Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Ritual Pemindahan Kontrak


__ADS_3

Setelah mencapai kesepakan dan menabur sedikit umpan pada baal aku pergi menuju kekamar ziyun.


Tok tok tok..


Aku mengetok ngetok pintu kamarnya.


"Ziyun Bukalah pintunya, ini aku zen."


Segera pintu kamar ziyun terbuka. Dibalik pintu yang terbuka itu ada seseorang yang tidak terpikirkan olehku. Awalnya Kupikir yang membuka pintunya adalah ziyun, namun tidak kusangka yang membuka pintu kamarnya adalah sitri.


"Sitri, mengapa kau ada didalam kamar ziyun?"


Aku bertanya padanya dengan nada yang sedikit penasaran.


"Kenapa? Kau tanya padaku kenapa aku ada disini. Bukankah pada awalnya kau yang memintaku untuk menemaninya sampai kau kembali."


Hmm, aku penasaran apa aku memang mengatakan hal itu. Sejauh yang kuingat aku hanya memintanya untuk mengantar ziyun kekamarnya dan mengatarkannya makanan. Tapi dia bilang kalo aku memintanya untuk menemani ziyun sampai aku kembali, sepertinya dia bohong padaku. Namun ya sudahlah, tidak ada gunanya memikirkan hal yang tidak berguna seperti ini. Untuk saat ini aku mungkin lebih baik mengikuti alur yang ingin dia buat.


"Ah begitu ya, kalau begitu terima kasih sitri."


"Bukan apa apa, kalau begitu karena kau sudah ada disini maka aku akan meninggalkan kalian berdua. Dah, selamat bersenang senang."


Setelah mengatakan itu, sitri keluar dari kamar dan berjalan secara perlahan menjauhiku.


"Ya, sesuai yang kau katakan sitri. Kami akan bersenang senang malam ini."


Setelah mendengar perkataanku, sitri yang tadinya berjarak belum terlalu jauh dariku langsung mendekatiku dengan cepat dan mengarahkan sebuah pisau keleherku.


"Asal kau zen, tempat ini memiliki paraturan yang melarang seseorang untuk malakukan perbuatan yang dapat menggagu pelanggan yang lain. Jadi kuharap kau tidak melanggar peraturan itu dengan mengeluarkan suara yang aneh pada tengah malam."


"Ba... Baik, aku tidak akan melanggar peraturan itu. Jadi sitri, bisakah kau segera menjaukan pisau itu dari leherku. Jika pisau itu memotong leherku maka aku pasti akan kesakitan."


Meski aku tidak bisa mati karena pisau itu, tapi rasa sakitnya pasti akan tetap terasa. Jadi sebisa mungkin aku tidak ingin pisu itu sampai memotong leherku.


"Baiklah."


Sitri segera menarik pisaunya dari leherku.


"Terima kasih sitri. Ngomong ngomong dari mana kau bisa mendapatkan pisau itu?"

__ADS_1


"Aku mantan petualang, tentu saja menyembunyikan pisau seperti ini adalah hal yang mudah bagiku."


"Ahh, begitu ya. Lalu tentang suara aneh yang kau bilang tadi, apa maksudnya?"


Tentu saja aku tau apa yang dia maksud dengan suara yang aneh, namun aku lebih memilih untuk berpura pura tidak mengerti dan bertanya padanya.


"Itu...."


"Itu?"


"Yang... "


"Yang?"


Dia terus menerus mencoba untuk mencari alasan untuk menjawab pertanyaanku. Melihat ekspresinya yang kebingungn seperti ini membuatku ingin tertawa dengan sangat keras.


"ITU BUKAN APA APA, BODOHH!"


Setelah berteriak padaku dia segera berlari menuju lantai bawah. Sepertinya dia sudah kehabisan akal untuk membuat alasan atas pertanyaanku dan akhirnya kabur. Ya sepertinya aku harus sedikit berterima kasih padanya, ekspresi kebingungan yang dia buat tadi sangatlah menghiburku. berkatnya rasa bosan yang kudapat dari pembicaraanku dengan baal telah menghilang.


Karena sitri telah pergi dari kamar ziyun, maka sekarang adalah saatnya untuk melakukan ritual pemindahannya.


"Bagaimana perasaanmu, apakah terasa nyaman disini?"


"Ya, aku disini terasa sangat nyaman. Kamarnya bersih makanannya juga enak, dan juga nona sitri sangat baik padaku."


"Begitu ya, kalau begitu syukurlah."


"Ya."


Dia tersenyum dengan sangat polos. Setelah melihatnya seperti ini, maka sudah tidak ada lagi alasan bagiku untuk tetap bersamanya. Karena aku tidak mendapatkan apa yang aku inginkan, maka ini adalah saat yang tepat untuk segera bertindak.


"Ngomong ngomong ziyun, ada yang ingin kubicarakan padamu."


"hmm, apa yang ingin kau bicarakan zen?"


"Sebenarnya aku tidak bisa melatih agar kau dapat menggunkan kedua sihirmu dengan lancar, karena itulah aku telah meminta seseorang untuk melatihmu. Hanya saja untuk dapat melatih sihirmu, kau melakukannya didalam medan pertempuran. Jadi aku ingin agar kau ikut dalam penaklukan high orc yang akan dilakukan beberapa hari lagi. Jadi apakah kau bersedia untuk mengikuti penaklukan itu?"


"Iya aku bersedia."

__ADS_1


Dia menjawabnya dengan cepat. Kupikir kan butuh waktu yang cukup lama baginya untuk menjawab pertanyaanku, namun dia malah menjawabnya dengan cepat.


"Apakah kau yakin? Kau bisa saja terluka jika ikut dalam penaklukan itu."


"Ya tentu saja aku yakin. Lagi pula aku tidak bisa seperti ini terus, jika ingin aku ingin terus bersamu maka aku harus mengembangkan kekuatanku sehingga aku tidak akan menjadi beban bagimu."


Heh, tidak kusangka dia mengerti tentang posisinya saat ini. Namun bagiku, mau dia mengerti atau tidak, hal itu tidak akan merubah keputusanku.


"Baiklah, karena kau tetap ingin pergi maka setidaknya biarkan aku memberikanmu sesuatu."


"Memberikanku sesuatu? Apa yang ingin kau berikan padaku zen?"


"Aku akan memberikan shiroki padamu. Ya meskipun tidak terlalu berharga, namun dia dapat menjadi pelindungmu."


Saat dia masih memiliki 3 ekor shiroki tidak terlalu berguna dalam banyak hal, namun sekarang dia telah memiliki 4 ekor jadi kekuatannya pasti telah bertambah cukup banyak.


"Shiroki, apakah yang kau maksud adalah rubah putih itu?"


"Ya, tentu saja yang kumaksud adalah rubah putih itu. Maka dari itu kita akan memulai ritual pemindahan kontraknya sekarang."


"Apakah kita harus melakukannya sekarang?"


"Ya, tentu saja harus sekarang. Besok kita akan pergi berkeliling kota jadi aku tidak ingin melakukannya besok."


Lagi pula akan berbahaya jika besok baal mengetahui kalau ziyun tidak memiliki kontrak dengan rubah es ekor 9. Jadi aku harus membuat ziyun mau melakukan ritualnya sekarang.


"Ziyun Bukankah kau tidak ingin terganggu dengan hal seperti ini saat kita sedang bekeliling kota. Karena itulah aku ingin agar kau mau melakukan ritualnya sekarang."


"Baiklah zen."


Setelah ziyun setuju untuk melakukan ritualnya sekarang, akupun segera mengeluarkan shiroki. Dia telah terbangun saat kami memasuki penginapan ini, saat ini dia memiliki 4 ekor Dan kekuatanya pun juga telah bertambah.


"Ziyun Aku akan melepaskan kontrakku dengan shiroki, pada saat itu kau harus meneteskan darahmu pada shiroki. Gunakanlah pisau ini untuk membuat luka dijarimu."


Proses pembentukan kontrak kali ini berbeda dengan saat aku membuat kontrak dengan shiroki. Hal itu dikarenakan pada saat ith dia hanyalah monster rubah tanpa nama, namun sekarang dia telah memiliki nama. Oleh karena itu ziyun harus memberikan darahnya agar kontrak dapat terbuat.


"Baiklah."


Aku langsung memutuskan kontrakku dengan shiroki, pada saat itu juga ziyun langsung meneteskan darahnya ke kepala shiroki. Tidak butuh waktu yang lama, tanda kontrak langsung terbentuk ditangan kiri ziyun. Tanda kontrak itu bersinar dengan warna putih yang jenih.

__ADS_1


Setelah kontrak mereka terbentuk, shiroki langsung masuk kedalam tanda kontrak secara paksa. Dan karena kekuatannya yang lemah tidak dapat menahan kekuatan shiroki yang saat ini cukup juat, ziyun pun langsung pingsan.


__ADS_2