
Hari telah berganti, hari ini adalah hari pertemuan perwakilan semua ras. Zen membuka Gate pergi menuju kastil Elizabeth, disana Elizabeth dan Argares telah menunggunya.
"Nona Elizabeth, apakah anda tau lokasi pasti tempat pertemuan itu?"
"Tidak, tapi pasti nanti akan ketemu."
"Baiklah kalau begitu, jadi siapa yang akan membuka gate? Apakah anda yang melakukannya atau saya?"
"Apa kau pernah kepadang rumput itu?"
"Ya, lagi pula untuk kemenara Ai harus melewati Padang rumput itu."
"Kalau begitu kau yang akan membukanya."
Zen langsung membuka gate nya, mereka bertiga memasuki gate itu. Mereka keluar disebuah Padang rumput yang luar, bahkan sejauh apapun mata memandang mereka masih dapat melihat Padang rumput itu dan sebuah gunung yang besar.
"Jadi kemana kita akan pergi Nona Elizabeth?"
"Kurasa kita akan pergi kesana."
Elizabeth langsung berlari kearah depannya dengan cepat, Zen dan Argares mengikutinya dari belakang.
Elizabeth bukan bergerak dengan sembarangan, dia merasakan energi besar yang berasal dari kaisar naga.
Setelah beberapa saat berlari, mereka akhirnya berhenti, didepan mereka telah berdiri sebuah tenda yang besar.
Zen melihat keatas langit, ada beberapa naga tua yang berterbangan, kekuatan naga naga itu setidaknya hampir sama dengan vampire tingkat tinggi.
Jauh didepan Zen dapat merasakan banyak manusia yang berkumpul, dia juga merasakan beberapa pedang suci dan terkutuk ada diantara kumpulan manusia itu.
Disisi kiri Zen dapat Merasakan kekuatan yang sangat besar, disana adalah tempat berkumpulnya kaisar naga dan raja naga.
Sedangkan disisi kanan Zen dapat melihat beberapa raja iblis peringkat tinggi, dan juga beberapa jendral iblis dan pasukan yang terdiri dari iblis iblis tingkat tinggi.
"Nona Elizabeth, bukankah situasi ini sedikit berbahaya?"
Meski mereka bertiga adalah leluhur tingkat tinggi, namun jika mereka melawan semua pasukan itu tetap saja berbahaya bagi mereka bertiga.
"Memang benar ini berbahaya, karena itu kau bawalah pasukanmu kesini."
"Mengapa pasukan saya?"
Zen sedikit binggung dengan perintah Elizabeth, dalam hal kekuatan pasukan milik Elizabeth dan Argares jauh lebih kuat dari pasukannya.
__ADS_1
"Bukankah hanya pasukanmu yang siap saat ini, pasukan milik kami akan butuh waktu lama untuk bersiap."
"Baiklah kalau begitu."
Zen langsung membuka gate memasukinya. Gate terbuka diruang latihan, dan kebetulan disana ada Taks yang sedang berlatih. Dengan cepat Zen langsung mendekati Taks. Taks yang melihat Zen menuju kearah nya dengan cepat pun sedikit terkejut.
"Ada apa yang mulia?"
"Kebetulan kau ada disini Taks, segara kumpulan beberapa prajurit tingkat tinggi."
"Apa kita akan berperang yang mulia?"
"Ya, karena itu cepat kumpulkan mereka dalam waktu singkat. Sedikitpun tidak apa apa."
"Baiklah yang Mulia."
Taks langsung pergi untuk mengumpulkan beberapa prajurit tingkat tinggi. Setelah beberapa saat Taks akhirnya kembali dengan 15 orang yang ada dibelakang nya.
Ke 15 orang itu bukankah prajurit tingkat tinggi biasa, mereja adalah para jendral dan wakil jendral pasukan Zen.
"Hanya segini yang dapat saya kumpulkan Yang mulia."
"Tidak masalah, kerja bagus Taks."
Zen langsung membuka Gate dan menyuruh mereka semua memasuki Gate itu.
"Hebat sekali kau bisa mengumpulkan mereka semua dalam waktu singkat."
"Ini hanya keberuntungan. Lalu bagaimana situasi disini?"
"Perwakilan dari ke 3 ras telah masuk kesana."
"Begitu ya, lalu apakah kita akan masuk sekarang?"
"Karena kau sudah datang, tentu saja kita akan masuk sekarang."
Elizabeth dan Argares berjalan duluan menuju tenda itu, sedangkan Zen menyuruh para jendral dan wakil jendral miliknya untuk menuggu ditempat.
Setelah itu Zen langsung menyusul Elizabeth dan Argares. Zen memasuki tenda yang merupakan tempat pertemuan.
Didalam sudah ada orang yang yang merupakan perwakilan dari setiap ras, Zen berdiri dibelakang Elizabeth yang duduk.
Zen melihat kearas perwakilan dari ras manusia, disana Zen dapat melihat 3 wajah yang sangat tidak asing baginya. 3 orang itu adalah Iris, Kufa dan Etger, ketiga orang itu sama sama pemilik pedang suci sekaligus pemilik dari pelayan yang milik Zen.
__ADS_1
"Jadi apa alasan anda mengumpulkan kami semua disini tuan kaisar naga, Abrials."
Sang raja iblis peringkat pertama Galios bertanya dengan sedikit mengeluarkan aura intimidasi. Dibelakang raja iblis Galios berdiri 2 orang raja iblis, mereka ber 2 adalah raja iblis peringkat ke 2 Dahlia yang merupakan seorang lelaki gagah dan raja iblis peringkat ke 4 Keina yang merupakan seorang perempuan cantik.
"Saat kita bertanya kepada seseorang kita harus bersikap sedikit sopan, jadi bisakah anda menghilangkan aura yang anda keluarkan itu tuan raja iblis."
Sambil memeluk pedang suci miliknya, Iris berbicara kepada Galios.
"Gadis kecil itu benar, bagaimana bisa seorang raja iblis tidak mengerti hal itu?"
Dengan sebuah senyuman yang sedikit mengejek Elizabeth melihat kearah Galios.
"Itu sebuah Hinaan atau sebuah pertanyaan?"
Galios menatap Elizabeth dengan tajam.
"Entahlah, bukankah itu tergantung padamu."
Disatu sisi perkataan Elizabeth bisa dianggap sebagai sebuah pertanyaan dan disisi lain itu bisa dianggap sebagai sebuah Hinaan. Sekarang tergantung pada Galios dia akan memilih sisi yang mana.
"Kalau begitu saya akan menganggap sebagai sebuah pertanyaan."
"Pilihan yang bagus."
"Jadi Abrials, kau masih belum menjawab pertanyaaku yang tadi."
"Hmm, pertanyaan yang mana ya?"
"Apa kau mempermainkan diriku Abrials?"
Galios mengeluarkan aura yang jauh lebih kuat dari yang sebelumnya. Ke 2 raja iblis yang dibelakangnya langsung mengikuti Galios, mereka berdua juga mengeluarkan aura yang cukup besar.
merasa tidak ingin kalah dari para raja iblis, Raja naga merah dan raja naga hitam juga mengeluarkan aura milik mereka. Kaisar naga yang merupakan penyebab hal ini terjadi hanya tersenyum kecil seolah olah tidak ada masalah yang terjadi.
Disisi perwakilan manusia, Kufa dan Ether telah bersiap untuk mengeluarkan pedang mereka, sedangkan Iris hanya duduk dengan santai sambil memeluk pedangnya.
"Tuan kaisar naga, kau harus menghentikan mereka. Atau tidak pasukan kalian yang diluar akan menjadi kacau."
Elizabeth memberikan saran kepada Abrials, bagaimanapun para pasukan yang diluar lebih mudah terprovokasi dari pada mereka yang ada didalam tenda ini.
Bisa saja sebelum para perwakilan ini belum menyatakan perang namun para pasukan mereka yang diluar sudah memulai perang terlebih dahulu.
"Kalau begitu mengapa tidak anda saja yang melakukannya nona leluhur ke 2."
__ADS_1
"Jika itu mau mu, maka aku akan melakukannya."
Elizabeth berdiri, dia mengalirkan sedikit kekuatannya ketangan kanannya. Lalu dengan keras Elizabeth memukul sebuah meja besar yang ada didepannya.