Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Pertempuran III : Vampire dan Raja Iblis


__ADS_3

*********


Lapis meninggalkan Zen dan mengejar Mabas yang menuju ketempat para raja iblis berada.


Sebelum Lapis sampai, Mabas sudah terlebih dahulu menyerang anda raja iblis. Para raja iblis itu berpencar menjadi 2, 3 orang berada dihadapan Mabas dan 2 orang berada dihadapan Lapis. Kedua raja iblis itu adalah Dahlia dan Remi.


"Para iblis rendahan ini meremehkan ku."


Lapis menjadi kesal karena jumlah iblis yang ada didepannya lebih sedikit dari pada yang ada dihadapan Mabas.


"Apa mereka tidak tau kalau aku lebih kuat dari pada Mabas."


Dalam segi kekuatan Lapis membag lebih kuat dari pada Mabas, kekuatan milik Lapis bahkan sudah sampai level dimana dia sedikit lebih kuat dari Elizabeth.


"Tapi ya sudahlah, aku hanya perlu membersihkan mereka berdua."


Lapis dengan cepat langsung menyerang Dahlia dan Remi. Tidak seperti Elizabeth, Lapis cukup ahli dalam pertarungan jarak dekat, dia menggunakan sebuah tombak sebagai senjatanya.


Dengan tombak panjang ditangannya selain dapat menyerang Lapis juga dapat membuat jarak dengan Dahlia dan Remi. Lapis dapat mendekati kedua raja iblis itu dengan mudah, namun kedua raja iblis itu sedikit kesulitan untuk mendekati Lapis.


Kedua raja iblis itu akhirnya berhenti untuk mencoba mendekati Lapis, mereka berdua kemudian mengambil jarak dari Lapis.


"Black Thunder."


Dahlia mengeluarkan sihirnya, puluhan bola petir hitam menuju kearah Lapis. Lapis menghancurkan bola bola petir itu dengan tombak miliknya.


"Wind Blade."


Selagi Lapis sibuk menghancurkan bola bola petir milik Dahlia, Remi menyerang Lapis dengan puluhan bilah bilah angin yang tajam.


Beberapa bilah angin itu mengenai Lapis dan membuat beberapa luka ditubuhnya.


"Ini sedikit membuatku kesal, aku paling tidak suka jika ada yang melukai wajah ku."


Lapis kemudian mengelap sebuah luka kecil yang ada diwajahnya. Meski luka itu langsung tertutup tapi Lapis sangat tidak suka jika wajahnya terluka.


Dengan sedikit perasaan kesal Lapis kemudian bergerak dengan sangat cepat, bahkan Dahlia dan Remi tidak dapat melihat pergerakannya.


"Kemana dia pergi? Apa kau melihatnya Dahlia?"


"Tidak, aku sama sekali tidak dapat melihatnya."


Tanpa mereka sadari Lapis telah berada didepan Remi dan diapun langsung menusukkan tombak miliknya Kedada Remi.


"Sejak kapan kau......"

__ADS_1


Remi memuntahkan banyak darah dari mulutnya, tusukan tombak itu mengenai tepat kejantung Remi dan diapun langsung mati.


Lapis menarik kembali tombak miliknya dan tubuh Remi yang telah mati itupun langsung terjatuh.


"Sialan kau!!!"


Dengan dikelilingi amarah, Dahlia langsung menuju kearah Lapis tanpa banyak berpikir.


"Akan sangat sayang jika aku membunuh mu sekarang."


Lapis lalu menyimpan kembali tombak miliknya, lalu dengan pukulannya Lapis membuat Dahlia terhempas jauh.


**********


"Lama tidak berjumpa Galios."


Mabas memberikan sapaan kecil kepada Galios.


"Apa yang kau lakukan disini Mabas? Setahuku kau tidak menyukai perang."


"Seharusnya itu adalah pertanyaan ku Galios, apa yang kalian lakukan disini? Ini bukankah tempat iblis kecil seperti kalian bermain."


"Iblis kecil? Bahkan seorang raja iblis kau sebut sebagai iblis kecil."


"Berpura pura bodoh, memang ras iblis lebih lemah dari pada ras Vampire. Namun bukan berarti kami para raja iblis lebih lemah dari kalian para leluhur Vampire."


"Ho hoo, jadi kalian menganggap kalau diri kalian kuat ya?"


"Memang kenyataannya seperti itu."


Galios tersenyum sombong kepada Mabas.


"Kalau begitu, kanapa kita tidak bertaruh saja? Tentu saja jika kau takut kalian tidak perlu menerimanya."


Mabas sedikit memberikan sebuah provokasi kepada ketiga raja iblis, dan tentu saja karena sifatnya yang sombong itu Galios menerima tantangan dari Mabas.


"Itu terdengar menarik, lalu apa yang akan kita pertaruhkan?"


"Dipertarungkan ini, Antara kau Dan aku siapa yang akan mati terlebih dahulu. Tentu saja kalian bertiga akan bertarung bersama."


"Itu terdengar bagus, tapi Mabas kami ada 3 orang disini. Apa kau pikir dapat membunuhku?"


"Hahaha. Kalian hanya iblis rendahan berani meremehkanmu."


Mabas tertawa ketika mendengar perkataan Galios, bagi Mabas ketiga raja iblis itu bahkan tidak pantas untuk dapat disebut sebagai lawan. Meski mereka bertiga menyerang dirinya secara bersamaan pun Mabas masih dapat meratakan mereka dengan mudah.

__ADS_1


"Kau terlalu meninggikan dirimu Mabas, tapi jika kau tetap keras kepala ya sudalah. Kami akan menyerangmu bersamaan."


"Bagus Galios, kalau begitu sebagai langkah pertama dariku....."


Mabas tiba tiba menghilang, mereka bertiga tidak dapat melihat ataupun merasakan keberadaanya.


Mabas tiba tiba muncul dihadapan raja iblis peringkat ke 5, Thearte. Mabas lalu menusukkan tangannya dada Thearte dan memegang jantungnya.


"Aku akan mengurangi jumlah kalian terlebih dahulu."


Mabas lalu menghancurkan jantung milik Thearte dan tanpa banyak melakukan perlawanan Thearte pun mati.


"Mabas sialan."


Galios langsung menyerang Mabas dengan pukulannya, namun pukulan itu sama sekali tidak berbahaya bagi Mabas. Dia menahan pukulan Galios dengan mudah seperti menahan pukulan manusia biasa.


"Apa hanya segini kekuatan dari raja iblis peringkat pertama?"


"Diam kau Mabas."


Mabas lalu memukul Galios dengan cukup kuat.


"Black wind."


Keina menggunakan sihirnya, Bilah angin berwana hitam melesat kearah Mabas dengan cepat.


'Sihir kegelapan? Tidak sihir angin ya.'


Mabas bersiap untuk menghancurkan sihir itu dengan pukulannya, namun begitu sihir itu telah cukup dekat dengannya Mabas sedikit terkejut dan langsung menghindari sihir itu.


"Tadi itu sihir untuk menyerang jiwa ya."


Sihir yang menyerang jiwa, sihir itu sama dengan serangan jiwa yang Zen rasakan ketika mengambil berkah air di menara Ai.


Jika Mabas sedikit saja menyentuh bilah bilah angin tadi, maka beberapa bagian jiwanya pasti akan hancur. Berbeda dengan tubuh fisik, untuk menyembuhkan jiwa yang terluka membutuhkan waktu yang lama.


"Tidak kusangka ada raja iblis yang dapat menggunakan sihir seperti itu. Jika kau tidak keberatan bisakah kau memberitahukan namamu padaku?"


"Namaku Keina, raja iblis peringkat ke 4 Keina."


"Baiklah Keina, sebagai rasa hormat dariku cobalah untuk bertahan dari sihir ini."


Mabas membuat sebuah lingkaran sihir berwarna emas yang besar, lingkaran sihir itu memiliki diameter 50 meter.


Lingkaran sihir itu kemudian mengeluarkan ribuan anak panah emas dan anak anak panah itu menghujani Keina tanpa henti.

__ADS_1


__ADS_2