
"Memang benar kalau aku bukan vampire murni, tapi kau adalah vempire murni bukan?"
"Kenapa kau bilang seperti itu?"
"Mata dan taringmu."
Vampire murni memiliki warna merah darah dengan garis hitam ditengahnya, sedangkan vampire yang tidak Murni dan setengah vampire tidak memiliki mata seperti itu. Zen sebagai seorang vampire yang tidak murni memiliki mata bewarna biru, sedangkan Irene sebagai setengah vampire memiliki mata hijau giok.
Begitu juga dengan taring, taring hanya dimiliki oleh vampire murni, karena itulah Zen dan Irene tidak memiliki taring.
"Ah, ini adalah kesalahanku karena tidak menyembunyikannya."
"Apa kau yang menggiring para monster itu kesini?"
"Bisa dibilang begitu."
"Siapa kau sebenarnya?"
Zen sangat penasaran dengan sosok yang ada didepannya itu, sosok itu memiliki kekuatan yang setara dengan Zen saat ini.
Itu adalah sesuatu yang sangat tidak biasa, didunia bawah (dunia kecil) ini seharusnya tidak ada sosok yang memiliki kemampuan sebesar dirinya saat ini.
"Ah saat kau bertanya seperti itu aku jadi teringat kalau memperkenalkan diri. Namaku adalah Vlad Tepes, dan seperti kau lihat aku adalah vampire murni."
Vlad Tepes adalah seorang pria yang memiliki rambut berwarna hitam dan dengan sebuah senyuman yang tidak mengenakan diwajahnya.
"Dan kau, siapa namamu?"
"Zen Cavalier."
"Zen Cavalier ya, entah kenapa aku sepertinya pernah mendengar nama itu."
"Mungkin kau salah ingat."
"Ya, mungkin kau benar."
"Kau dari dunia atas bukan? Kekuatan mu bukankah sesuatu yang bisa didapatkan dari dunia bawah ini."
"Ya memang aku dari dunia atas, dan Kau memiliki kekuatan yang tidak berbeda jauh dengan ku. Dengan kata lain kau juga dari dunia atas bukan Zen?"
"Mungkin bisa dibilang begitu."
"Mungkin? Dari dunia atas bagain mana kau berasal?"
Sama seperti dunia bawah, dunia atas (dunia luas) juga terbagi menjadi banyak wilayah seperti dataran vampire, dataran iblis, dataran elf dan dataran yang lainnya.
Yang menjadi perbedaan adalah jumlah ras didunia atas jauh lebih bayak dari pada dunia bawah.
__ADS_1
"Sebelum itu bagaimana jika kau memberitau ku terlebih dahulu?"
"Aku berasal dari wilayah milik leluhur pertama vampire, yang mulia Ardiel Veltre."
Setiap ras vampire memiliki leluhur, tidak peduli didunia mana mereka berada. Didunia yang tinggali sebelumya terdapat 10 leluhur vampire, sedangkan didunia atas memiliki 20 leluhur vampire.
"Ardiel Veltre ya, karena masih hidup maka itu berarti dia tidak mati dalam pertempuran itu."
"Apa kau mengenal yang mulia?"
"Aku cukup mengenalnya, lagi pula kami Saling bermusuhan."
"Kau adalah musuhnya yang mulia?"
"Ya."
"Hahahaha."
Vlad tertawa dengan kuat setelah mendengar perkataan Zen, Zen yang saat ini memiliki kekuatan yang tidak jauh berbeda dengan dirinya.
Vlad tidak dapat membayangkan bagaimana bisa Zen masih dapat hidup setelah menjadi musuh dari Ardiel yang merupakan vampire super kuat.
"Yah, ada beberapa alasan mengapa aku bisa menjadi seperti ini."
"Hooo, kalau begitu biarkan aku mengetes dirimu."
Mulai dari pukulan, tendangan hingga sihir. Vlad terkena pukulan Zen dengan sangat kuat hingga dia terhempas hingga kedalam hutan didekat mereka.
Zen lalu mengejar Vlad sambil mengelukan ribuan panah kegelapan, sihir serangan fisik tidak terlalu berpengaruh terhadap vampire jadi Zen mengeluarkan sihir yang dapat merusak jiwa.
Zen kemudian mengarahkan ribuan anak panah kearah Vlad. Tidak ada banyak celah dari serangan anak panah itu, Vlad sama tidak akan dapat menghindarinya. Lalu agar tidak terkena panah itu Vlad memotong anak panah yang menuju kearahnya.
Setelah cukup lama Vlad memotong, anak anak panah itu akhirnya berhenti menyerang. Dan dengan cepat Vlad langsung membuat sebuah bola api besar diatas Zen.
Zen memotong bola api itu dan membuatnya meledak. Pecahan pecahan bola api itu kemudian berjatuhan dan membakar hutan.
Dalam sekejap banyak pohon yang telah kebakar, namun mereka berdua tidak memperdulikan hal itu. Sekali lagi mereka kembali beradu pedang.
Disaat ada celah, Zen langsung memotong tangan Vlad dan menendangnya hingga terhempas jauh.
'Apa itu.'
Puluhan tombak emas muncul dilangit, tombak tombak itu kemudian mulai berjatuhan. Beberapa tombak menusuk badan Zen dan beberapa lagi terjatuh ketanah dan menciptakan sebuah ledakan yang besar.
"Apa yang terjadi disana?"
"Entahlah, aku tidak tau."
__ADS_1
Para petualang dan prajurit yang melihat dari dekat tembok kota menjadi binggung. Pertarungan antara Zen dengan Vlad membuat kerusakan yang sangat parah. Hutan yang tadinya rimbun itu kini telah dipenuhi oleh kehancuran dan api.
Zen kembali bangkit setelah tertusuk beberapa tombak emas, ditubuhnya terdapat beberapa luka yang sangat parah. Namun luka luka dengan cepat langsung sembuh kembali.
Disisi lain Vlad kembali menyerang Zen ketika tangannya telah tersambung kembali.
Kali ini Vlad menyimpan pedang miliknya dan menyerang menggunakan pukulan, Zen beberapa kali terkena pukulan Vlad dengan keras hingga dia memuntahkan banyak darah.
'sialan.'
Zen membalas pukulan Vlad itu, mereka terus menerus saling memukul satu sama lain.
Mereka sama sekali tidak memperdulikan daerah sekitarnya, pepohonan yang berada disekitar mereka telah menghilang akibat terhempas.
Setelah banyak terkena pukulan, Mereka berdua langsung mengambil jarak satu sama lain.
"Kau.... Ada yang aneh dengan dirimu. Mengapa vampire yang tidak murni memiliki kekuatan regenerasi secepat itu."
Sambil memuntahkan darah Vlad bertanya kepada Zen.
"Entahlah aku juga ingin mengetahui hal itu."
"Baiklah jika kau tidak ingin memberitahunya."
Vlad melihat luka yang ada ditubunya, luka itu sudah mulai tidak beregenerasi lagi karena telah mencapai batas.
'akan bahaya jika pertarungan ini berlangsung lebih lama lagi.'
"Black lightning."
Vlad mengeluarkan Sebuah bola petir hitam, dia kemudia menyerang Zen dengan bola petir hitam itu.
"wall of void"
5 lapis Dinding hitam muncul didepan Zen. Bola bola Petir itu menghancurkan dinding lapisan pertama dan kedua Dengan mudah. Namun untuk menembus dinding lapis ke tiga dan keempat bola bola petir itu membutuhkan waktu yang cukup lama hingga akhirnya hancur.
Masih tersisa beberapa bola petir, dan bola bola petir itu sedikit demi sedikit mulai menghancurkan dinding yang kelima.
Pertahan Zen yang terakhir mulai retak, Zen lalu mengalirkan mana miliknya kedalam dinding.
Bola bola petir itu mulai membesar dan akhirnya menciptakan sebuah ledakan yang sangat besar.
Banyak debu debu yang berterbangan, Zen sama sekali tidak dapat melihat daerah sekitarnya. Namun ada satu hal yang pasti, saat ini Zen tidak dapat merasakan aura milik Vald.
"Dia pergi ya."
Saat bola bola petir miliknya meledak, Vald mengambil kesempatan itu untuk pergi meninggalkan Zen.
__ADS_1