Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
3 Leluhur


__ADS_3

[Leluhur Vampire Pertama, Pewaris ke 8. Zen]


Perempuan itu datang kearah kami berdua secara perlahan. Perempuan itu adalah Leluhur Vampire ke 2, Pewaris ke 10 Nona Elizabeth.


"Hai, Argare dan juga Zen. Lama tidak bertemu."


"Oya, bukankah ini nona leluhur ke 2. Apa yang anda perlukan ditempat ini?"


"Yah kau tau Argares. Beberapa tahun lalu aku mendengar sesuatu yang cukup menarik. Bukankah kau juga pernah mendengarnya?"


"Ntahlah, aku kurang tau apa yang coba nona leluhur ke 2 katakan."


Nona Elizabeth berjalan semangkin dekat dengan ku, dia memasang senyuman yang mungkin tidak bisa dikatakan manis, mungkin lebih cocok jika dibilang sedikit mengerikan.


"Mau bagaimana lagi Kalau kau tidak mengetahui apa yang kukatakan. Jadi kurasa aku akan langsung menunjukan padamu apa yang ingin kulakukan disini."


Begitu Nona Elizabeth berada didepanku dia mengulukan tangan kanannya. Dia meletakan tangan kanannya didada sebelah kiriku. Dia mengalirkan sedikit sihir ketangan kanannya dan berkata.


"Aku akan mencari tau sendiri kebenaran dari rumor itu."


Dia menusukan tangannya kedada kiriku, rasa sakit yang luar biasa dapat kurasakan dari tusukannya.


"Rasanya Sangat sakit loh, Nona Elizabeth."


"Aku tau, karena itulah....."


Dia memegang jantungku, lalu dia menekannya dengan sangat kuat. Rasa sakit yang kurasakan kali ini jauh lebih sakit daripada saat dadaku ditusuknya. Darah mulai keluar dari mulutku, lalu dia menekan jantungku hingga akhirnya hancur. Akupun terjatuh kelantai.

__ADS_1


"Nona leluhur ke 2, tidak kusangka kau benar benar menghancurkan jantungnya. Apakah dia sudah mati?"


"Ntahlah, mungkin sebentar lagi kita akan melihat sesuatu yang menarik."


"Keluarlah...... Pelayan ke 10........."


"Ah, kau lihat Argares meskipun jantungnya hancur dia masih dapat berbicara."


".........La Taimi...."


Begitu aku memanggilnya, pelayan ke 10 milikku langsung keluar. Dia memiliki bentuk yang sangat jauh berbeda dari pelayan ke 6 Tiamat. Pelayan Ke 10 La Taimi memiliki bentuk tubuh seperti seorang manusia, hanya saja dia memiliki sepasang sayap berwarna putih dipunggungnya. Dan Dia memegang sebuah arloji ditangannya.


Jantungku yang hancur kembali kebentuk semulanya dalam waktu sebentar. Semua darah yang kukeluarakan mulai masuk kembali kedalam tubuhku dan luka tusukan yang berada didada kiriku telah hilang sepenuhnya.


"Kau lihat Argares, bukankah ini sangat luar biasa. Seorang Vampire memiliki pelayan yang menyerupai seorang malaikat, dan juga jantung ataupun luka didada kirinya sudah hilang semua. Normalnya meskipun kita para leluhur vampire memiliki kekuatan regrenerasi yang luar biasa, namun kekuatan itu tidak akan berguna jika jantung kita hancur ataupun kepala kita hancur. Namun dia dapat membuat jantungnya yang hancur kembali menjadi seperti tidak pernah hancur, bukankah itu luar biasa."


"Ya itu sungguh luar biasa seperti yang kau katakan nona leluhur ke 2. Jadi Zen, bagaimana keadaanmu?"


Aku perlahan berdiri. Meskipun semua luka yang kuterima telah menghilang namun rasa sakitnya masihlah tetap dapat kurasakan. La Taimi juga perlahan mulai menghilang.


"Jadi Nona Elizabeth, apakah kau telah puas dengan apa yang kau lihat?"


"Yah kurasa aku telah sedikit menghilangkan rasa penasaranku. Jadi apakah itu adalah kekuatan yang dibenci oleh Theresia, pewaris sebelumnya?"


"Ya, ini adalah kekuatan yang dibenci oleh pewaris sebelumnya, kekuatan yang dibenci oleh nona Theresia."


"Begitu ya, tapi meskipun itu adalah kekuatan yang sangat hebat tapi bayarannya pasti sangat besar bukan. Berapa banyak emosi yang hilang darimu untuk kekuatan itu?"

__ADS_1


"Meski tidak sebanyak Nona Theresia, namun tetap ada beberapa yang hilang."


"Dan emosi itu?"


"Rasa takut, rasa sedih, rasa benci, rasa cinta, rasa marah, dan rasa dendam."


Itu semua adalah emosi yang hilang dariku setelah aku mewarisi kekuatan leluhur pertama. Meski tidak sebanyak pewaris sebelumnya tapi tetap saja emosi yang cukup penting untukku tetap menghilang. Pada awalnya semua pewaris leluhur pertama memiliki jumlah pelayan yang berbeda beda. Pelayan sendiri adalah sebuah perwujutan dari kekuatan seorang leluhur. Seberapa kuat seorang leluhur dapat dilihat dari jumlah dan besar kekuatan dari pelayannya.


Pewaris pertama memiliki 2 pelayan, pewaris ke 2 memiliki 4 pelayan, pewaris ke 5 memiliki 6 pelayan, dan pewaris ke 6 memiliki 9 pelayan. Dari pewaris 1 sampai ke 6, tidak ada dari mereka yang kehilangan emosinya. Kehilangan emosi sendiri dimulai dari ketika pewaris ke 7, nona Theresia mendapatkan pelayan yang ke 10.


Saat itu nona Theresia sedang memperlajari sihir waktu, setelah selesai mempelajari sihir itu entah bagaimana dia mendapatkan pelayan ke 10 La Taimi. Kekuatan La Taimi ada mengendalikan waktu, meski kekuatannya tidak terlalu kuat dalam pertempuran namun kekuatan itu dapat memutar waktuku. Bisa dibilang jika aku mendekati kematian maka La Taimi akan memutar kembali waktuku ke titik dimana aku tidak dalam menuju kematian.


"Meski tidak banyak, namun yang hilang tetaplah emosi yang cukup penting."


"Ya begitulah. Karena rasa penasaran Nona Elizabeth telah menghilang, jadi bagaimana jika sekarang aku yang bertanya pada nona. Apakah boleh?"


"Ya silahkan tanyakan apa yang ingin kau tanyakan."


"Kalau begitu saya akan bertanya tanpa ragu. Jadi pada saat itu apa yang nona lakukan dikota danau mitre?"


"Apa yang coba kau tanyakan? Aku sama sekali tidak mengerti."


"Tidak usah mencoba untuk berbohong nona Elizabeth, meskipun anda menekan aura namun itu tidaklah berguna. Seperti yang anda tau kalau saya adalah pewaris leluhur pertama, jadi meskipun seseorang menyembunyikan auranya namun itu tidak berguna dihadapan saya. Jadi saya tanyakan sekali lagi, apa yang anda lakukan disana dengan menyamar sebagai manusia bernama Qinyu?"


"hahhh, mau bagaimana lagi jika telah mengetahuinya. Aku memang berada disana dengan menyamar sebagai manusia, dan tujuanku adalah sama dengan seperti yang sedang kau lakukan saat ini."


"Sama dengan yang saya lakukan?"

__ADS_1


"Iya, bukankah saat ini kau sedang memulai rencana yang sangat besar. Dan sebelumnya aku ingin melakukan hal yang sama denganmu, Yaitu memulai perperangan diman semua ras akan terlibat."


Nona Elizabeth mengatakan itu sambil menunjukan sebuah senyuman yang mungkin dapat membuat seseorang menjadi ketakutan.


__ADS_2