
Setelah mencabut pedang miliknya Zen segera pergi keluar dari ruang bawah tanah itu.
"Kau sudah selesai menyerap semua pecahan kekuatan mu Zen?"
Diatas Mekai telah menunggu Zen sambil memaikan sebuah alat musik.
"Tidak, masih cukup banyak yang tersisa. Untuk sekarang aku hanya dapat menyerap segini."
"Kau benar -benar ditingkat Marquess, jadi apa sudah dapat menggunakan pedang itu?"
Mekai melihat pedang yang ada ditangan Zen, jika Zen sudah mengambil pedang itu maka dia pasti sudah dapat menggunakannya.
"Meski masih belum dapat menggunakan semua kekuatannya namun setidaknya aku sudah dapat menggunakan sebagian besar kekuatannya. Apa kau ingin melihatnya?"
"Jika kau ingin menunjukannya maka aku akan melihatnya. Kalau begitu mari kita pergi ketempat yang cocok."
"Tidak kita akan mencobanya disini."
"Hah? Zen jangan bilang......"
Sebelum Mekai dapat menyelesaikan perkataannya Zen telah terlebih dulu mengayunkan pedang nya. Ayunan pedang itu membuat ruangan itu menjadi berantakan dan menciptakan sebuah lubang yang besar didinding.
"Kau benar benar mencobanya disini, bagaimana cara kau membayar kerusakan yang kau buat itu?"
"Dinding itu terlalu lemah, aku bahkan tidak menggunakan semua kekuatanku."
"Bukan dinding itu yang terlalu lemah, melainkan pedang itu terlalu kuat."
Dinding itu sendiri dibuat dengan material yang sangat kuat, Tidak hanya itu dinding itu bahkan dilapisi beberapa sihir pertahanan. Normalnya seorang yang berada ditingkat Marquess tidak akan dapat menghancurkan dinding itu meski dia menggunakan semua kekuatannya.
Namun semua itu tidak berguna untuk Zen, bagaimanapun pedang Zen adalah salah satu pedang terkuat di dunia. Dengan pedang itu walaupun Zen hanya seorang yang berada ditingkat Marquess dia dapat menghancurkan sebuah kota dalam beberapa kali ayunan.
"Karena itulah aku tadi mengatakan untuk mencari tempat yang cocok untuk mencobanya."
"Tempat yang kau maksud itu adalah pandemonium bukan?"
Karena didalam menara Pandemonium terdapat banyak monster tingkat tinggi, tempat itu jadi dibuat dengan material paling kuat yang ada.
Jika ada sebuah kerusakan pada menara maka menara itu akan membuat kerusakan itu menghilang dan kembali terlihat seperti tidak pernah ada kerusakan.
Karena itulah Tempat itu akan menjadi tempat yang cocok untuk mencoba pedang Zen.
"Aku terlalu malas untuk pergi kesana."
Meski Pandemonium adalah tempat yang cocok untuk mencoba pedangnya namun Zen mereka tidak perlu pergi kesana karena dia dapat mencoba pedangnya disini.
__ADS_1
"Jadi apa kau akan pergi?"
"Iya, aku akan menemui Xia Shuang."
"Bagaimana dengan para vampire yang ada di pandemonium itu?"
"Ah mereka ya."
Ketika Mekai mengatakan hal itu Zen jadi teringat kembali kalau dia menyuruh ketiga pelayan itu untuk berlatih disana.
"Aku akan menjemputmu mereka ketika waktunya tiba."
Tidak ada gunanya bagi Zen menjemput mereka sekarang, toh kekuatan mereka yang sekarang masihlah sangat lemah. Jadi Zen berencana akan menjemput mereka jika dia memang benar- benar membutuhkan mereka.
"Kalau begitu aku pergi dulu Mekai."
Zen berjalan menuju bagian dinding yang hancur lebur itu.
"Ngomong ngomong apa kau dimana Xia Shuang berada sekarang?"
"Hahh, Bukankah dia berada didunia seribu gunung?"
"Beberapa bulan lalu dia pergi dari dunia itu, sekarang dia berada didunia Bintang tanpa batas."
"Bagaimana bisa tau mengenai itu?"
Mekai mulai berjalan menuju kesebuah ruangan yang lain, Zen hanya mengikutinya dari belakang.
Mereka akhirnya sampain ke ruangan yang dituju. Dialam ruangan itu terdapat sebuah gate yang besar, gate itu terbuat dari mana dan energi spiritual.
Gate itu dapat mencapai tempat yang berjarak ratusan didunia, untuk dapat membuat gate seperti itu diperlukan setidaknya beberapa orang tingkat Duke dan orang yang berada dialam penguasa dunia.
Biasanya orang harus bayar jika ingin menggunakan gate yang seperti ini, namun karena itu adalah gate pribadi milik Mekai mereka jadi tidak perlu membayar apapun.
Zen dan Mekai langsung memasuki gate itu. Setelah beberapa saat Meraka akhirnya sampai kesebuah gate yang berada didunia tanpa bintang.
"Ikuti aku."
Mekai dan Zen langsung terbang, dengan kecepatan mereka hanya dalam beberapa waktu mereka telah mencapai sebuah tempat yang berjarak puluhan ribu kilometer.
Mereka berhentilah disebuah tempat dengan sebuah pohon yang sangat besar, dibawah pohon itu telah ada 5 orang sedang saling berbicara.
"Hmm, bukankah itu Mekai? Dan juga bukankah itu Zen?"
Ling Hao langsung menyadari kedatangan mereka berdua.
__ADS_1
"hanya dalam beberapa tahun kau telah mencapai alam dewa abadi."
Sekitar 3 tahun kalau saat Zen pertama kali bertemu dengan Ling Hao dia sama sekali belum memasuki alam apapun. Namun kini Zen telah mencapai alam dewa abadi yang biasanya memerlukan waktu beberapa ribu tahun.
"Yah lagi pula aku hanya menyerap pecahan kekuatan itu saja, jadi tidak memerlukan waktu yang lama."
Zen melihat Xia Shuang disana dan dia langsung mendekatinya.
"Kau sudah besar Xia Shuang."
Zen mengelus elus kepada Xia Shuang, namun Xia Shuang sama sekali tidak keberatan. Malahan dia merasa senang dapat merasakan elusan itu lagi setelah sangat lama.
"Sepertinya kau sudah memerlukan perlindungan apapun dariku lagi."
Xia Shuang adalah satu-satunya anak kandung Zen, tentu Zen sangat menyayanginya dan akan melakukan apapun untuk melindunginya.
Namun Xia Shuang yang sekarang sudah sangat berbeda dengan yang dulu, dia adalah seorang pejuang surga.
Dia bukanlah gadis kecil yang memerlukan perlindungan dari Zen lagi, malahan kekuatan Xia Shuang jauh lebih kuat dari pada kekuatan Zen yang sekarang.
"Tidak ayah, sampai kapanpun saya tetap akan selalu membutuhkan perlindungan dari mu."
Xia Shuang lalu memeluk Zen untuk pertama kalinya setelah sekian lama.
"Kau gadis kecil yang sangat manja."
"Ngomong ngomong, bagaimana dengan Nona Theresia?"
"Ah, ayah tidak tau dimana tubuhnya sekarang. Namun jiwanya ada padaku."
"Jadi jiwanya ada padamu ya, pantas saja kami tidak dapat Merakan jiwanya didunia manapun "
Tiba tiba Hao Chen langsung berbicara. Tentu saja mereka tidak tau kalau jiwa Theresia ada didalam tubuh Zen, itu karena sebelum mereka mulai mengawasi Zen jiwa Theresia sudah berada didalam tubuhnya.
"Iya jiwanya ada padaku. Ngomong ngomong Hao Chen, apa kau yang selama ini selalu mengawasi ku?"
"Iya kami memang selalu mengawasi mu, apa kau marah karena hal itu?"
"Tidak, berkat tindakan kalian itu aku masih hidup sampai sekarang."
Zen tau kalau ada orang dari dunia atas yang selalu mengawasinya, namun Zen membiarkan hal itu. Berkat mereka Zen menjadi selamat dari serangan Ray didunia Medan perang.
Namun pada saat dia memasuki dunia dengan energi spiritual Zen memasang penghalang ditubunya sehingga mereka tidak lagi dapat mengawasi atau melihat keberadaan Zen.
[Zen Cavalier, kau sudah kembali bukan kedunia luas ini.]
__ADS_1
Tiba tiba suara yang nyaring menggema dilangit yang luas.