
Iris melihat Kufa yang masih terbaring tanpa ada tanda tanda akan menyerang dirinya. Iris pun langsung memasukan kembali pedangnya kedalam sarung.
"Sepertinya kita tidak perlu lagi melanjutkannya, ini adalah kemenangan saya."
Mendengar perkataan Iris, Accua dan Sieg langsung berlari ketempat Kufa. Mereka sedikit khawatir dengan keadaannya, meski Kufa adalah orang yang kuat namun serangan Iris pasti membuat beberapa luka ditubuhnya.
Iris meminum potion tingkat rendah untuk menyembuhkan luka goresan yang ada ditangannya. Begitu dia selesai meminum potion itu, Iris berjalan menuju arah Kufa.
Dia memberikan Potion tingkat tinggi ke Kufa, Kufa langsung meminum itu dan luka luka ditubuhnya langsung menghilang.
"Terima kasih atas potionnya tuan putri."
"Tidak usah terlalu dipikirkan tuan Kufa, bagaimanapun saya sepertinya terlalu berlebihan."
Iris merasa sedikit kesal ketika Kufa membuat luka goresan ditangannya, dan tanpa sadar Iris menyerang Kufa dengan cukup keras.
"Tuan putri, bagaimana jika selanjutnya anda berlatih tanding dengan salah satu mereka?"
Kufa menunjuk kearah Accua dan Sieg. Kufa berfikir kalau untuk mengajak Iris bergabung dengan mereka adalah dengan cara mengalahkan nya. Namun saat ini dia kalah telak dari Iris, jadi Kufa merasa kalau setidaknya antara Accua dan Sieg harus ada yang mengalahkannya.
"Tidak, saya tidak akan melawan mereka."
Tanpa berfikir panjang Iris menolak saran dari Kufa.
"Mengapa tuan putri?"
"Tuan Kufa, apa anda tau alasan saya mengajak anda berlatih tanding?"
"Bukankah untuk mengalahkan saya dan membuat saya menyerah untuk mengajak anda bergabung."
Tentu saja apa yang Kufa pikirkan tidaklah salah, bagaimanapun situasi seperti ini sering terjadi dikalangan bangsawan yang mengajukan sebuah tantangan lalu mereka berkata 'Jika kau dapat mengalahkanku maka aku akan melepaskanmu.' atau ketika seorang pria terhormat berkata 'Jika kau ingin menyentuhnya maka langkahi dulu mayatku.'
"Tidak, anda salah tuan Kufa."
Namun berbeda dengan yang Kufa pikirkan, sejak awal Iris tidak menantang Kufa dengan alasan yang seperti itu. Jika Iris berfikir untuk membuat Kufa menyerah maka dia akan menantang mereka bertiga dan mengalahkannya sekaligus akan menjadi pilihan yang terbaik.
"Kalau begitu apakah tuan putri dapat memberitau kan alasannya kepada saya?"
"Itu karena hubungan anda dengan pedang anda jauh lebih kuat dari pada mereka. Jika saya tidak salah tebak mereka pasti baru saja mendapatkan pedangnya."
__ADS_1
Hubungan antara senjata dan pengguna juga merupakan faktor penting dalam sebuah pertarungan. Jika sang pemilik tidak dapat menggunakan kekuatan senjatanya dengan maksimal maka mereka akan sangat kesulitan untuk melawan musuh yang jauh lebih kuat.
"Yah, meskipun hubungan anda dengan pedang anda belum sampai sekuat hubungan saya dengan pedang saya."
"Anda tidak salah putri, mereka memang Baru saja mendapatkan pedang suci dan terkutuk itu beberapa bulan terakhir."
Sieg mendapatkan pedang suci itu dari Zen, sedangkan Accua mendaptkan pedang terkutuk itu dari menara sihir yang ada di selatan. Dan pedang terkutuk itu merupakan pedang terkutuk terakhir yang dilepaskan dari segelnya.
Sekarang semua pedang suci dan terkutuk yang disegel didunia ini telah memiliki seorang pemilik.
"Ngomong ngomong tuan Kufa, apakah anda bersedia menyuruh mereka berdua untuk menunjukkan pelayan mereka?"
"Saya tidak bisa berjanji, namun saya akan bertanya kepada mereka. Sieg, Accua apa kalian tidak keberatan menunjukan pelayan kalian kepadanya?"
"Aku tidak keberatan, lagipula kita semua disini sama sama memiliki pelayan."
"Sama seperti Accua, aku juga setuju."
"Kalau begitu tunjukanlah sekarang."
"Baiklah. Keluarlah Tiamat Albus."
Accua dan Sieg langsung mengeluarkan pelayan milik mereka. Seketika dibelakang mereka keluar sebuah naga dengan 4 kepala dan sebuah tubuh tengkorak yang seluruh tubuhnya ditutupi oleh jubah dengan sebuah sabit ditangannya.
"Yang satu serangan sihir dan yang satunya serangan Fisik ya."
Iris merasa puas setelah melihat pelayan mereka. Meski tidak pasti namun Iris telah memperkirakan sebesar apa kekuatan yang dimiliki oleh ketiganya.
Dalam hubungan dengan senjata, Kufa jauh lebih kuat dari yang lainnya. Sedangkan dalam hubungan dengan pelayan Accua Jauh lebih kuat. Sedangkan dalam hal yang lainnya kekuatan mereka bertiga hampir sama semua.
Kemampuan ini Iris dapat sejak lahir, kemampuan ini bahkan dapat membuat Iris mengetahui seberapa kuat hubungan sebuah pasangan.
'Diantara mereka bertiga, yang paling lemah adalah Sieg. Seolah olah dia tidak terlalu banyak mengetahui tentang kekuatan miliknya.'
Meski dalam hal kekuatan Fisik, jumlah mana dan beberapa hal lainnya mereka semua hampir sama. Namun ada beberapa hal yang membuat Sieg terlihat jauh lebih lemah dari Kufa dan Accua.
'Yah tidak ada gunanya memikirkan hal itu sekarang, kekuatannya pasti akan meningkat dengan seiringnya berjalan waktu.'
"Tuan putri."
__ADS_1
"Ada apa tuan Kufa?"
"Saya akan menanyakan kembali hal ini. Apakah anda setuju untuk bergabung dengan kami?"
"Ah..... Masalah itu ya? Bagaimana ya?"
"Tuan putri, jika anda setuju untuk bergabung dengan kami maka kami akan membantu anda untuk membunuh para mayat hidup yang ada diperbatasan."
Para mayat hidup itu adalah mayat para iblis yang Zen perintahkan untuk terus berjalan sampai keperbatasan. Para mayat hidup itu hampir sama seperti monster yang tanpa akal, mereka hanya terus berjalan tanpa melihat apapun. Hanya saja mereka tidak memiliki Indra yang membuat mereka merasakan sebuah bahaya.
"Membunuh para mayat hidup itu ya?"
"Iya, tuan putri."
"Tuan Kufa, anda sepertinya terlambat menerima informasinya. Beberapa hari yang lalu saya telah membunuh mereka semua."
"Mereka semua? Anda sendirian?"
Jumlah mayat hidup itu ada ribuan, akan sangat sulit untuk mempercayai kalau mereka semua telah dibunuh oleh satu orang."
"Tidak, saya membunuhnya dengan beberapa prajurit."
"Begitu ya, kalau begitu kerena anda telah membunuh mereka semua apa yang anda inginkan sebagai ganti bergabung dengan kami tuan putri?"
"Kira kira apa ya?...."
Iris sedikit berfikir sambil melihat Kufa dan yang lainnya.
'Kurasa tidak ada salahnya bergabung dengan mereka, lagi pula aku tidak dapat membiarkannya terus melakukan apa yang dia suka.'
"Saya rasa saya akan bergabung dengan anda tuan Kufa. Anda tidak perlu memberika apapun kepada saya."
"Terima kasih banyak putri, saya harap kita dapat berkerja sama."
"Saya juga berharap kita dapat berkerja sama tuan Kufa, dan juga mulai saat ini berhentilah memanggil saya tuan putri. Panggil saja saya Iris."
"Kalau begitu Iris, mulai sekarang kau juga dapat memanggilku Kufa."
Iris dan Kufa telah mencapai kesepakatan, sekarang 7 orang yang menerima pelayan dari Zen telah berkumpul dengan Kufa yang bertindak sebagai pemimpin.
__ADS_1
Dengan berkumpulnya mereka, itu menandakan kalau perperangan yang sebenarnya akan segera dimulai.