
*********
Zen terkena pukulan Zmei hingga terhempas keluar tenda, Argares dengan sebuah senyuman lebar diwajahnya mengeluarkan pelayanya dan menyerang mereka semua yang ada ditenda itu.
Sebuah ledakan terjadi, tenda tempat pertemuan telah hancur dan debu debu berterbangan.
"Itu serangan yang luar biasa Argares, hampir saja itu membunuhku."
"Jika serangan itu dapat membunuhmu kau pasti sudah mati sejak lama Elizabeth."
Puluhan bola api berwarna biru yang memiliki diameter 1 meter menghujani mereka berdua. Sekali lagi sebuah ledakan besar terjadi, akibat dari ledakan itu Argares dan Elizabeth menerima sebuah luka kecil.
"Elizabeth!!!"
Abrials meneruskan nama Elizabeth dan langsung menyerangnya. Elizabeth tidak terlalu hebat dalam hal kekuatan Fisik, dia lebih hebat dalam hal sihir jadi dia terus menghindari serangan Abrials sambil menggambar lingkaran sihir dilangit.
Sementara itu Argares terus beradu pukulan dengan Daelus, kekuatan Argares yang jauh dari kuat darinya membuat Daelus menerima luka yang cukup parah.
Para raja iblis melawan para pahlawan yang ada. Mereka semua bertarung dengan sengit, ledakan ada dimana mana. Padang rumput yang tadinya tampak indah kini berubah menjadi sebuah tempat yang dipenuhi kehancuran.
Abrials yang dipenuhi oleh amarah terus menerus menyerang Elizabeth, dia sangat merah saat mengingat tentang kota yang hancur akibat pertarungan antara dirinya dan Elizabeth waktu itu.
Amarah itu membuat Abrials hanya fokus pada Elizabeth dan mengabaikan sekitarnya, akibatnya Elizabeth dapat dengan mudah membuat banya lingkaran sihir untuk menyerangnya dari berbagai arah.
Lingkaran sihir yang dibuat Elizabeth mulai aktif, berbagai sihir keluar dari lingkaran itu. Sihir bola petir hitam, bola api hitam, anak panah kegelapan, yang sihir lainnya terus menerus menyerang Abrials tanpa henti.
Yang terakhir Elizabeth mengaktifkan lingkaran sihir besar yang dia gambar dilangit, ribuan es tajam keluar dari lingkaran sihir itu dan menyerang Abrials.
Setelah beberapa saat semua lingkaran sihir yang Elizabeth buat akhirnya berhenti mengeluarkan sihir, debu debu yang berterbangan disekitar Abrials pun mulai menghilang.
Abrials masih berdiri dengan tegap meski ada banyak es lancip yang menempel di badannya.
__ADS_1
"Hahaha, seperti biasa tubuh ini sangatlah lemah."
Abrials tertawa sambil mengeluarkan darah dari mulutnya.
"Saat menggunakan tubuh itu kau sangatlah ceroboh Abrials."
Elizabeth telah bertarung dengan Abrials sebanyak puluhan kali, dan Elizabeth tau kalau Abrials akan sangat ceroboh saat dia menggunakan wujud humanoidnya.
"Hahaha, kurasa sudah saatnya aku berhenti bentuk."
Aura gelap yang sangat padat mengelilingi Abrials, ini adalah pola yang sama seperti sebelumnya. Saat dalam bentuk humanoid Abrials hanya fokus untuk menyerang dan tidak peduli dengan pertahanan. Kemudian ketika tubuh humanoidnya telah terluka cukup parah, Abrials akan mengambil bentuk naganya.
Hanya dalam hitungan detik, Abrials telah kembali kewujud naganya. Abrials meraung dengan sangat kuat hingga semua orang yang disana dapat mendengarnya.
Disisi lain Argares sedang tersedak melawan 3 raja naga, pertarungan mereka sangat berat sebelah. Setiap kali Argares berhasil menyerang 1 raja naga, maka raja naga yang lain akan menyerangnya.
Argares terkena serangan Legion hingga membuatnya terhempas sampai ketempat Elizabeth.
Elizabeth melihat Beberapa bagian ditubuh Argares terluka, namun luka itu langsung menutup kembali.
"Bukankah kau juga kesulitan Elizabeth?"
Argares melihat Abrials telah berubah kewujud naganya, saat Abrials dalam wujud naganya Elizabeth yang saat ini bukanlah tandingannya.
"Ya memang aku sedikit kesulitan, tapi bukankah ini yang kita inginkan?"
"Ya, kau benar."
Sesuatu yang dapat menghilangkan kebosana dari hidup dengan umur yang abadi, sebuah pertarungan dengan mempertaruhkan nyawa. Itulah yang mereka inginkan, tidak mungkin lebih tepatnya itulah yang diinginkan oleh kebanyakan leluhur vampire.
"Bagaimana jika kita sedikit lebih serius Argares?"
__ADS_1
"Mungkin itu bukan ide yang buruk, kalau begitu ayo lakukan sekarang."
Sebuah aura kegelapan besar yang mengamuk mengelilingi Argares dan Elizabeth, warna mata mereka berubah menjadi merah darah. Sebuah taring muncul digigi mereka, mereka berdua jauh terlihat lebih ganas dari yang Sebelumnya.
Aura besar yang ada disekitar mereka secara perlahan mulai tenang dan kembali masuk kedalam tubuh mereka.
Mereka ber 2 langsung bergerak dengan sangat cepat, dalam hitungan detik Elizabeth telah berada didepan kaisar naga, sedangkan Argares telah memukul Daelus dengan sangat kuat.
Pertarungan jauh lebih dahsyat dari pada yang sebelumnya, dalam radius 1 km tidak ada yang beradu mendekati mereka.
Elizabeth terus menerus menyerang Abrials dengan sihir sekaligus dengan pelayannya, Abrials membalas serangan Elizabeth dengan semburan api miliknya.
Disisi lain ketiga raja naga yang melawan Argares mengalami kesulitan, mereka kemudian langsung berubah menjadi bentuk naga.
Secara bersamaan ketiga raja naga itu menyerang Argares, Argares terkena serangan mereka dan terhempas jauh. Dia memuntuhkan cukup banyak darah dari mulutnya, meski begitu Argares hanya tersenyum lebar dan tertawa.
Argares dengan cepat langsung kembali ketempat ketiga raja naga berada. Argares menjadi sedikit menggila, dia secara brutal menyerang ketiga raja naga itu.
Serangan brutal Argares tidak memiliki pola, hal itu membuat para raja naga kesulitan untuk memprediksi pergerakan Argares.
Argares terus menerus menyerang para raja naga tanpa gagal sedikitpun, para raja naga berada didalam situasi yang terburuk. Mereka mendapatkan banyak luka ditubuhnya.
Disisi lain, Elizabeth akhirnya berhasil membuat Abrials terluka. Serangan Elizabeth memaksa Abrials untuk menginjakkan kakinya di tanah.
"Aku meremehkan dirimu Elizabeth, kau sudah jauh lebih kuat dari yang sebelumnya. Tapi kau masih belum dapat membunuhku."
Aura gelap kembali mengelilingi Abrials, tubuhnya menjadi sedikit lebih besar dari yang sebelumnya.
Abrials bersiap untuk menyerang Elizabeth, namun sebuah ledakan besar terjadi didepannya.
Debu debu yang ada ditempat ledakan itu perlahan mulai menghilang, Elizabeth dan Argares terkejut dengan apa yang mereka lihat.
__ADS_1
Disana mereka melihat Zen yang memuntahkan banyak darah.