
Setelah seseorang sudah sangat baik dalam mengendalikan mana atau energi Spiritualnya orang itu dapat mengubahnya sesuka hati, seperti cincin hitam Zen yang terbuat dari energi spiritual yang dilapisi Hukum kegelapan.
Kini Verdia Arcadia mengubah energi spiritual menjadi berbentuk sebuah pisau yang tajam, untuk dapat mengubahnya menjadi seperti itu Verdia Arcadia perlu memfokuskan energi spiritual miliknya ke ujung jarinya. Pisau itu sangatlah kuat, Mungkin setara dengan senjata semi ilahi tingkat 4. Meski kuat namun energi spiritual yang dibutuhkan untuk membuat pisau itu sangat banyak karena itulah jarang ada orang yang mau menggunakan senjata dari mana atau energi spiritual yang dipadatkan.
Verdia Arcadia mengarahkan pisau itu kepipi Theresia, namun sebelum Verdia Arcadia dapat menggores pipi Theresia dengan pisau itu sebuah lingkaran sihir muncul dibawah kaki Theresia. Lingkaran itu lalu mengeluarkan sebuah rantai emas dan langsung menghancurkannya pisau milik Verdia.
"Apa?..."
Verdia tidak menyembunyikan keterkejutannya, meski pisau itu hanya setara dengan senjata semi ilahi namun menurut perhitungan Verdia seharusnya tetap tidak akan dapat dihancurkan dengan mudah. Namun rantai emas itu dapat dengan mudah menghancurkan pisau milik Verdia seperti sebuah pisau panas yang memotong sebuah mentega.
Verdia tidak percaya kalau rantai itu sangat kuat, dia lalu memfokuskan sebagai besar energi spiritual miliknya dan kembali membuat sebuah pisau yang setara dengan senjata ilahi tingkat 5. Verdia kembali mencoba untuk menggores pipi Theresia namun sama seperti sebelumnya pisau itu tetap dapat dengan mudah dihancurkan oleh rantai emas Theresia.
"Bagaimana mungkin bisa?"
Verdia semakin tidak dapat percaya dengan apa yang dia lihat, Verdia ingat kalau rantai emas milik Theresia seharusnya tidak sekuat itu. Rantai emas itu sekarang dapat menghancurkan pisau sekuat senjata ilahi dengan begitu mudahnya. Zen yang melihat ekspresi Verdia sedikit tertawa, Verdia kesal dengan tawaran Zen itu.
"Apa?"
Ekspresi kesal dapat dilihat diwajah Verdia, pada awalnya dia berniat untuk mengancam Zen dengan menggunakan Theresia namun Verdia sama sekali tidak menyangka kalau kalau situasinya sangat tidak mendukungnya. Jangankan mengancam Zen dengan menggunakan Theresia dia bahkan tidak dapat melukai Theresia sedikitpun karena rantai rantai emas itu.
__ADS_1
"Ada apa dengan ekspresi wajah itu Verdia? Bukankah seorang pemegang dosa kesombongan?"
Setiap pemegang mahkota 7 dosa besar memiliki sifat yang sama dengan mahkota yang mereka pegang, sebagai contoh Zen, dia Adalah pemegang mahkota amarah, meski dia tidak selalu marah di setiap situasi namun dia dapat sangat marah pada situasi tertentu. Dan juga Verdia, sesuai dengan mahkota yang dia pegang Verdia memilih sifat yang sangat sombong. Dia juga sering merendahkan orang lain tanpa tau Kekuatan orang itu.
Wajah Verdia terlihat semakin kesal setelah mendengar apa yang Zen katakan, Memang yang Zen katakan itu benar. Sangat tidak biasa baginya untuk dapat terlihat kesal ataupun marah, Zen yang melihat wajah Verdia itu terus tertawa.
"Terima kasih atas hiburan wajahmu itu Verdia, sebagai gantinya aku akan memberitahu mu sesuatu. Rantai emas itu adalah sesuatu yang melebihi surga."
Dengan kata lain rantai emas itu lebih kuat dari pada surga, dengan lebih kuatnya rantai itu maka surga dan apapun yang ada dibawahnya tidak akan dapat menghancurkan rantai emas itu. Bahkan jika Verdia menggunakan semua Kekuatannya dia masih tidak akan dapat menghancurkan rantai itu.
"Karena itu menyerahlah untuk mencoba melukainya."
Lagi pula rantai emas itu bergerak bukan dari keinginan Theresia melainkan berasal dari respon yang diterima oleh rantai emas itu, jika rantai itu merasa Theresia berada dalam bahaya maka rantai emas itu akan keluar dengan sendirinya. Meski dia keluar atas kehendaknya namun rantai itu bukanlah sesuatu yang memiliki pikiran sendiri ataupun wadah dari sebuah jiwa, rantai emas itu hanyalah benda mati biasa.
"Apa kau menaruh rantai itu pada tubuhnya?"
Dulu rantai itu tidak sekuat itu, tidak mungkin lebih tepat jika dikatakan kalau rantai itu tidak ada. Rantai yang Theresia gunakan dulu adalah sesuatu untuk mengikat sesuatu bukan untuk melindungi dirinya, jadi kemungkinan yang dapat Verdia pikiran adalah rantai itu adalah sesuatu yang Zen berikan bukan sesuatu yang Theresia buat.
"Tidak, namun jika aku harus mengatakan maka rantai itu terikat pada jiwa dan ingatan."
__ADS_1
"Jiwa dan ingatan?"
Untuk sesaat Verdia memikirkan apa maksud dari perkataan Zen, setelah beberapa saat Verdia berfikir dia akhirnya mengerti apa yang Zen katakan. Verdia teringat pada saat Theresia mengatakan 'aku yang saat ini adalah aku yang melahirkan Xia Shuang sedangkan aku yang kau tau adalah aku yang tidak memiliki hubungan apapun dengan Xia Shuang'.
Dengan kata lain sihir reinkarnasi ambil bagian dalam hal ini, jiwa Theresia tetap sama karena itulah Theresia yang Verdia kenal dapat menggunakan rantai emas juga hanya saja lebih lemah. Lalu bagaimana dengan ingatan? Theresia yang pada saat itu sama sekali tidak memiliki ingatan tentang kehidupannya yang dulu, dengan kembalinya ingatan kehidupannya yang dulu rantai emas itu secara otomatis mulai kembali berfungsi seperti yang seharusnya karena itulah Zen mengatakan kalau rantai emas itu terikat oleh jiwa dan ingatan.
"Sejak awal kau mengetahui hal ini?" Tanya Verdia sambil menatap Zen dengan sangat tajam
"Tentu saja, jika tidak aku akan langsung mengejarmu begitu kau membawa Theresia pergi."
Rantai emas itu adalah pertahanan mutlak yang dimiliki oleh Theresia jadi Zen tidak terlalu khawatir Theresia akan terluka, dan juga sampai saat ini Zen masih dapat melihat sebuah senyuman yang terlihat seperti penuh tipu muslihat. Theresia sendiri adalah orang yang tidak suka dengan tipu muslihat, namun dalam beberapa situasi Zen menyuruh Theresia agar terlihat seperti seseorang yang dipenuhi oleh tipu muslihat. Dengan Theresia yang terlihat seperti itu maka dapat dikatakan kalau akting Theresia berhasil dan sampai saat ini Verdia masih sedikit waspada dengan Theresia yang terlihat penuh tipu muslihat itu.
"Sekarang kau tau bukan tidak ada gunanya mengancam ku dengan menggunakan Theresia, jadi bisakah kau membiarkan kami pergi?"
"Baiklah aku akan membiarkan kalian pergi, hanya saja tidak sekarang melainkan jika kau dapat mengalahkanku!!"
Verdia dengan cepat menuju kearah Zen dengan tangan yang telah dikepal.
"Orang yang merepotkan namun baiklah jika itu yang kau inginkan."
__ADS_1
Dengan sebuah senyuman diwajahnya Zen bersiap untuk menahan serangan Verdia itu.