Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Sudah Dimulai


__ADS_3

Cecilia mengeluarkan aura membunuh yang sangat besar, hanya dengan melihatnya saja sudah jelas kalau Cecilia sangat tidak menyukai Atlanta dan begitu juga sebaliknya. Meskipun kedua ras mereka memang saling bermusuhan namun mereka seharusnya tidak saling membenci satu sama lain sebesar itu, sudah jelas kebenciannya mereka itu karena Masalah pribadi.


"Apa kau sendirian Atlanta?"


"Jika iya mengapa?"


"Jika iya maka aku menyarankan mu untuk pergi dari sini selagi aku sedang dalam suasana hati yang bagus."


"Apa kau dapat membunuh ku Cicilia?"


"Jika aku sendiri maka aku tidak tau, tapi..."


Cicilia melihat kearah Zen yang sedang memulihkan lukanya. Jika Cicilia sendirian yang melawan Atlanta maka mereka hanya akan mengulangi sejarah mereka berdua yang telah terjadi lebih dari 10 kali, yaitu sebuah pertarungan tanpa akhir. Berapa banyak kerusakan yang mereka sebabkan mereka bahkan tidak lagi dapat menghitungnya.


Namun saat ini berbeda, Atlanta hanya sendiri sedangkan Cicilia memiliki Zen disampingnya. Jika mereka memang bertarung sekarang maka sejarah yang terus terulang itu mungkin akan berakhir hari ini.


"Begitu ya, tapi sayang sekali saat ini aku tidak sendirian Cicilia."


Atlanta menjentikkan jarinya dan muncul 3 orang disamping kiri dan kanannya, sama seperti Atlanta ketiga orang itu adalah leluhur para vampire. Ketiga orang itu adalah leluhur ke 3 Dimitrie Hans Yang merupakan seorang pria terhormat, leluhur ke 5 Bronya Noha yang merupakan seorang perempuan cantik yang terlihat polos juga kebalikan dari Atlanta, dan yang terakhir adalah leluhur ke 6 Lilfy Lunark yang merupakan seorang perempuan yang cantik dengan rambut peraknya yang terurai.


Diantara ke 4 orang itu hanya Atlanta dan Hans yang merupakan seorang pemegang mahkota, namun meski begitu bukan berarti Bronya dan Lilfy adalah vampire yang lemah. Bagaimanapun mereka masihkah seorang leluhur vampire, mereka dapat menggunakan kekuatan kolam kepercayaan untuk mendapatkan kekutan yang setara dengan para pemegang mahkota tingkat menengah.


"Apa yang sebenarnya terjadi Atlanta, sampai sampai kalian mau berkerja sama?"


Ras vampire itu cukup kuat karena itulah sangat sulit membayangkan kalau mereka akan mengalami Krisis, selain untuk menghadapi krisis yang dialami ras vampire sangat tidak mungkin bagi para leluhur vampire untuk saling berkerja sama. Namun sekarang ke 4 leluhur vampire berkumpul dan berniat untuk saling berkerja sama, Zen penasaran dengan apa yang mendorong mereka hingga mereka mau untuk saling bekerja sama.


"Apa ada untungnya bagiku jika memberitau mu?"


"Tidak ada, hanya saja aku ingin mengetahui seberapa lama kalian dapat saling bekerja sama."

__ADS_1


Saat ini para leluhur vampire itu memang bekerja sama namun siapa yang tau apa yang akan terjadi beberapa hari lagi, bisa saja mereka kembali saling bertarung untuk sebuah peringkat.


"Yang lebih penting lagi bukanlah sekarang situasinya telah berubah, apa yang akan kalian lakukan?"


Sebelumnya adalah 2 lawan satu dan Zen diuntungkan pada saat itu, namun sekarang situasinya telah berubah menjadi 2 lawan 4. Mau dilihat bagaimanapun Zen sama sekali tidak diuntungkan saat ini, namun Cicilia dan Zen sama sekali tidak memperdulikan hal itu. Bahkan jika semua leluhur vampire mengepung mereka sekarang mereka tetap akan melawan dengan sekuat tenaga. Lagi pula berkat percakapan mereka yang cukup lama luka luka Zen kini telah hampir pulih sepenuhnya.


"Kami memang tidak diuntungkan disini, hanya saja....."


"Kupikir mengapa aku mencium bau busuk ternyata ada pada leluhur vampire disini."


Tiba tiba Cheng Ning muncul dengan beberapa anggota keluarga suci bersamanya.


"Jaga perkataanmu Cheng Ning, apa kau ingin kami meratakan keluarga sucimu itu?"


"Apa kau dapat melakukannya Atlanta?"


"Kurasa itu bukan hal yang susah."


"Ini adalah kesempatan yang cukup bagus, akan kubunuh kalian semua sekarang."


Tanpa banyak berkata kata Cheng Ning langsung mengeluarkan pedang pedang emasnya, kini ribuan pedang emas terlihat menyilaukan dilangit. Pedang emas itu siap untuk menyerang kapanpun tergantung keinginan Cheng Ning.


"Orang tua ini, dia benar benar ingin membunuh kita semua."


"Apa menurutmu yang harus kita lakukan Zen?"


"Bukankah sudah jelas? Tentu saja kita akan menghancurkan semua pedang itu."


Zen tersenyum kepada Cicilia, Cicilia tau kalau Zen bukanlah orang yang akan mundur sebelum merasa tidak akan ada kesempatan untuk menang.

__ADS_1


"Itu trik yang sangat murahan Cheng Ning."


Atlanta membuat sebuah pedang yang sangat besar dengan menggunakan banyak petir, pedang itu memiliki panjang sekitar 1 km. Dengan pedang itu Atlanta langsung menghancurkan sebagian besar pedang emas milik Cheng Ning.


"Hmm, bodoh."


Cheng Ning sama sekali tidak peduli sebanyak apa pedang emasnya dihancurkan karena pada akhirnya selama dia masih hidup pedang pedang itu masih dapat dia munculkan kembali. Kini Cheng Ning mengeluarkan lebih banyak pedang, pedang pedang itu lalu menuju ketempat para leluhur vampire dengan sangat cepat.


Para leluhur vempire menggunakan sebagian besar kekuatan mereka dan hanya dalam satu serangan dari mereka semua pedang Cheng Ning yang menuju kearah mereka telah dihancurkan.


"Hooo, itu sangatlah luar biasa."


Zen terpukau dengan pemandangan yang sedang dia lihat saat ini, semua pedang Cheng Ning dapat dengan begitu mudahnya dihancurkan. karena Cheng Ning keras kepala tentu saja dia tidak akan berhenti begitu saja, Cheng Ning kembali mengeluarkan pedang yang lebih banyak dan lebih kuat dari yang sebelumnya.


"Cicilia, bukankah menurutmu Cheng Ning itu sangat bodoh?"


"Iya dia sangat bodoh."


Sudah jelas dalam hal Kekuatan Cheng Ning jauh lebih lemah dari pada para leluhur vampire itu, namun karena harga dirinya Cheng Ning tetap memaksa untuk melawan mereka semua secara bersamaan.


Cheng Ning saat ini sedang tersesat dibuat oleh para leluhur vampire itu, sebuah petir emas muncul dan mengenai tubuh Cheng Ning.


"Lumayan kau masih dapat bertahan."


Atlanta memandang Cheng Ning dengan begitu rendahnya, Dimata Atlanta meski Cheng Ning dapat menahan petir emas miliknya namun hal itu tetap tidak akan mengubah arus pertarungan. Atlanta sekali lagi mengeluarkan petir emasnya dan kembali menyerang Cheng Ning, berbeda dengan yang sebelumnya kali ini petir emas itu tidak mengenai Cheng Ning. Petir itu mengenai Li Qinyuang yang sedang melindungi Cheng Ning.


"Akhirnya kalian bergerak juga, kupikir karena ketakutan kalian tetap akan melihat saja."


Sejak pertarungan dimulai hanya Cheng Ning saja yang bertarung sedangkan para anggota keluarga suci yang lain hanya melihatnya saja.

__ADS_1


"Ya terserahlah lagi pula bertambahnya semut seperti kalian juga tidak akan mengubah apapun."


Sekali lagi Atlanta membuat pedang besar dengan petir petir miliknya.


__ADS_2