
Dari dalam tubuh Zen, Theresia sedikit tersenyum tipis. Sesuatu yang telah dia tunggu tunggu akhirnya datang juga, melalui mata Zen, Theresia dapat melihat keberadaan Arcadia.
Dari dalam, Theresia dapat mendengar Zen bertanya mengapa dia memberikan 7 pelayannya kepada 7 manusia.
"Tenang saja Zen, ini semua kulakukan untuk dirimu."
Zen menutup matanya dan Theresia tidak lagi dapat melihat Arcadia. Meski hanya dapat melihat sekilas namun itu sudah cukup untuk Theresia. Baginya mengetahui kalau Arcadia telah turun kedunia adalah yang paling penting.
"Semua pecahan jiwaku telah terikat, saatnya mengambilnya kembali."
Rantai emas yang ada didepannya mulai bergerak menarik sesuai dari dalam gate.
"Seorang manusia yang menyebut dirinya sebagai Dewa. Kau sudah terlalu lama menggukan kekuatan itu, saatnya kau mengembalikan kepada pemiliknya."
Kekuatan yang digunakan oleh Arcadia dan 10 leluhur vampire adalah kekuatan milik seseorang yang kabur kedunia ini. Pada awalnya kekuatan itu hanyalah 1, Arcadia yang pada awalnya seorang manusia menemukan kekuatan itu dan menyerapnya.
Namun dia tidak dapat menyerap semua kekuatan yang ada, dia hanya mempu menyerap setengahnya. Arcadia lalu memecah setengah kekuatan yang lain menjadi 10 pecahan. 10 pecahan itu dia sebar keseluruh dunia, dan para vampire yang mengambil 10 pecahan itu dikenal sebagai 10 leluhur vampire.
Arcadia yang memiliki kekuatan luar biasa itu tidak lagi dapat ditahan oleh kehendak dunia, pada akhirnya kehendak dunia memilihnya sebagai dewa dari para mahluk hidup di dunianya dan membuatnya terikat dengan dirinya.
Dengan kekuatan yang dia miliki Arcadia tidak mampu melepaskan diri dari ikatan kehendak dunia, untuk dapat melapasan dirinya Arcadia harus mengambil kembali sepuluh pecahan yang dia sebar.
Theresia mengetahui hal itu dengan baik, karena itulah Theresia menyuruh Zen untuk membuat perang besar dan memberikan kesempatan Arcadia untuk dapat mengambil kembali 10 pecahan itu.
Namun itu semua hanyalah sebuah jebakan yang dibuat Theresia, bagi Theresia mengambil kembali kekuatan yang ada didalam tubuh Arcadia tidaklah sulit, hanya saja yang sulit adalah membuat Arcadia menampakkan dirinya.
Sekarang Arcadia telah menampakkan dirinya dan sekarang adalah saatnya bagi Theresia untuk mengambil kembali kekuatan yang ada didalam tubuh Arcadia.
"Zen sekarang akan kutunjukkan kepadamu alasan mengapa aku menyuruh mu untuk memberikan pelayanmu kepada manusia."
Dari tangan Theresia keluar 7 buah rantai bewarna ungu gelap, rantai rantai itu kemudian memasuki sebuah gate kecil.
********
Zen yang telah menutup matanya seketika langsung terbangun. Sebuah aura yang besar keluar dari tubuhnya.
"Apa itu?"
__ADS_1
Arcadia yang dari atas langit tidak tau apa yang terjadi dengan Zen, menurutnya Zen seharusnya tidak akan dapat melakukan apapun setelah tertusuk oleh 10 pedang.
Tidak lama setelah itu, semua pelayan yang ada ditubuh Iris, Kufa, Lilfy dan yang lainnya keluar dengan sendirinya.
Ketujuh pelayan itu mengeluarkan sebuah rantai bewarna ungu gelap dan langsung mengikat Arcadia.
Itu semua adalah perbuatan Theresia, dia tau kalau rantai itu hanya keluar dari tubuh Zen maka kesempatan untuk membuat Arcadia terikat dengan kuat sangatlah kecil.
Tidak peduli seberapa kuat Zen, kekuatan miliknya tidak akan cukup untuk menahan Arcadia. Lagipula Zen hanya memiliki 1/10 dari kekuatan penuh Arcadia.
Dengan tujuh rantai yang mengikat nya Arcadia Tidak akan memiliki kesempatan untuk kabur.
"Apa apaan rantai ini?"
Arcadia dengan sekuat tenaga mencoba untuk melepaskan diri dari rantai rantai itu. Namun kekuatannya bahkan sama sekali tidak dapat membuat rantai itu tergores.
Arcadia lalu mengeluarkan sihir panah petir, dengan sihir itu Arcadia menyerang Iris. Sihir itu sama sekali tidak dapat melukai Iris, tidak lebih tepatnya bahkan tidak dapat menyentuh Iris.
Begitu panah petir sampai didepan Iris, panah petir itu langsung menghilang. Arcadia kemudian mencoba menyerang yang lainnya dengan sihir yang berbeda, dan hasilnya sama seperti dia menyerang Iris.
"Kalian semua bunuh dia sekarang."
Arcadia berteriak dengan keras, dia memberikan perintah kepada pengikutnya untuk menyerang Iris dan yang lainnya. Beberapa pengikut nya pun langsung bergerak meninggalkan para leluhur vampire, dan beberapa masih belum bergerak.
"Reika, apa kau tidak mendengar apa yang tuan katakan?"
Seorang pria berbicara kepada Reika yang sedang berhadapan dengan Lapis.
"Aku mendengarnya."
"Kalau begitu kenapa kau tidak bergerak?"
"Kau duluan, masih ada yang harus kulakukan."
Mendengar perkataan Reika pria itu kemudian langsung meninggalkan dia dan menyusul yang lainnya.
"Kupikir sudah saatnya bagiku untuk melakukan nya."
__ADS_1
Meninggalkan lapis yang terluka parah, Reika kemudian bergerak menuju Arcadia.
Sedangkan yang lainnya mencoba untuk menyerang Iris dan yang lainnya, sayangnya serangan mereka sama sekali tidak berguna.
"Percuma serangan kita sangat tidak berefek." Ucap seorang perempuan.
"Penghalang ini sangat keras."
Serangan Mereka sama sekali tidak dapat menggores penghalang yang Theresia pasang pada Iris dan yang lainnya. Selain dapat menetralkan serangan sihir, penghalang itu juga dapat menahan serangan fisik.
Tidak peduli apa yang mereka lakukan, mereka tidak akan dapat menembus penghalang itu selama mereka lebih lemah dari Theresia.
Selagi mereka sibuk dengan penghalang itu, Reika dengan cepat menuju kearah Arcadia.
"Kebetulan sekali Reika, sekarang juga hancurkan rantai ini."
Dengan sikap arogan nya Arcadia menyuruh Reika untuk menghancurkan rantai yang mengikat dirinya. Reika mengeluarkan pedang miliknya, pedang itu memiliki kekuatan yang hampir setara dengan 2 pedang suci atau terkutuk.
Dengan cepat Reika langsung menusukkan pedang itu kedada Arcadia.
"Apa yang kau lakukan Reika?"
Darah keluar dari mulutnya, dengan dirinya yang terantai Arcadia tidak dapat menyerang Reika. Rantai yang mengikat dirinya itu secara perlahan menahan kekuatannya hingga ketitik dimana Arcadia tidak dapat menggunakannya lagi.
"Apa kau menghianatiku Reika?"
Arcadia sangat tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Reika, selama ini Dimata Arcadia Reika adalah seorang pengikut yang sangat setia bahkan melebihi yang lainnya.
"Kau bahkan tidak dapat menjaga kakakku, tidak ada gunanya lagi bagiku untuk mengikutimu."
Reika kemudian mencabut pedangnya, dan melihat kearah Zen.
Theresia yang ada didalam tubuh Zen menjadi tersenyum melihat apa yang dilakukan oleh Reika. Dengan terlukanya Arcadia akan semangkin mudah bagi dirinya untuk mengeluarkan kekuatan dari tubuhnya.
"Arggggg."
Dengan keras Zen teriak kesakitan. Dia tidak lagi dapat berfikir dengan jernih. Lalu sebuah rantai emas keluar dari tubuhnya dan menuju kearah Arcadia dengan cepat. Rantai itu masuk kedalam tubuh Arcadia, tanpa meninggalkan sebuah luka.
__ADS_1