Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Rasa Sakit Pada Jiwa


__ADS_3

Necromancer adalah sihir hitam yang menggunakan mayat untuk dijadikan pasukan, mayat yang digunakan bisa mayat manusia, monster maupun ras lainnya. Selama sang pangguna sihir bisa membangkitkan mayat yang ada maka dia akan menjadi pelayan yang sangat setia dan mereka disebut shadow. Shado yang dibangkitkan oleh sang necromancer tidak bisa mati, saat dia dibunuh shadow hanya akan menghilang.



Selama sang pengguna sihir masih memiliki mana maka mahluk bisa dipanggil kembali, shadow sendiri juga bisa digunakan sebagai mata ataupun telinga untuk sang pengguna. Ini adalah sihir kuno yang sangat langka bahkan didunia ini orang yang dapat menggunkan sihir ini dapat dihitung dengan jari, aku sungguh beruntung bisa mendapatkan gulungan sihir ini. Lalu untuk mantranya sendiri tidak terlalu panjang hanya ada beberapa kalimat, jika hanya segitu aku mungkin dapat menghapalnya.



"Aku sang necromancer memanggilmu. Tunjukanlah dirimu dan patuhi perintahku."



Sesudah Aku membaca mantra yang ada didalam gulungan, tiba tiba gulungan itu terbakar didalam pikiranku masuk banyak ilmu pengetahuan tentang sihir hitam necromancer. Mulai dari cara penggunaan indra shadow, pemanggilan shadow, pengendalian shadow dan yang terakhir adalah cara penciptaan shadow.



Penggunaan mana untuk memanggil shadow sendiri sepertinya tidak terlalu banyak tergantung jumlah shadow yang dipanggil, mana yang digunakan untuk memanggil shadow dari rank tinggi maupun rank rendah sama saja. Sebagian besar tentang sihir necromancer ini aku sudah mulai mengerti, hanya saja untuk saat ini aku tidak dapat mempelajari lebih banyak lagi tentang sihir ini karena aku tidak memiliki mayat untuk digunakan.



Aku dapat mempelajari tentang sihir ini lebih bayak lagi mungkin Setelah menyelesaikan urusanku disini, untuk saat ini lebih baik aku melihat gulungan sihir yang lain. Jika gulungan hitam mengandung sihir hitam didalamnya dan gulungan merah mengandung sihir elemen api berarti gulungan putih ini mengandung sihir cahaya.



Sihir elemen cahaya kebanyakan adalah sihir penyembuh, aku sendiri tidak terlalu butuh sihir penyembuh jadi aku sebaiknya tidak membuka gulungannya. Setelah aku membuka gulungan sihir api dan sihir hitam tadi aku jadi mengetahui kalau mantra yang ada pada gulungan dibaca maka gulungannya akan langsung menghilang, jadi sebaiknya aku menunggu saat yang tepat untuk membuka gulungan yang tersisa.



Untuk hari ini cukup banyak yang dapat aku pelajari tentang gulungan sihir, Aku memasukan kembali gulungan yang tersisa kedalam sihir penyimpananku. Hari ini aku sangat lelah aku segera beristirahat agar dapat segera menjelajahi menara ini.



^^^^^^

__ADS_1



Lorong ini ternyata cukup panjang juga, entah berapa lama waktu yang kami butuhkan untuk menuju ruangan pertama untuk mendapatkan berkah yang pertama. Menurut infomasi menara yang kudapat selama berada disini menara ini sepertinya memiliki sembilan lantai, delapan lantainya adalah tempat berkah berada. Aku sendiri kurang mengerti apa itu berkah, namun untuk dapat naik kelantai kesembilan dimana pedang suci dan pedang terkutuk disegel aku harus mengumpulkan semua berkah yang ada.



Setelah cukup lama berjalan dilorong yang sepi ini, kami akhirnya menemukan pintu yang didalamnya terdapat berkah yang pertama. Untuk saat ini aku mungkin harus mempersiapakan segala sesuatu untuk menghadapai hal yang tidak diinginkan.



"Shiroki keluarlah."



Aku mengeluarkan shiroki yang sedang tertidur didalam tanda kontrak kami.



"Ziyun tetaplah bersama shiroki dan jika sesuatu yang buruk terjadi padaku maka kau harus segera pergi bersama shiroki."




"Tapi zen aku tidak bisa meninggalkanmu begitu saja, jika sesuatu yang buruk terjadi padamu saat aku pergi maka aku tidak akan memiliki siapa siapa lagi."



"Tenang saja ziyun, setelah kau kabur aku pasti akan menyusulmu."



"......"

__ADS_1



Ini adalah sebuah pertaruhan yang besar, jika nona qinyu benar maka lima puluh persen tidak akan ada monster dibalik pintu ini. Aku sangat berharap inforasi yang diberikan nona qinyu adalah pemenang dalam taruhan kali ini.



Aku secara perlahan membuka pintu, didalam ruangan itu tidak ada monster satupun. Sepertinya kali ini aku cukup beruntung karena tidak ada monster didalamnya. Didalam ruangan itu hanya ada sebuag altar dengan lingkaran sihir yang mengambang diatasnya.



"Ziyun kau tunggu disini saja bersama shiroki"



"Baik"



Aku menyuruh ziyun untuk menungguku didekat pintu, aku berjalan mendekati altar yang ada didalam ruangan itu. Lingkaran sihir yang mengambang diatasnya mungkin adalah berkah yang dimaksud oleh tulisan yang ada dipintu masuk menara.



Jika itu memang berkah maka mengambilnya pasti adalah hal baik, namun harga yang dibayar untuk mendapatkan berkah ini pasti tidak murah. Meski aku tau harga yang dibayar untuk mendapatkan berkah ini tidak murah tapi aku tidak bisa mundur lagi, jika aku ingin mencapai lantai sembilan maka aku harus mengambil berkah ini.



Aku mengulurkan tanganku ketempat berkah itu berada, ketika aku aku menyentuh berkah itu tubuhku merasakan sakit yang luar biasa. Berkah ini bukan menyerang tubuhku melainkan mentalku, tidak lebih tepatnya berkah ini menyerang jiwaku. Aku merasa jiwaku seperti sedang terombang ambing oleh ganasnya ombak lautan yang berbadai, rasa sakit dari jiwa yang kurasakan sangatlah berbeda dengan rasa sakit yang ada pada tubuh yang terluka.



Aku merasakan seperti jiwaku akan terkoyak koyak jika aku tidak dapat mempertahankannya. Rasa sakit yang kurasakan semangkin lama semangkin sangat kuat, meski begitu aku tidak boleh membiarkan rasa sakit ini membuatku menyerah. Aku terus melawan meski yang kudapat adalah rasa sakit yang lebih kuat dari sebelumnya, aku terus melawan melawan dan melawan.


__ADS_1


Pada akhirnya lingkaran sihir yang ada diatas altar itu mulai hancur, tiba tiba sebuah batu bulat berwarna biru terang berada ditanganku dan lingkaran sihir itu telah sepenuhnya menghilang.


__ADS_2