
Dewa, jika ditanya apa itu dewa maka sebagian orang didunia bawah mungkin akan mengatakan kalau mereka adalah orang yang mahakuasa. Namun jika orang dunia atas yang ditanya maka mereka akan mengatakan kalau dewa adalah orang yang telah mencapai puncak dari kekuatan.
Ditanah tuhan sendiri mungkin hanya ada seratus ribu orang yang dapat disebut sebagai dewa sejati, dan 48 diantara mereka disebut sebagai dewa kuno. Para dewa kuno adalah orang yang selamat dari kehancuran dunia. Meski mereka disebut sebagai 48 namun nyatanya jumlah mereka lebih sedikit karena ada beberapa dari mereka yang telah mati dan beberapa lebih memilih untuk bereinkarnasi dan memulai kehidupan yang baru.
Sedangkan untuk dunia bawah jumlah dewa dapat mencapai ratusan juta, itu karena satu dunia biasanya memiliki 3 atau 4 dewa. Para dewa dunia bawah ini sangat berbeda dengan mereka para dewa sejati, para dewa sejati selalu melakukan apapun yang mereka inginkan dan tidak peduli dengan yang tidak menarik perhatian mereka. Sedangkan para dewa dunia bawah adalah mereka yang terikat perjanjian dengan kehendak dunia dan mereka tidak harus sangat kuat.
Perjanjian itu membuat sang dewa harus turun tangan jika terjadi sesuatu yang dapat merugikan dunia, jika mereka melanggar perjanjian itu maka kehendak dunia akan membatalkan perjanjian itu dan membuat perjanjian dengan dewa yang baru.
Jika ditanya mengapa para orang orang itu mau membuat perjanjian dengan kehendak dunia dan menjadi dewa itu, maka jawabannya adalah karena mereka akan memiliki beberapa keuntungan. Mereka yang membuat perjanjian dengan kehendak dunia dapat menggunakan kekuatan dunia itu untuk dirinya sendiri, contohnya seperti memperkuat tubuh dengan meminjam kekuatan kehendak dunia.
Namun bukan berarti Kekuatan sekuat itu tidak memiliki batas, meski seseorang menjadi dewa dari 100 dunia namun orang itu tetap hanya dapat meminjam Kekuatan dari 1 atau 2 kehendak dunia. Itu adalah batasan yang tidak akan pernah bisa dilewati.
Disisi lain ada juga kekuatan yang mirip dengan kekuatan kehendak dunia, itu adalah kekutan kehendak para bintang seperti yang Zen gunakan saat ini. Untuk meminjam kekuatan kehendak bintang seseorang tidak perlu melakukan hal yang merepotkan seperti membuat perjanjian atau menjadi dewa dari dunia bawah.
Untuk dapat meminjam kekutan kehendak bintang seseorang hanya perlu membentuk hubungan baik dengan kehendak bintang, dengan begitu kehendak bintang dengan senang hati akan meminjamkan Kekuatannya. Hanya saja untuk meminjam kehendak bintang cukup sulit, tidak seperti kehendak dunia kehendak bintang tidak memerlukan apapun dari seorang manusia atau ras lainnya.
Karena hal itulah mereka sangat sulit untuk diajak berteman, dari jutaan bintang yang ada dapat berhubungan baik dengan 10 bintang saja adalah hal yang luar biasa.
Zen saat ini meminjam kekuatan dari 3 kehendak bintang, dengan kekuatan itu Zen meningkat kekuatan tubuhnya.
Zen dengan capat terbang menuju kearah Lin Shuming, mereka saling beradu pedang dilangit. Namun ada Zen sangat tidak menyukai hal itu, bagi Zen bertarung di atas permukaan tanah adalah yang terbaik. Karena itulah Zen terus berusaha untuk menjatuhkan Lin Shuming.
Dengan sekuat tenaganya Zen menyerang Lin Shuming, Lin Shuming tidak dapat menahan semua serangan Zen dan akhirnya diapun terhempas ke permukaan tanah. Zen lalu mengeluarkan ribuan panah kegelapan, Zen lalu menghujani Lin Shuming dengan panah itu. Setiap kali panah menyentuh sesuatu panah itu akan menciptakan sebuah ledakan yang sangat besar.
__ADS_1
Ledakan demi ledakan dapat terlihat, namun Zen tau kalau itu masih belum cukup. Zen lalu mengeluarkan cincin hitamnya, Zen ingin menghujani Lin Shuming dengan cincin itu namun sayangnya Lin Shuming telah mengeluarkan pedang pedang emasnya dan menghancurkan semua cincin itu.
Tidak ada gunanya lagi menyerang dari jarak jauh, mereka berdua tau kalau mereka tidak akan dapat membunuh satu sama lain jika hal itu terus berlanjut. Zen lalu turun kepermukaan, mereka berdua saling memandang satu sama lain dengan niat membunuh yang terus keluar.
"Zen Cavalier."
"Lin Shuming."
Mereka dengan cepat bergerak dan saling beradu pedang. Lin Shuming memanfaatkan keahliannya yaitu kecepatan dan kelincahan, sedangkan Zen memanfaatkan keahliannya yaitu daya serang dan daya tahan.
Masih belum ada titik celah dari satu sama lain, Lin Shuming lalu mengeluarkan ribuan pedang untuk membantu dirinya. Namun tidak hanya Lin Shuming yang memikirkan hal yang seperti itu.
Pada saat yang sama Zen juga membuat sebuah lingkaran sihir yang besar dilangit, tidak berhenti disitu Zen juga mengeluarkan ratusan rantai emas yang selama ini belum dia pakai.
"Dengan ini sudah berakhir Zen Cavalier."
Lin Shuming memusatkan banyak kekuatan pada pedangnya, dengan pedang itu Lin Shuming lalu menyerang Zen sekuat tenaganya. Zen sama sekali tidak berniat untuk menghindar, Zen menahan serangan itu dengan pedangnya, tidak ada efek apapun setelah kedua pedang itu saling beradu.
Tidak ada kerusakan disekitar mereka, serangan tadi tidak terlihat seperti serangan yang sangat kuat.
"Bagaimana mungkin?"
Lin Shuming sedikit terkejut, tadi itu adalah serangan dengan sebagian besar Kekuatannya. Meski serangan itu tidak dapat membunuh Zen setidaknya serangan itu dapat menghancurkan segala sesuatu yang ada disekitar mereka. Namun serangan itu malah terlihat seperti sebuah ranting yang memukul ranting yang lain.
__ADS_1
"Apa kau lupa dengan teknik berpedang ku Lin Shuming?"
"Teknik berpedang seni kekosongan."
"Benar sekali."
3 gerakan terakhir dari teknik Zen dapat memindahkan serangan lawan menuju dunia Medan perang, saat ini dunia Medan perang mungkin sedang mengalami kehancuran yang besar karena serangan Lin Shuming tadi.
"Kau seharusnya tidak melupakan hal itu Lin Shuming, karena itu bisa membunuhmu."
Dengan sekuat tenaga Zen memukul Lin Shuming, Lin Shuming memuntahkan banyak darah dan diapun terhempas sejauh ratusan km. Zen langsung mengejar Lin Shuming, ratusan km adalah jarak yang dekat. Hanya dalam beberapa detik Zen telah berhasil menyusul Lin Shuming.
"Ars Nova."
Begitu sampai ketempat Lin Shuming tanpa banyak jeda waktu Zen langsung mengeluarkan sihir Ars Nova. Sihir itu menciptakan sebuah ledakan yang menghancurkan apapun dalam radius 1000 km.
"Apa berhasil?"
Zen tidak terlalu berharap banyak, namun dia tetap saja berharap kalau sihir itu berhasil menghancurkan tubuh Lin Shuming. Debu debu yang berterbangan mulia menghilang, disana Zen dapat melihat Lin Shuming yang tergeletak dengan banyak luka ditubuhnya.
"Tidak berhasil ya."
Zen tidak membiarkan Lin Shuming bangkit, Zen kembali mengeluarkan naga dari api naga itu lalu langsung menyerang Lin Shuming dengan semburan apinya.
__ADS_1