya hanya dapat bertahan sebentar di dunia ini.


Sedangkan sebuah jiwa dapat tinggal di dunia ini dengan menggunakan tubuh manusia atau ras lainnya untuk dapat bertahan. Hal itu sama seperti yang dilakukan oleh para pewaris sebelumnya didalam tubuh Zen. Dan sebuah jiwa tidak dapat pergi ke dunia para roh berada.


Namun ada cara lain untuk roh dan jiwa dapat tinggal didunia ini, yaitu Mereka harus memiliki sebuah wadah yang merupakan sebuah tubuh fisik. Ini sama seperti ketika Fernanse kembali ke tubuhnya.


"Lalu begitu kau masuk kedunia itu kau langsung berubah menjadi roh?"


"Bisa dibilang begitu, dan karena aku lebih bagus dalam sihir tipe kegelapan aku menjadi roh kegelapan."


"Hmm,begitu ya. Apa selama kau berada di dunia itu kau sama sekali tidak mendapatkan informasi apapun tentang dunia ini?"

__ADS_1


"Ada, aku ada mendapatkan sedikit informasi. Aku mendapatkan informasi tentang asal usul dari kekuatan yang ada di tubuhmu itu Zen!"


"Jika tentang asal usul kekuatan ini pun aku juga mengetahuinya."


"Apa kau berbicara tentang 10 pecahan kekuatan itu?"


10 pecahan kekuatan itu kini dimiliki oleh 10 leluhur vampire.


"Iya, bukankah juga itu yang kau bicarakan?"


"Memang aku membicarakan hal itu. Lalu apakah kau tau siapa pemilik kekuatan itu yang sebenarnya?"


Dengan senyuman tipis dengan kesan terlihat sedikit sombong Fernanse bertanya kepada Zen.


"Entahlah, sejauh yang aku tau itu adalah kekuatan tanpa pemilik."


"Sayang sekali kau salah, itu adalah pecahan kekuatan seseorang yang kabur."


"Seseorang? Apa kau siapa orang itu?"


"Tidak, hanya roh tingkat tinggi yang namanya. Sedangkan para roh tingkat rendah sampai menengah hanya mengetahui hal itu saja."


"Begitu ya."


Zen sedikit kecewa dengan jawaban Fernanse, bagaimanapun juga dia sangat ingin mengetahui pemilik sebenarnya dari kekuatan besar yang sekarang dimiliki oleh 10 leluhur vampire.


"Fernanse, apakah ada cara untuk dapat mengetahui nama orang pemilik kekuatan ini?"


"Ada, untuk dapat mengetahui nya kau harus datang kedunia itu."


"Dunia itu, apa yang kau maksud dunia para roh?"


"Tidak, itu adalah dunia....."


Fernanse berhenti berbicara, dia ragu ragu untuk mengatakannya kepada Zen. Fernanse berfikir kembali apakah dia akan memberitau Zen tentang dunia yang dimaksud atau tidak.

__ADS_1


"Kurasa aku tidak memberitaumu Zen. Aku tidak memiliki hak sebesar itu hingga dapat memberitaumu."


Fernanse memutuskan untuk tidak memberitau Zen, selama dia berfikir Fernanse merasakan bahaya yang belum dia pernah rasakan sampai sekarang.


"Begitu ya."


"Maafkan aku Zen, aku benar benar tidak dapat memberitahumu."


Firasatnya mengatakan kalau dia memberitau Zen, maka dirinya akan mendapatkan sebuah penyiksaan yang membuatnya lebih memilih untuk mati.


"Tidak apa Fernanse, aku dapat memahami yang kau khawatirkan."


"Terima kasih Zen. Namun kau tidak perlu khawatir Zen, saat waktunya tiba kau pasti akan dapat mengetahui nama orang itu."


"Sepertinya kau sangat yakin tentang hal itu Fernanse."


"Yah bukan berarti aku yakin 100 persen, namun aku yakin kalau hari itu pasti akan datang. Bahkan kurasa nona Irene setuju dengan perkataanku."


Mereka berdua melihat kearah Irene. Irene terus melihat kearah telapak tangan kanannya. Matanya yang seharusnya berwarna hijau giok kini berubah menjadi biru langit yang sangat terang.


"Perkataan ku benar bukan nona Irene?"


Irene berhenti melihat kearah telapak tangan nya, dia memejamkan matanya selama beberapa saat lalu membukanya kembali. Matanya yang tadinya berwarna biru terang kini secara perlahan kembali menjadi warna hijau giok.


"Memang benar hari itu pasti akan tiba. Hanya saja saat hari itu tiba pemerannya akan berganti menjadi dirinya yang sebenarnya."


Irene berbicara kepada Fernanse dan Zen dengan pelan.


"Begitu ya, aku baru hidup selama 500 tahun jadi aku tidak terlalu mengerti tentang hal itu ataupun tentang aturan semua dunia."


"Sebenarnya apa yang kalian berdua bicarakan? Aku sama sekali tidak dapat mengerti sedikitpun."


Bahkan dengan kecerdasan yang dia miliki Zen sama sekali tidak mengerti tentang apa yang sedang dibicarakan oleh Irene dan Fernanse.


"Kau tidak perlu khawatir, suatu hari nanti kau pasti akan mengerti tentang apa yang kami bicarakan."

__ADS_1


"Itu benar yang mulia, untuk saat ini anda tidak perlu memikirkan hal ini. Karena hari itu pasti akan datang."


__ADS_2