
"Pukulan Surgawi!"
Ling Hao mengarahkan pukulannya ke Shao Ling, pukulan adalah kekutan fisik. Semankin kuat fisik orang yang menggunakan pukulan itu maka akan semankin besar daya hancur yang dihasilkan.
"Berhasil menghindar ya, kalau begitu bagaimana dengan yang kedua kalinya."
Pukulan pertama nya dapat dihindari oleh Shao Ling dengan sedikit luka, Ling Hao lalu kembali mengarahkan pukulannya ke Shao Ling. Pukulan yang ini sedikit berbeda dengan yang sebelumnya, kali ini Ling Hao menambahkan sedikit energi spiritual kedalam pukulan itu. Hasilnya pukulan itu menciptakan sebuah tekanan angin yang sangat kuat, Shao Ling tidak dapat menahan tekanan angin itu dan diapun langsung terhempas jauh.
Ling Hao dengan cepat mengejar Shao Ling dan kembali melakukan teknik pukulan surgawi, pukulan itu menghancurkan apapun yang ada disekitarnya.
"Cukup luar biasa, kau masih bisa bertahan setelah menerima 4 pukulan ku berturut- turut."
Shao Ling terkena tekanan angin pukulan itu sebayak 4 kali berturut- turut. Meski tubuhnya dipenuhi luka namun Shao Ling masih dapat berdiri, darah terus keluar dari luka itu dan mulutnya.
"Kau benar benar tidak ada ampun Ling Hao."
Sebuah senyuman kecil muncul diwajah Shao Ling, senyuman itu seolah olah mengatakan kalau pukulan seperti itu masih tidak akan dapat membunuhnya.
"Kau lebih tenang dari pada yang kukira."
Shao Ling berfikir kalau Ling Hao pasti akan kesal setelah melihat senyumannya, namun apa yang Shao Ling yang pikirkan sama sekali tidak terjadi. Ling Hao sama sekali tidak terpengaruh dengan senyuman itu, yang ada Ling Hao sedikit kagum dengan Shao Ling yang masih dapat bertahan setelah menerima beberapa pukulannya.
"Yah tidak ada alasan bagiku untuk kesal hanya karena senyuman dari mahluk rendahan sepertimu."
__ADS_1
Didunia atas ini Ling Hao telah berkali kali melihat orang yang menampilkan senyuman yang sama dengan yang digunakan Shao Ling saat ini. Namun Ling Hao sama sekali tidak pernah terprovokasi oleh senyuman itu, bagaimanapun orang orang itu adalah orang yang bahkan tidak bisa menembus batasan yang dibuat surga. Sebagai orang dengan status yang lebih tinggi tidak ada alasan bagi Ling Hao untuk terprovokasi oleh mereka yang berstatus lebih rendah darinya.
"Namun kau sebaiknya tidak sembarang menggunakan senyuma seperti itu, karena meremehkan lawan adalah sesuatu yang sangat buruk."
Dalam satu tarikan nafas Ling Hao telah berada didepan Shao Ling, Ling Hao dengan setengah kekuatannya memukul Shao Ling. Itu hanya pukulan fisik biasa, tidak ada apapun yang tercampur didalamnya.
Shao Ling kembali terhempas setelah terkena pukulan itu, Ling Hao Merasakan ada yang aneh dari pukulannya yang barusan namun Ling Hao tidak memperdulikan hal itu dan dia Kemabli menyerang Shao Ling. Kali ini Ling Hao kembali merasakan hal yang sama, Ling Hao lalu berhenti menyerang Shao Ling dan menatap dirinya.
"Lantunan 10 lagu suci ya."
"Hahaha akhirnya kau sadar juga ya."
Lantunan 10 lagu suci, itu adalah sebuah teknik pelindung tubuh. Saat teknik itu aktif maka sang pengguna secara otomatis akan selalu menjaga jarak 10 cm dari serangan lawan. Penggunaan teknik itu tidak akan terkena serangan secara langsung melainkan hanya merasa seperti didorong saja.
"Apa alasanmu mengatakan itu?"
"Lantunan 10 lagu suci adalah teknik yang diciptakan oleh dewa sejati Ye Sui, dan miliknya terlihat lebih mengerikan."
Versi sempurna dari teknik ini jauh lebih mengerikan, gerakan tubuh orang yang menguasai teknik ini dengan sempurna akan terlihat seperti sebuah bulu yang tertiup angin sedangkan gerakan tubuh Shao Ling terlihat seperti sebuah kelereng yang terdorong oleh kelereng lain.
"Iya ini memang tidak sempurna, aku tidak sengaja menemukan teknik ini digudang milik Zen."
"Ah jadi begitu, tidak heran kau dapat menggunakan teknik itu. Tapi kau sangatlah menyedihkan Shao Ling, kalian para pemegang mahkota seharusnya sudah dapat menciptakan teknik dengan hukum sebab akibat namun sampai sejauh ini mengapa aku masih belum melihat teknik ciptaanmu?"
__ADS_1
Sebuah senyuman yang merendahkan dapat terlihat diwajah Ling Hao, melihat senyuman itu Shao Ling menjadi sedikit kesal. Para pemegang mahkota biasanya memang sudah dapat menciptakan sebuah teknik yang sesuai dengan kekuatan mahkotanya. Salah satu contohnya adalah Mekai Incarna, dia adalah pemegang mahkota Kekuatan kutukan. Dengan mahkota itu Mekai menciptakan sebuah teknik yang dapat mengutuk apapun didalam jarak lebih dari ratusan dunia.
Untuk Shao Ling sendiri dia adalah pemegang mahkota Kekuatan kehidupan, kekuatan itu sangat tidak cocok untuk pertarungan. Kekuatan itu lebih cocok digunakan untuk penyembuhan diri sendiri, atau mungkin untuk menghidupkan kembali pohon yang telah mati.
Kekuatan ini berhubungan dengan hukum kehidupan, Shao Ling hanya dapat memahami hukum kehidupan sampai lapis ke 4. Karena itulah dia hanya dapat melakukan hal hal kecil seperti itu, namun sebenarnya hukum kehidupan adalah hukum yang sangat kuat. Jika seseorang telah memahami hukum kehidupan sampai lapis ke 10 maka orang itu mungkin sudah dapat menolak hukum kematian. Dengan kata lain selama orang itu masih berada dibawah surga itu akan sulit untuk mengalami kematian.
"Yah terserahlah, kau mau memiliki teknik mu sendiri atau tidak. Tapi lebih baik kau mengeluarkannya sekarang jika tidak kau mungkin akan mati tidak akan lama lagi."
"Hah mati? Selama teknik ini masih aktif seranganmu tidak akan bisa mengenai ku."
"Hoo, kalau begitu bagaimana jika kau menerima serangan ku ini."
Ling Hao bergerak dengan cepat dengan niat membunuh yang terus keluar. Sedangkan Shao Ling sangat percaya diri dengan teknik lantunan 10 lagu suci itu, dia sama sekali tidak ada niat untuk bergerak sedikitpun. Menurut Shao Ling tidak peduli sekuat apa serangan Ling Hao serangan itu tidak akan pernah mengenainya.
"Bagaimana mungkin?"
Shao Ling terkejut, Ling Hao dengan mudahnya memegang lehernya dan mengangkatnya.
"Ini hanyalah versi yang tidak sempurna, karena itu sangat mudah bagiku untuk dapat memegang tubuhmu."
Selama teknik itu bukan Versi yang sempurnanya maka akan sangat mudah bagi Ling Hao untuk menghilangkan efek dari teknik itu.
"Kau hanyalah mahluk rendahan yang hidup dibawah surga, namun mengapa kau bisa sangat sombong?"
__ADS_1
Dengan tatapan yang tajam Ling Hao terus menekan leher Shao Ling dengan sangat kuat.