Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Para Pencari Hiburan


__ADS_3

Satu bulan berlalu sejak pembicaraan Zen Dan Ling Hao saat itu, hari adalah hari dimana semua permainan yang telah dirancang akan dimulai.


"Jadi apa kita akan pergi sekarang Zen?" Ucap Hao Chen.


"Iya, jadi apa yang akan kau lakukan sekarang Bifrost?"


"Saya akan memperhatikan dan mempelajari cara anda bertarung master."


Bifrost, orang ini bukanlah anak kandung Zen melainkan dia adalah murid kedua Zen. bagi Bifrost Zen adalah sosok yang sangat dia kagumi, dia memiliki mimpi untuk dapat menjadi seperti Zen suatu hari nanti. Dan juga karena Xia Shuang cukup dekat dengannya jadi Xia Shuang menyuruh Bifrost untuk memanggilnya kakak.


"Kalau begitu berusahalah untuk memperhatikannya dengan baik."


"Jadi Zen apa kau akan membuka gate untuk kesana?" Tanya Ling Hao


"Tidak aku tidak akan membuang tenaga ku untuk melakukan hal itu."


Meski tidak membutuhkan terlalu banyak mana atau energi spiritual namun membuka gate tetap saja membutuhkan tenaga yang cukup besar. Lagi pula gate yang akan dibuka Zen pada dasarnya seperti gate antar dunia, akan sangat merepotkan bagi mereka jika nanti bertemu dengan makhluk kehampaan saat berada dicelah dimensi.


Dalam hal ini lingkaran teleportasi lebih aman dan tidak melelahkan, hanya saja Zen telah memeriksa kalau semua lingkaran teleportasi yang ada didunia Lin Shuming telah dinonaktifkan. Dengan begitu mustahil bagi mereka untuk menggunakan lingkaran teleportasi.


Pada akhirnya Zen memutuskan untuk pergi kedunia Lin Shuming dengan cara terbang, lagi pula dunia Lin Shuming berada hanya berjarak beberapa dunia dari tempat Zen berada sekarang. Dengan kecepatan mereka berempat mereka dapat mencapai dunia itu hanya dalam beberapa waktu.


"Ayo kita pergi sekarang."


Mereka berempat segara terbang dan menuju dunia Lin Shuming berada, dengan kecepatan yang sangat luar biasa mereka akhirnya sampai kedunia Lin Shuming setelah melewati beberapa dunia.


Zen lalu pergi menuju sebuah gunung yang merupakan tempat tinggal Lin Shuming. Begitu sampai disana Zen dapat melihat beberapa orang yang juga berada didekat gunung itu.


"Mengapa para orang tua seperti kalian ada disini?"


Zen melihat kearah Cheng Ning lalu melihat kearah Verdia Arcadia. Tidak hanya mereka berdua, disana juga ada beberapa pemegang mahkota lainnya.


Zen tidak melihat keberadaan Xia Shuang ataupun Tan Shin disana, dengan tidak adanya mereka berdua Zen menjadi sedikit lega.


"Dari pada berada disini bukankah lebih baik kalian mencari cara untuk dapat meninggalkan dunia ini?"

__ADS_1


"Kami akan melakukannya dengan cara yang termudah." Ucap Verdia Arcadia.


"Hoo, bagaimana caranya?"


"Kami akan membuat mu berbicara."


"Lakukanlah jika kalian memang sanggup."


Zen menatap mereka semua dengan tajam sambil mengeluarkan aura membunuh yang besar, namun mereka semua tidak khawatir. Mereka tau Zen saat ini sedang fokus dengan Lin Shuming, sebelum urusannya dengan Lin Shuming selesai Zen Tidak akan dengan bodohnya melawan mereka.


Ling Hao dan Hao Chen pun juga tau mengenai hal itu, Karena itulah mereka masih tetap tenang dan hanya melihat saja.


"Tenanglah sedikit Zen."


Tiba tiba seorang elf perempuan berbicara, tidak berlebihan jika mengatakan elf itu sangat cantik. Dia memiliki rambut pirang yang terurai panjang, mata birunya yang terlihat seperti air laut yang jernih. Siapapun pasti akan terpikat oleh kecantikan itu ketika pertama kali melihat dirinya.


Elf itu pergi mendekati Zen, tidak ada niat permusuhan yang keluar dari elf itu. Malahan yang ada adalah rasa tertarik yang besar kepada Zen.


"Cicilia Shisa, apa yang ratu elf lakukan disini?"


Ratu elf, itu adalah gelar yang dimiliki oleh orang yang berada dipuncak kekuasaan untuk ras elf. Didunia ini hanya ada 3 orang yang dapat disebut sebagai ratu elf dan Cicilia Shisa adalah salah satunya.


Cicilia lalu kebelakang Zen dan memeluknya. Itu adalah sebuah pelukan yang dapat membuat orang lain merasa iri.


"Membantu ku?"


"Iya, cobalah lihat dengan seksama kearah gunung itu."


Menuruti perkataan Cicilia, Zen melihat kearah gunung itu dengan seksama.


"Penghalang?"


Zen dapat melihat sebuah penghalang yang mengelilingi rumah Lin Shuming, itu adalah sebuah penghalang yang cukup kuat. Penghalang itu juga memiliki kekuatan regenerasi, ketika penghalang itu mengalami kerusakan maka penghalang akan menyerap mana disekitar dan memperbaiki kerusakan itu.


"Apa kau yang membuatnya?"

__ADS_1


"Iya, dan Lin Shuming terkurung didalam sana."


"Tidak biasa melihat mu melakukan sesuatu untuk membantu ku."


"Yah, aku juga sedang bosan jadi tidak ada salahnya bagiku untuk membantu mu."


Sebulan yang lalu tepatnya ketika hari dimana suara Zen menggema dilangit Cicilia secara kebetulan sedang berada didekat sana. Cicilia lalu melihat Lin Shuming yang ingin pergi dari rumahnya, namun Cicilia tidak membiarkan hal itu. Dia dengan membuat sebuah penghalang untuk mengurung Lin Shuming.


Lagi pula Cicilia cukup membenci Lin Shuming karena dia adalah salah satu orang yang membuat Zen mati. Karena itulah Cicilia mengurung Lin Shuming dan membuatnya tetap disana hingga Zen datang.


"Aku berterima kasih atas perhatian mu, namun bisakah kau melepaskan ku sekarang."


"Ara, apa kau tidak menyukainya?"


"Tidak aku menyukainya, hanya saja nanti mungkin bisa menimbulkan sebuah masalah."


Theresia saat ini berada didalam tubuh Zen jadi dia pasti akan dapat melihat apa yang sedang terjadi diluar saat ini. Zen tidak ingin membayangkan apa yang akan Theresia lakukan padanya ketika dia telah kembali ke tubuhnya nanti.


"Palingan hanya masalah kecil bukan? Biarkan aku sedikit lebih lama lagi."


Cicilia menolak untuk melepaskan pelukannya, Zen ingin sekali melepaskan diri dari pelukan itu namun Zen tidak ingin melakukannya dengan cara yang kasar.


Selagi Zen memikirkan cara untuk melepaskan diri dari pelukan Cicilia dengan cara yang sehalus mungkin tiba tiba beberapa bilah angin yang kuat menuju kearah mereka dengan sangat cepat.


Cicilia lalu melihat kearah bilah angin itu dan menatapnya, dalam sekejap semua bilah angin itu langsung menghilang. Bilah bilah angin itu bukan menghilang dengan sendirinya melainkan Cicilia menggunakan bilah bilah angin yang lebih halus dan hampir tidak terlihat untuk menghancurkan semua bilah bilah angin itu.


"Apa kau tidak mendengar apa yang dia katakan dasar wanita penggoda."


Cicilia dapat mendengar suara itu dengan sangat jelas, meski dia tidak melihatnya namun Cicilia tau siapa orang itu.


Namun meski dia mengetahuinya Cicilia memutuskan untuk menggoda pemilik suara itu lebih lama lagi dengan memeluk Zen lebih kuat dari yang sebelumnya.


Provokasi Cicilia berhasil, bilah bilah angin kembali muncul dan menuju kearah mereka. Dan sama seperti yang sebelumnya Cicilia kembali menghancurkan semua bilah angin itu.


Cicilia lalu melihat kearah pemilik suara itu dengan sebuah senyuman diwajahnya, Cicilia lalu berbicara kepadanya.

__ADS_1


"Kau sangat kejam Ciel, serangan mu tadi bisa saja membuat Zen mati sekali lagi."


Pemilik suara itu adalah ratu dari segala roh Ciel Rocbell.


__ADS_2