Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Mahkota Yang Tidak Dibutuhkan


__ADS_3

"Bagaimana keadaanmu tuan leluhur pertama vampire Ardiel Veltre?"


"Apa yang kau inginkan Zen Cavalier?"


Ekspresi marah dapat dilihat diwajah Ardiel, jika dia memiliki sebuah kesempatan maka dia pasti akan membunuh Zen sekarang. Namun pada akhirnya dia tidak akan dapat melakukan apapun, saat ini kekutan miliknya telah sepenuhnya disegel oleh Ling Hao, jangankan berfikir untuk mengeluarkan black lotus bahkan mengeluarkan bola api kecil saja dia tidak bisa.


"Padahal sebelumnya aku sudah berbaik hati memberitau mu agar tidak ikut Campur namun kau masih saja keras kepala."


Meski dulu Ardiel terlihat dalam pembunuhan dirinya namun Zen sama sekali tidak ada niat untuk membunuh Ardiel, namun sekarang situasi telah berubah. Karena Ardiel telah memutuskan untuk bergabung dengan Kreiz maka Zen tidak memiliki pilihan lain selain membunuh dirinya.


"Oh iya bisakah aku bertanya kepadamu, bagaimana keadaan bawahan kecilmu yang bernama Vlad Tepes itu?"


"Ternyata benar kalau yang dia temui saat itu adalah kau."


"Hoo kau mengetahui nya."


"Dia yang memberitahu ku."


"Begitu ya, pada saat itu aku sangatlah lemah bahkan aku kesulitan melawan dia saat menggunakan Magea Erebea."


Kekuatan Zen yang dulu hanya beberapa kali lebih kuat dari dewa dunia Arcadia atau mungkin setara dengan tingkat ksatria dalam menggunakan mana. Zen saat itu bukanlah lawan Vlad saat menggunakan Magea Erebea, Jika kekutan Zen pada saat itu dibandingkan dengan yang sekarang maka mungkin akan menjadi sekitar 3 per seratus ribu.


"Bagaimana keadaan bocah itu sekarang?"


"Kau sepertinya sangat tertarik dengannya."


"Dia cukup berbakat, aku menantikan apa yang akan dia raih dimasa depan nanti. Karena itulah kau harus mati."


Wajah Ardiel jadi mesam ketika Zen mengarahkan pedangnya ke dadanya.


"Jika kita memang ingin melihat pencapaiannya dimasa depan bukankah lebih baik jika kau membiarkan ku hidup."


"Tidak tidak, jika aku membiarkan mu hidup maka dia tidak akan dapat mencapai prestasi yang besar nanti."


Bagaimanapun Vlad adalah bawahan Ardiel, sebagai bawahan dari leluhur pertama vampire dia pasti akan terus terlibat dalam perselisihan antar leluhur dan tidak akan memiliki waktu untuk dapat membuat pencapaiannya sendiri. Dengan Zen membunuh Ardiel maka Vlad tidak akan terikat apapun lagi dan dia dapat melakukan apa yang dia inginkan dan membuat sebuah pencapaian yang tidak akan bisa dicapai jika dia masih menjadi bawahan dari seorang leluhur vampire.


"Apa kau berniat untuk membuat ku menjadi tangga untuknya?"


"Tentu saja."

__ADS_1


Zen berniat membuat Ardiel sebagai pemicu kebangkitan Vlad, dengan kematian Ardiel Vlad pasti tidak akan melayani leluhur vampire manapun dan dia akan terus mengejar kekuatan.


"Karena itu matilah dengan tenang Ardiel."


Zen menusukkan pedangnya kedada Ardiel, Ardiel Merasakan rasa sakit yang luar biasa.


"Berhenti Zen Cavalier."


Pedang Zen terus menuju jantungnya sedikit demi sedikit, sebuah senyuman muncul diwajahnya Zen sambil menatap Ardiel.


"Kubilang berhenti Zen Cavalier."


Pada akhirnya tidak ada yang bisa Ardiel lakukan dengan kekuatannya yang tersegel, pedang Zen telah menyentuh jantungnya dan mengoyaknya. Sedikit demi sedikit jantung itu mulai berhenti berdetak dan pada akhirnya Ardiel mati dengan sangat menyedihkan.


Sekali lagi untuk yang ke empat kalinya surga kembali bergetar, getaran itu menarik perhatian semua mahluk hidup yang ada didunia atas ini. Jika surga bergetar sekali atau dua kali Mungkin tidak akan terlalu mengherankan, namun hari ini surga bergetar sebanyak empat kali. Meski ini bukanlah sesuatu yang pertama kalinya namun tetap saja hal seperti ini sangat jarang terjadi.


Didunia bintang hijau Verdia Arcadia dan Veldra Astera tertawa melihat surga yang bergetar itu.


"Hahaha mereka benar benar menggila Disana." Ucap Veldra Astera.


"Menurutmu siapa saja yang mati dibuat oleh mereka?" Ucap Verdia Arcadia.


"Cobalah untuk perduli."


"Itu tidak ada hubungannya denganku, jadi apa kau akan pergi kesana sekarang?"


"Hmm, mungkin sebentar lagi."


"Berdoalah agar kau tidak mati disana."


Sementara itu didunia Ying, Cheng Ning dan beberapa orang dari keluarga suci terus melihat surga yang bergetar itu.


"Bukankah ini terlalu berlebihan?" Ucap Li Qinyuang dengan penuh kekesalan.


"Itu benar, ini benar benar berlebihan. Dengan kematian 4 pemegang mahkota itu berapa besar keseimbangan yang hancur." Ucap Xue Yue.


Kali ini leluhur pertama vampire Ardiel Veltre juga mati dalam pertempuran itu, meski kekuatan Ardiel tidak sekuat leluhur yang lain namun dia tetaplah seorang leluhur. Dia merupakan pilar ras vampire, dengan kematiannya maka kekuatan ras vempire menjadi berkurang dan jika mahkota king miliknya didapatkan oleh faksi manusia maka kekutan ras manusia akan menjadi semakin kuat.


"Kalian berdua tenanglah sedikit." Ucap Cheng Ning yang masih tenang melihat kearah langit.

__ADS_1


"Bagaimana kami bisa tenang? Lagi pula Cheng Ning mengapa saat itu kau tidak membunuhnya?"


"Mau bagaimana lagi, Rubia menghalangi ku pada saat itu."


"Dia hanyalah seorang ratu roh kegelapan, didunia ini dia tidak akan dapat menyaingi kekuatan kita."


"Meski dia tidak dapat menyaingi Kekuatan kita namun tetap saja dia tidaklah lemah. Sudahlah tidak ada gunanya bagi kita terus membahas hal itu, aku akan mengumpulkan beberapa orang alam ilahi untuk merebut mahkota darinya."


Setiap kali ada seorang pemegang mahkota yang mati maka setiap ras, faksi ataupun keluarga yang ada didunia atas ini akan mengumpulkan pasukan dan bertarung untuk merebut mahkota Kekuatan.


"Kalau begitu aku juga akan ikut denganmu."


Cheng Ning dan Li Qinyuang pergi meninggalkan yang lainnya untuk melakukan persiapan pertarungan.


Didunia api abadi Zen dengan santainya memegang 4 mahkota Kekuatan yang sebentar lagi akan diperebutkan oleh banyak orang.


"Apa yang akan kau lakukan sekarang? Jangan bilang padaku kalau kau akan menyimpan semua mahkota itu bukan?"


Ling Hao sedikit khawatir, meski mereka kuat namun tetap saja dengan kekuatan mereka yang sekarang mustahil bagi mereka bertiga untuk melawan banyak ras sakaligus. Lagi pula ketika mahkota Kekuatan tidak memiliki seorang pemilik maka keberadaan mahkota itu akan sangat mudah untuk ditemukan. Saat ini orang orang yang menginginkan mahkota ini telah mengetahui keberadaannya dan bergegas datang kedunia ini.


"Apa kau akan memasang penghalang pada semua mahkota itu Zen?"


Zen dapat memasang sebuah penghalang pada mahkota Kekuatan, penghalang itu sangatlah kuat dan dengan penghalang itu tidak akan ada orang dibawah surga ini yang dapat Merasakan keberadaan mahkota Kekuatan itu. Zen juga melakukan hal yang sama pada mahkota miliknya sebelum dia mati.


"Tidak, itu merepotkan. Lagi pula aku hanya membutuhkan satu mahkota saja."


Zen hanya membutuhkan satu mahkota king untuk dia berikan kepada Bifrost. Zen lalu memasang penghalang pada salah satu mahkota agar keberadaannya tidak dapat dilacak.


"Bagaimana dengan 3 yang lainnya?"


"Hmm, kurasa aku akan melemparkannya secara acak."


"Kalau begitu lakukanlah sekarang sebelum orang orang itu datang kesini."


Apa yang Ling Hao ada benarnya juga, Zen juga tidak ingin menghadapi orang orang yang merepotkan itu. Zen lalu dengan kuat melempar ketiga mahkota itu kelangit.


"Dengan begini mereka tidak akan datang kesini."


Meski Zen tidak tau dimana mahkota itu akan terjatuh namun setidaknya mahkota itu pasti akan terjatuh didunia yang berjarak puluhan dunia dari tempat Zen saat ini.

__ADS_1


__ADS_2