
[Penginapan Browly, Kota Urukis.]
"Permisi, apakah anda kenal dengan seorang perempuan bernama Ziyun?"
Seorang pria bertanya kepada seorang perempuan, perempuan itu adalah Sitri pemilik dari penginapan Browly. Sedangkan laki laki itu sendiri adalah Kufa, Salah satu dari sepuluh pahlawan yang dipanggil oleh kaisar kekaisaran suci.
"Aku kenal dengan Ziyun. Tapi jika boleh tau, ada urusan apa kau dengan Ziyun?"
Sitri bertanya kepada Kufa dengan menyipitkan matanya.
"Saya ingin mengajak nona Ziyun untuk ikut kedalam sebuah kelompok penaklukan."
"Penaklukan? Apakah ada monster yang berbahaya disekitar kota ini."
"Tidak kami bukan ingin menaklukan monster, tujuan kami adalah dataran Vampire. Kastil dari leluhur pertama Vampire."
Mendengar perkataan Kufa, Sitri menjadi sedikit terkejut.
"Apakah sedang bercanda? Apakah kau tau seberapa mengerikannya leluhur pertama vampire itu? Bahkan tujuh raja iblis tidak ingin membuatnya menjadi musuh, bagaimana mungkin petualang sepertimu dapat mengalahkannya."
Kekhawatiran Sitri bukanlah sesuatu yang tanpa alasan, kebanyakan ras tau kalau leluhur pertama Vampire adalah keberadaan yang tidak boleh diganggu. Mereka juga tau kalau leluhur pertama vampire tidak akan menyerang mereka jika mereka tidak mengganggunya. Bahkan didalam buku sejarah manusia didalamnya ada sebuah peringatan yang mengatakan kalau mereka dilarang untuk mengganggu leluhur pertama vampire.
"Memang benar kalau leluhur pertama adalah keberadaan dengan kekuatan yang mengerikan. Tapi kami tidak punya pilihan lain, hanya wilayahnya yang paling dekat dari sini. Lagi pula jika kami ingin menyerang leluhur vampire yang lain kami tetap harus melewati wilayahnya."
"Memang benar kalau wilayah leluhur pertama adalah yang paling dekat dari sini. Tapi mengapa kalian harus menyerang dataran vampire yang dipenuhi oleh leluhur vampire yang mengerikan. Bukankah menyerang kastil raja iblis lebih mudah untuk para petualang seperti kalian? Apa lagi jika itu adalah raja iblis peringkat keenam atau ketujuh."
"Memang benar kastil para raja iblis lebih mudah diserang dibandingkan dengan kastil para leluhur vampire. Tapi seperti yang saya bilang sebelumnya, hanya kastil leluhur pertama yang dekat dari sini. Sedangkan kastil para raja iblis berlawanan arah dari kastil leluhur pertama, letaknya sangat jauh. Lagipula kami bukanlah petualang, melainkan kami adalah para pahlawan."
"Apa kau bercanda?"
Sitri sangat tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh Kufa. Tidak peduli bagian mana yang dilihat oleh Sitri, sangat jelas kalau Kufa berpakaian seperti seorang petualang. Lagi pula Sitri sama sekali belum pernah mendengar rumor kalau para pahlawan telah terpanggil kedunia ini.
Pernginapan Browly adalah tempat para pertualang menginap atau makan, sangat mudah bagi Sitri untuk mendengar rumor diluar meski dia jarang keluar. Namun sampai kini Sitri sama sekali belum pernah mendengar rumor mengenai terpanggilnya pahlawan.
"Tidak Saya sama sekali tidak bercanda. Kami para pahlawan yang terpanggil berjumlah sepuluh orang."
__ADS_1
"Itulah yang kusebut dengan bercanda. Tidak mungkin tidak ada yang tau kalau sepuluh pahlawan telah terpanggil, sepuluh orang bukanlah jumlah yang sedikit kau tau."
Para pahlawan ini adalah jumlah pahlawan terbanyak dalam sejarah yang terpanggil kedunia ini. Dulu pahalwan yang terpanggil rata rata hanya satu sampai tiga orang, dan yang paling banyak adalah lima orang.
"Bagaimana cara saya untuk dapat meyakinkan anda? Lagi pula saya sedang mencari Ziyun sekarang."
Kufa bertanya kepada Sitri dengan halus.
"Kau bilang tadi ada sepuluh pahlawan yang terpanggil bukan?"
"Iya, tadi saya bilang begitu."
"Kalau begitu coba bawa yang lainnya kesini. Dengan begitu aku mungkin akan mempercayaimu."
"Baiklah kalau begitu."
Kufa menjentikkan jarinya, itu adalah sebuah sinyal. Begitu Kufa selesai menjentikan jarinya sembilan orang masuk kedalam penginapan itu secara bergilir.
Mereka adalah kesembilan pahlawan yang lainnya. Mereka berjalan mendekati Kufa, lalu mereka semua berdiri dibelakang Kufa.
"hmm baiklah, meski aku juga tidak terlalu mempercayai mereka. Coba kau cari dia guild petualang, mungkin dia ada disana."
Meski dia tidak masih tidak mempercayainya Sitri memberitau Kufa dimana mungkin Ziyun berada.
"Begitu ya, kalau begitu terima kasih."
Kufa sedikit tersenyum kepada Sitri lalu dia pergi keluar dari penginapan Browly diikuti oleh kesembilan pahlawan lainnya.
"Hemp, dasar pahlawan yang aneh."
* * * * * * * * * * * * * * * * * *
Setelah menerima informasi dari Sitri, Kufa dan sembilan pahlawan lainnya pergi berjalan kearah guild pertualang.
"Kau yakin Kufa, mempercayai perempuan itu?"
__ADS_1
Salah satu pahlawan bernama Indra bertanya kepada Kufa.
"Tidak apa apa, kita juga tidak mempunyai informasi mengenai gadis bernama Ziyun ini. Kerena dia dekat dengan gadis bernama Ziyun itu maka kita tidak punya pilihan selain percaya padanya. "
"Kau terlalu mudah percaya kepada orang Kufa, apa kau tidak khawatir ditusuk dari belakang?"
Seorang Pahlawan bernama Sieg bertanya kapada Kufa.
"Haha, tidak masalah. Lagi pula apa menurutmu ada yang bisa menusukku dari belakang."
"Kurasa betul juga, dengan kekuatan monstermu itu mungkin tidak ada yang dapat menusukmu dari belakang."
"Kasar sekali kau Sieg, aku lebih suka jika kau menyebutnya dengan kekuatan yang membawa kedamaian."
"Apanya yang kedamaian, kekuatan yang kau miliki itu bukanlah kekuatan yang dapat dimiliki oleh manusia. Aku lebih suka dengan cara Sieg yang menyebut kalau itu adalah kekuatan monster."
Seorang pahlawan bernama Patric setuju dengan yang dikatakan oleh Sieg.
"Apa yang kau katakan Patric, aku adalah seorang manusia bukankah berarti kekuatan itu dapat dimiliki oleh manusia."
"Meski kau memiliki kekuatan itu tapi itu bukan kekuatan yang buat bukan? Bukankah kau bilang kalau kekuatan itu diberikan oleh orang lain kepadamu."
"Iya memang kekutan ini di.... Ugh."
Kufa merasakan sedikit kesakitan pada dada kirinya begitu seorang laki laki berjalan melewatinya.
"hoi Kufa, apa kau baik baik saja?"
"Ya, aku baik baik saja."
Kufa melihat kebelakangnya namun laki Laki telah berjarak cukup jauh darinya.
'Ada yang bereaksi didalam tubuhku begitu dia melewatiku. Hanya saja apa tadi yang bereaksi itu.'
Kufa mencoba mecari alasan mengapa ada yang bereaksi didalam tubuhnya begitu laki laki itu melewatinya. Namun dia berhenti mencari alasan itu karena mereka telah sampai ketempat tujuan mereka, yaitu guild petualang.
__ADS_1