Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Lotus Hitam


__ADS_3

Situasi saat ini terasa cukup baik untuk Zen, Ling Hao melawan Shao Ling, Hao Chen melawan Ray dan Bifrost melawan berapa orang alam ilahi dan tingkat Duke. Zen sama sekali tidak khawatir dengan keadaan ketiga orang itu, bagaimanapun Zen yakin akan kemenangan mereka. Saat ini Zen fokus terhadap Kreiz, dengan pedang yang ada ditangannya Kreiz terus menyerang Zen tanpa henti. Zen terus menghindari serangan itu tanpa melawannya sedikitpun, Zen lalu melihat kearah Ardiel yang berusaha untuk menghilangkan panah hitam miliknya yang ada ditangan kiri Kreiz.


"Kau pikir aku akan begitu saja membiarkanmu."


Sambil terus menghindari serangan Kreiz Zen mengeluarkan puluhan cincin hitam miliknya. Ardiel menyadari serangan itu, diapun segera mengambil jarak dari tangan kiri Kreiz.


"Sial ini cukup merepotkan."


Ardiel menghancurkan semua cincin hitam itu sambil menghindari nya.


"Black Lotus."


Black lotus, itu adalah sihir yang mengandung 2 elemen yaitu api dan kegelapan. Black lotus adalah salah satu sihir tingkat tinggi, membutuhkan mana yang sangat besar untuk dapat menggunakan sihir itu.


Black lotus memiliki 15 buah kelopak, sekarang baru 3 kelopak yang terbuka. Pada saat 15 kelopak itu terbuka semua maka black lotus itu akan langsung aktif.


"Black Lotus ya, ini akan cukup merepotkan."


Dengan wajah yang masam Zen melihat black lotus yang ada dilangit itu, bagaimanapun juga daya hancur dari sihir itu bukanlah sesuatu yang dapat Zen terima begitu saja. Daya hancur sihir itu dapat membuat tubuh Zen mengalami luka yang sangat parah. Zen Dengan kuat menendang Kreiz untuk membuat jarak, akibat tendangan itu Kreiz terhempas Sampai puluhan km.


"Jika itu adalah sihir kegelapan maka sudah pasti lawannya adalah sihir cahaya."


Lawan dari kegelapan adalah cahaya, semua orang mengetahui hal itu. Meski Zen lebih hebat dalam sihir kegelapan namun dia juga dapat menggunakan beberapa sihir cahaya.

__ADS_1


"Blessings of the gods."


Sebuah kotak Cahaya yang transparan mengelilingi black lotus itu, sihir yang Zen gunakan adalah sihir cahaya tipe pemurnian. Dengan sihir itu Zen berniat untuk memurnikan black lotus itu dan membuatnya menghilang. Warna hitam pada black lotus itu secara perlahan mulai menghilang, namun sayangnya pemurnian itu sedikit terlambat. Ke 15 kelopak lotus itu telah terbuka semua.


Dari ke 15 kelopak itu lalu muncul leser hitam yang menyerang dengan acak, sihir cahaya Zen yang juga merupakan berfungsi sebagai penghalang itu dapat dengan mudah dihancurkan oleh leser hitam itu. Zen menghindari semua leser yang menuju kearahnya, leser itu meninggalkan jejak berupa sebuah api hitam yang membara.


"Sepertinya aku tidak memiliki pilihan lain."


Jumlah leser yang menyerangnya sangatlah banyak, bahkan dengan kecepatannya cukup sulit bagi Zen untuk menghindari semua leser itu. Zen lalu menggunakan teknik lantunan 10 lagu suci, tidak ada leser yang mengenai Zen. Tubuh Zen terus mengambil jarak 10 cm dari setiap leser yang menyerangnya. Teknik yang Zen gunakan ini masih jauh lebih baik daripada yang Shao Ling gunakan namun tetap saja yang Zen gunakan ini bukan dari versi sempurnanya.


Setelah cukup lama lotus hitam itu akhirnya berhenti mengeluarkan leser hitam, hampir semua permukaan tanah disekitar Zen tertutup oleh api hitam yang membara. Namun ini masih belum selesai, lotus hitam itu secara perlahan mulai mengecil dan ketika lotus itu seukuran bola kaki lotus hitam itu langsung meledak seperti sihir Ars Nova.


Ledakan dari lotus hitam itu jauh lebih kuat dari pada sihir Ars Nova yang Kreiz gunakan sebelumnya, dalam radius 100 km semua yang ada disana hancur. Akibat dari ledakan itu Zen juga menerima luka yang sangat parah, tangan kirinya manjadi gosong seperti habis dibakar dan Wajah Zen dipenuhi oleh darah.


"Haa, haaa, bagaimana rasanya dihancurkan oleh sihir sendiri Ardiel?"


Sama seperti Ars Nova sihir lotus hitam ini merupakan salah satu sihir yang dapat menghancurkan apapun termasuk penggunaannya.


"Entahlah, kurasa tidak telalu buruk."


Berkat kekuatan regenerasinya tubuh Ardiel secara perlahan mulai sembuh.


"Seleramu sangat buruk Ardiel. Heal."

__ADS_1


Tubuh Zen perlahan mulai sembuh. Zen dan Ardiel sangatlah berbeda, jika yang menggunakan sihir black lotus tadi adalah Zen maka dia pasti tidak akan membuat sihir itu melukainya dengan cukup parah. Namun Ardiel tidak peduli meski sihir itu melukai dirinya bagaimanpun dia memiliki kekuatan regenerasi yang akan terus memulihkan luka yang ada ditubunya.


Selagi mereka sedang memulihkan diri seseorang jatuh didepan mereka berdua, setelah debu debu yang beterbangan mulai menghilang mereka berdua dapat melihat orang yang jatuh itu.


"Bifrost!!"


Orang itu adalah Bifrost, dai tergeletak di tanah dengan luka yang parah ditubuhnya.


"Sepertinya tetap mustahil bagimu dapat melawan mereka semua."


Tidak peduli sekuat apa Bifrost pada akhirnya dia hanyalah seorang tingkat Duke, mustahil baginya melawan orang yang berada dialam ilahi dan tingkat Duke dalam jumlah yang banyak sekaligus..


"Dengan jatuhnya Bifrost disini berarti..."


Zen melihat kebelakang nya, dan seperti yang dia pikirkan para lawan Bifrost dengan cepat menuju kearah mereka.


"Ah ini dia, bertambah lagi orang orang yang membuatku membuang banyak waktu."


Sebelum orang orang itu sampai Zen berniat untuk membunuh mereka sekaligus, Zen lalu mengelukan ratusan cincin hitam miliknya dan mulai menyerang mereka. Orang orang itu Merasakan bahaya dari cincin hitam Zen, mereka dengan cepat memasang untuk untuk diri mereka sendiri, namun pelindung yang mereka buat terlalu lemah. Cincin Zen dapat dengan mudah menghancurkan pelindung mereka dan membuat beberapa dari mereka terhempas sangat jauh, beberapa mati dan terluka parah dan beberapa yang tidak terkena cincin itu menambah kecepatan mereka agar cepat sampai ketempat Zen.


"Oh ada yang selamat ya."


Zen Lalu mengeluarkan ratusan bola api hitam, dengan bola bola itu dia kembali menyerang orang orang itu. Ledakan demi ledakan dapat terlihat dari bola api, Zen Hanya melihat itu dengan sebuah senyuman diwajahnya. Luka Parah yang disebabkan oleh black lotus Ardiel sebelumya membuat Zen sangat kesal, namun setelah melihat orang orang itu mati dengan begitu mudahnya rasa kesal Zen secara perlahan mulai mereda.

__ADS_1


Perhatian Zen terfokuskan pada ledakan yang ada didepannya, Kreiz yang melihat hal itu merasa ini adalah kesempatan baginya. Dengan tubuh yang masih terluka Kreiz dengan cepat menyerang Zen menggunakan pedangnya. Zen terlalu asik sendiri, dia sama sekali tidak menyadari kedatangan Kreiz, hanya tinggal beberapa meter lagi jarak Antara Zen dan Kreiz. Kreiz dengan sekuat tenaga mengayunkan pedangnya, namun sebelum pedangnya dapat mengenai Zen sesuatu menabrak tubuh Kreiz dan membuatnya kembali terhempas.


__ADS_2