
Zen terhempas dari dalam tenda dengan sangat kuat, hal itu menarik perhatian para prajurit yang ada diluar. Mereka semua menjadi sedikit waspada dan memegang senjata mereka.
Tidak lama Setelah Zen terhempas, dari dalam tenda muncul sebuah ledakan yang besar. Para prajurit yang diluar langsung menarik senjata mereka dan berlari menuju tempat ledakan itu.
Namun tidak lama setelah ledakan pertama, ledakan ke 2 langsung terjadi lagi. Para perwakilan ras itu saling bertarung dengan hebat hingga para prajurit itu bahkan kesulitan untuk mendekat.
Iris tidak tertarik bertarung dengan para perwakilan yang lain, dia segera pergi dan dengan cepat menuju ketempat Zen terhempas.
Zen yang terhempas cukup jauh tadi mulai terbangun dan mengeluarkan pedang terkutuknya. Dari atas Iris menyerang Zen dengan sangat kuat.
"Kau bahkan mengejarku sampai kesini Iris."
"Apa itu menjadi sebuah masalah untukmu?"
"Ya,"
Dari belakang Ether mencoba untuk menebas Zen, namun Zen masih dapat menahan serangan itu. Zen kemudian menendang Ether dengan sangat kuat hingga dia terhempas jauh.
Zen lalu langsung membuat penghalang anti sihir miliknya, penghalang itu memiliki bentuk sebuah setengah lingkaran dengan diameter 20 meter dengan Zen sebagai pusatnya.
Menurut Zen hal ini sangat diperlukan jika dia harus melawan Iris, selain teknik berpedang tingkat tinggi Iris juga dapat menggunakan sihir tingkat tinggi.
"Kau seharusnya tau kalau penghalang ini tidak terlalu berguna untukku."
"Ya, aku tau. Tapi aku rasa penghalang ini akan sangat berpengaruh terhadap mereka."
Iris melihat kebelangnya, dia melihat 4 orang yang mendekat kearah mereka dengan Kufa yang berada paling depan.
"Memang benar kalau penghalang ini akan sangat berpengaruh terhadap mereka, namun sayangnya saat mereka tiba disini aku pasti telah memotong beberapa bagian tubuhmu."
Iris mengangkat pedangnya, dan dengan cepat dia langsung menyerang Zen. Pedang mereka berdua saling beradu, pergerakan mereka berdua sama sama sangat cepat.
Mereka terus menerus dari satu titik ke titik lainnya, hanya suara pedang yang saling beradu yang dapat terdengar dengan jelas.
Pertarungan mereka terus berlangsung tanpa ada tanda tanda akan berakhir, Iris mengalirkan mana kedalam pedang sucinya. Dengan begitu pedang sucinya menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
Zen merasa kalau tekanan yang dia terima semangkin besar sedikit demi sedikit, diapun langsung mengalirkan mana kedalam pedang terkutuknya.
__ADS_1
Sekali lagi pedang mereka terus beradu, kedua pedang itu sama sama telah mengeluarkan sebagian besar kekuatannya. Gelombang kejut yang dihasilkan oleh pedang itupun tidaklah kecil, permukaaan tanah menjadi hancur sedikit demi sedikit.
Kufa yang telah sampai ditempat pertarungan Iris dan Zen pun tidak dapat melakukan apa- apa.
"Apa yang akan kita lakukan Kufa, kita sama sekali tidak dapat mendekat."
"Benar apa yang dikatakan oleh Accua, apa kita hanya akan melihat pertarungan mereka?"
"Kurasa hanya itu satu satunya pilihan, kita sama sekali tidak dapat mendekat."
Setiap kali Kufa ingin mendekat tubuhnya selalu terdorong oleh angin yang tercipta oleh gelombang kejut kedua pedang yang saling beradu itu. Kufa terus berfikir bagaimana cara untuk dapat membantu Iris.
"Biarkan aku yang menghentikan mereka?"
"Apa kau bisa Sol?"
"Meski aku tidak tau ini akan berhasil atau tidak, tapi setidaknya aku akan sedikit berusaha."
Sol mengangkat busur miliknya, dia menarik anak panahnya dan melepaskan kearah Iris dan Zen.
Zen terus menahan serangan dari Iris, dia melihat sebuah anak panah dengan cepat menuju kepalanya. Tanpa banyak berfikir, Zen langsung menghindar dan mengambil jarak dari Iris.
Zen mengusap luka gores kecil yang ada di pipinya, setelah beberapa saat luka itu langsung tertutup.
Disisi lain, Iris menderita luka dalam yang cukup parah. Dia memuntahkan darah yang cukup banyak dari mulutnya, Kufa dan yang lainnya mendatangi Iris.
"Hoi Iris, apa kau baik baik saja?"
"Aku baik baik saja, ini hanyalah luka kecil."
Iris meminum potion tingkat tinggi miliknya, meski tidak sembuh sepenuhnya namun sebagian besar lukanya telah sembuh.
"Bagaimana jika kita menghentikan ini sekarang Iris? Sejak awal kau tidak akan dapat mengalahkan ku."
"Aku tau itu, tapi kami sekarang ber 5. Kurasa kami bisa mengalahkan mu."
"Itu tidak mungkin Iris, untuk mengalahkanku 7 orang yang mendapatkan pelayanku harus berkerja sama."
__ADS_1
"Kita tidak akan tau sebelum mencobanya bukan?"
"Kurasa kau benar juga, kalau begitu cobalah untuk melampaui batasan kalian manusia!"
Iris kembali berdiri, dia telah mengambil posisi untuk kembali menyerang Zen. Accua, Sieg, Kufa dan Solfage juga telah bersiap untuk menyerang Zen.
Zen mengeluarkan ke 2 pedang terkutuk miliknya dan dia mengeluarkan aura intimidasi yang sangat kuat.
"Majulah Iris, dan tunjukan padaku apa yang dapat kau lakukan."
Dengan sangat cepat Iris menuju arah Zen, dan dia langsung menyerangnya dengan sekuat tenaga. Kufa yang lainnya tidak membiarkan Iris bertarung sendirian, mereka meneysuaikan gerakan Iris sambil menyerang Zen.
Namun itu semua masih belum cukup, meski mereka berkerja sama dengan sangat baik mereka masih belum dapat sedikitpun melukai Zen. Gerakan Zen jauh lebih cepat dari mereka, dengan 2 pedang yang ada ditangannya Zen dapat menahan semua serangan mereka dari berbagai arah.
Pertarungan mereka membuat daerah sekitar menjadi hancur lebur, bahkan setiap kali dari mereka ada yang menyebabkan pedang maka permukaan tanah akan langsung berubah.
Setelah cukup lama berusaha dan berbagai taktik digunakan, mereka akhirnya dapat melukai tubuh Zen.
"Kerja bagus Iris, tidak kusangka kau dapat melukaiku sebesar ini."
Zen menyentuh luka tebasan yang ada di dadanya, kemudian Zen menjilat darah yang ada ditangannya.
"Seperti biasa tidak ada rasanya."
Luka Zen perlahan mulai kembali seperti semula, sama sekali tidak ada bekas luka didadanya.
"Karena kalian dapat melukaiku, maka aku akan memberikan sedikit hadiah kepada kalian."
Zen menghilangkan penghalang Anti sihir yang dia buat, dengan menghilangnya penghalang itu Iris dan yang lainnya dapat bertarung dengan sekuat tenaga.
Zen kemudian menyimpan kembali kedua pedang terkutuknya dan menggantinya dengan sebuah belati.
"Ternyata kau cukup baik tuan leluhur pertama."
Terdengar suara pria dari belakangnya, Zen langsung berbalik dan dia dapat melihat Zmei sedang tersenyum sangat lebar sambil menyerang dirinya.
'Zmei, sejak kapan dia ada disini?'
__ADS_1
Tidak ada waktu untuk berfikir, Saat ini Zen berusaha untuk mencoba menahan serangan Zmei. Namun serangan Zmei itu sangat tiba tiba, tidak ada waktu bagi Zen untuk mencoba menahan serangan itu.
Dengan sekuat tenaganya, Zmei memukul Zen hingga membuatnya terhempas sangat jauh.