Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Ruangan Yang Gelap


__ADS_3

Dimana ini? Semuanya dikelilingi oleh kegelapan tanpa ada sedikitpun cahaya. Aku ingat aku pernah merasakan sesuatu yang persis seperti ini, situasi dimana aku tidak dapat melakukan apa apa. Saat itu hati dan pikiranku dipenuhi oleh keputusasaan, jika dia tidak memberikanku sebuah harapan dan alasan untuk melanjutkan hidup maka mungukin aku sudah mati.


Tapi dia itu siapa? Aku sama sekali tidak dapat mengingat tentangnya, mau itu suara, wajah dan namanya aku tidak dapat mengingat siapa dia. Lagi pula mengapa aku bisa berada disini, ditempat yang dipenuhi kegelapan ini. Aku bahkan tidak dapat kaki maupun tanganku sendiri.


"Kau sudah bangun ya?"


Ada suara yang bertanya padaku dengan nada yang lembut sepeti seorang perempuan, namun didalam kegelapan ini aku tidak dapat melihat siapa yang bertanya padaku.


"Siapa?"


Meski aku tidak bisa melihat apa yang ada didalam kegelapan i ni tapi aku masih bisa mengeluarkan suaraku untuk bertanya.


"Untuk sekarang siapa aku tidaklah terlalu penting."


"Kalau begitu mengapa aku bisa berada disini?"


Mengetahui situasi yang ada sangatlah penting, aku belajar tentang ini dari seseorang yang telah menyelamatkanku.


"Oya, sepertinya kau tidak dapat menahan efek dari gulungan sihir itu dan menyebabkan kau lupa tentang apa yang terjadi."


"Gulungan sihir apa yang kau maksud?"


"Ternyata kau memang lupa tentang apa yang terjadi, Tapi tenang saja sihir yang ada didalam gulungan itu termasuk sihir kuno yang hebat, meski pada era ini sihir ini masih ada yang dapat menggunakannya namun efeknya hanya sepersepluh dari sihir yang asli. Sedangkan dirimu saat ini dapat menggunakan setengah dari kekuatan aslinya. Maka dari itu meski saat ini kau tidak dapat mengingat apa yang terjadi namun begitu kau bangun maka aku akan mengingat semuanya."


Dia terus berkata banyak hal yang tidak aku ketahui, dia berkata tentang sihir yang bahkan aku tidak ketahui. Tapi dia juga berkata tentang hal penting yang ingin kuketahui, meski aku tidak dapat mengetahui situasi saat ini tapi aku dapat informasi yang cukup penting.


"Jadi bagaimana cara agar aku dapat bangun agar dapat mengingat semuanya?"


"Masalah itu aku akan membantumu untuk bangun agar dapat mengingat semuanya."


"Kalau begitu buat aku bangun sekarang"


"Baiklah. Tapi, begitu bangun kau hanya akan dapat mengingat sedikit mengenai tempat ini."


Aku tidak peduli mengenai tempat yang dipenuhi kegelapan ini, sekarang aku ingin segera bangun. Meski aku tidak dapat mengingat tentang apa yang terjadi sebelumnya tapi aku yakin ada seseorang yang menungguku disisi lain.

__ADS_1


"Aku tidak peduli! Bangunkan aku Sekarang."


"Baiklah, kalau begitu sampai bertem dikemudian hari."


Setelah dia mengatakan itu kesadaranku perlahan mulai menghilang, aku merasakan sesuatu yang berbeda dari yang tadi. Aku merasakan ada sebuah cahaya didalam kegelapan, semua ingatanku kembali kepadaku dan ingatan tentang tempat yang dipenuhi kegelapan itu perlahan mulai menghilang.


"Ziyun akhirnya kau bangun."


Begitu aku membuka mata aku mendengar suara yang penuh perhatian dan Itu adalah suara dari seseorang yang penting untukku.


^^^^^^^^


Setelah cukup lama pingsan akhirnya ziyun sadar juga, hal ini membuatku cukup senang. Saat dia pingsan aku talah melakukan banyak hal untuknya tapi dia tidak kunjung sadar juga dan itu membuatku khawatir.


"Zen ini dimana?"


Dengan suara lemahnya dia bertanya padaku.


"Ini masih diruangan berkah yang ketiga."


Meski dia masih belum sepenuhnya sadar, dia tetap bertannya padaku dengan suara yang lemah.


"Itu adalah cahaya dari penghalang yang kubuat dan kita sekarang berada didalamnya."


Didalam penghalang ini memiliki efek penyembuhan, meski efeknya sangat bagus namun mana yang digunakan untuk dapat mempertahankan penghalang ini sangatlah banyak Jadi penghalang ini tidak dapat digunakan setiap saat.


"Zen sudah berapa lama aku tertidur?"


"Ziyun aku tau ada banyak hal yang ingin kau tanyakan, namun sakarang kau harus harus istirahat dulu setelah itu akan menjawab pertanyaanmu."


"Baiklah"


Ziyun dengan patuh menuruti apa perkataanku, mungkin dia juga menyadari kalau tubhnya saat ini sangat lemah. Bahkan jika dia memaksa untuk berdiri tetap tidak akan mampu berdiri dalam waktu yang lama, tidak lama dia memejamkan mata dia langsung tertidur dengan pulas. Aku sendiri juga harus bersiap siap untuk menghadapi situasi dilantai keempat nanti.


^^^^^

__ADS_1


Setelah istirahat cukup lama ziyun sudah sembuh total dan dia juga dapat menggunakan sihirnya dengan baik. Aku juga memutuskan untuk tidak mengajari sihir yang satunya lagi dalam waktu dekat, sebelumnya dia juga memaksaku agar mengajarinya sihir yang kedua namun aku tetap menolaknya.


Kami terus berjalan menyusuri lorong dilantai keempat ini, sama seperti lantai lantai sebelumnya disini tidak ada monster satupun. Setelah berjalan cukup lama kami akhirnya kami sampai juga dipintu ruangan berkah keempat.


"Ziyun kali ini kau ikut masuk bersamaku."


Aku tidak bisa meninggalkan ziyun diluar begitu saja, kali ini shiroki masih tertidur jadi dia tidak bisa bersama ziyun karena itulah aku mengajak ziyun masuk kedalam. Aku tidak peduli tentang apa yang ada didalam dan juga tidak ada gunanya memikirkan tentang apa yang ada didalam.


Setiap ruang berkah memiliki tantangan yang berbeda beda, jadi memikirkan tantangan apa yang ada didalam sangatlah tidak berguna.


"Tapi bukankah kau pernah bilang didalam ruangan berkah itu cukup berbahaya, apa aku tidak akan menghalangimu?"


"Tenang kau yang sekarang sudah berbeda dengan yang sebelumnya, kau juga sudah bisa menggunakan sihir jadi kau bukanlah beban."


Dengan kemampuan ziyun yang sekarang maka dia tidaklah terlalu menjadi beban untukku.


"Baiklah aku juga akan ikut masuk."


"Kalau begitu tetaplah berada didekatku."


Aku membuka pintu dengan berhati hati, meski aku bilang tidak ada gunanya memikirkan tantangan apa yang ada didalam ruangan tapi aku harus tetap waspada. Setelah pintu terbuka dan aku tidak merasakan adanya bahaya kami masuk kedalam ruangan, seperti lantai sembelumya didalam hanya ada sebuah altar dengan berkah yang terletak diatasnya.


"Ziyun aku akan mengambil berkah itu dan kau jangan terlalu jauh denganku."


"Baik"


Seperti biasa aku langsung mencoba mengambil berkah tanpa berfikir panjang.


"Hey apa kau mau mengambil berkah itu?"


Sebuah Suara yang terdengar seperti suara anak kecil bertanya padaku, dan juga entah kenapa pertanyaannya membuatku sangat kesal. Pertanyaanya terdengar sama seperti penjaga berkah ketiga yang cukup menyebalkan itu. Apa dia juga mau menghalangiku untuk mengambil berkah ini.


"Iya, apa mungkin akan bermasalah bagimu?"


"Tidak, jika kau mau mengambilnya maka silahkan ambil."

__ADS_1


"Eh?"


__ADS_2