Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Dia Kembali


__ADS_3

"Heh, roh cahaya ya. Bagaimana kau bisa yakin kalau dia itu roh cahaya?"


"Bukannya aku yakin, hanya saja seperti yang kubilang tadi kalau hanya roh cahaya yang memiliki kemungkinan terbesar."


"Mengapa?"


"Kenapa kau bertanya mengapa? Bukankah yang seharusnya bertanya itu aku, meski kau sudah tau apa yang ada didalam dirinya itu, tetapi mengapa kau masih bertanya padaku?"


Saat ilusi miliknya terbatalkan oleh ziyun seharusnya dia sudah tau apa yang ada didalam dirinya, namun meski begitu roh kegelapan ini masih bertanya padaku siapa yang ada didalam diri ziyun.


"Ie, aku tidak tau apa yang ada didalmnya, makannya aku bertanya padamu."


"Heh tukang bohong, lagi pula apa untungnya bagiku jika aku aku memberitaunya padamu?"


"eemh, betul juga. Begini saja, jika kau mau memberitauku maka kau boleh mengambil berkah itu, bukankah kau datang kesini untuk mengambilnya?"


Silicik ini dari awal dia sudah merencanakan hal ini, jelas jelas dari awal dia sudah tau kalau yang ada didalam tubuh ziyun itu adalah roh cahya, tapi dia masih juga membuatku memberitaukannya alasan aku menebak kalau didalam tubuh ziyun itu adalah roh cahaya.


"Apa kau yakin?"


"Ya, lagi pula aku juga ingin tau alasan mengapa kau berfikir kalau yang ada didalam dirinya adalah roh cahaya."


Meski dia adalah sebuah roh kegelapam yang berbentuk bayangan hitam, tapi aku tau kalau saat ini dia sedang tersenyum dengan penuh kebohongan. Meski tawarannya yang tadi hanyalah sebuah kebohongan, tetapi tidak ada salahnya untuk bertaruh. Jika hanya dangan memberitaukannya alasanku bisa mendapatkan berkah kegelapan maka itu harga yang murah, dan juga jika dia berbohong maka juga tidak akan ada kerugian yang kurasakan.


"Baiklah, kalau begitu akan kuberitaukan alasanku."


"Kalau begitu silahkan katakan."


"Aku merasakan roh itu pertama kali adalah ketika dia pingsan setelah belajar sihir cahaya, lalu sesaat setelah aku mengambil berkah cahaya yang ada dilantai ketujuh beberapa energi yang ada didalam berkah itu masuk kedalam dirinya. Pada saat itu aku bertanya tanya, mengapa Berkah ketujuh yang merupakan berkah cahaya tidak memiliki roh penjaga dan mengapa ada beberapa energi dari berkah yang masuk kedalam tubuhnya. Pada saat itu aku belum memiliki jawabannya, tapi setelah aku melihatnya dapat dengan mudah keluar dari ilusi yang kuat milikmu aku jadi mengerti sekarang."


"Begitu ya."

__ADS_1


Entah mengapa jawaban yang dia berikan membuatku cukup kesal, setelah pajang lebar aku memberi taunya namun dia hanya menjawab beberapa kata. Tapi sekarang bukan saat yang tepat untuk menunjukan rasa kesalku padanya, sekarang adalah saatnya untuk menagihnya.


"karena aku sudah membri taumu alasanku, jadi apa boleh sekarang aku mengambil berkah itu?"


"Ya tentu saja, berkah itu sekarang adalah milikmu jadi silahkan diambil."


Dia dengan santainya mengatakan kalau berkah itu sekarang sudah menjadi milikku, ini mengingatkanku dengan penjaga berkah keempat yang dari awal tidak menyusahkanku untuk mendapatkan berkahnya. Tapi mungkin lebih tepatnya roh kegelapan ini mengingatkanku dengan roh angin yang menjaga berkah ketiga. Hanya saja dalam kasus roh angin, dia memintaku memberikannya sesuatu yang dapat memuaskannya, sedangkan roh kegelapan ini memintaku memberikan alasan atas tebakanku.


"Kalau begitu akan kuambil sekarang."


Tanpa basa basi aku langsung mengambil berkah yang kedelapan yaitu berkah kegelapan, tidak ada rasa sakit saat aku mengambil berkah itu. Aku merasakan kepuasan yang tidak dapat aku ungkapkan, semau rasa lelah, rasa sakit, dan rasa kesal yang kualami mulai dari awal perjalanku hingga kesini semuanya hilang begitu aku mendapatkan berkah ini.


"Karena kau sudah mengambil berkahnya maka ini saatnya aku menghilang."


"Ya sudah saatnya kau menghilang, dan juga terima kasih atas ilusi yang kau berikan."


"Hahaha, santai saja sebentar lagi kita akan bertemu lagi."


Perkataannya betul juga, ini adalah lantai delapan setelah aku menaiki tangga yang ada maka aku akan langsung berada dilantai kesembilan. Tempat dimana pedang suci dan pedang terkutuk berada tidaklah jauh.


"Ya"


Dia menghilang sepenuhnya, sudah lebih dari tiga kali aku merasakan ini. Perasaan kesal dimana para roh penjaga menghilang tanpa memberitakan nama mereka dan juga syarat yang mereka berikan agar aku dapat mengetuahi nama mereka sama semua. Tapi roh kegelapan ini sedikit berbeda, dia hanya mengatakan kalau kami akan segera bertemu, namun dia tidak ada mengatakan syarat apapun untuk aku dapat mengetahui namanya. Dia benar benar aneh, dan juga sepertinya pengetahuannya lebih banyak dari pada roh penjaga yang lain. Jika bertemu lagi maka aku akan menanyakan banyak hal padanya, dan juga Karena dia bilang ziyun sudah bangun maka aku pergi untuk melihatnya.


"Ziyun, kau tidak apa apa kah?"


"ya aku tidak apa apa, zen Apa aku barusan pingsan?"


"Bisa dibilang begitu."


Karena dia tidak masuk kedalam ilusi yang dibat oleh roh kegelapan maka bisa dibilang dia hanya pingsan saja, lagi pula aku juga tidak bisa bilang kalau dia tadinya hampir terkena ilusi.

__ADS_1


"Begitu ya, jadi barusan aku pingsan ya."


"Emangnya ada apa, apa kau mimpi hal yang aneh?"


"Mimpi? Aku juga tidak tau itu mimpi atau bukan, tapi saat itu aku melihat seorang perempuan dengan pakaian serba putih, apa kau tau apa artinya itu?"


Seorang perempuan? Apa roh cahaya yang ada didalam tubuhnya adalah seorang perempuan. Yah Lagi pula mau itu perempuan mau itu laki laki tidaklah penting untukku selama dia dapat menjaga ziyun.


"Mungkin itu adalah pertanda baik, jadi kau tenang saja tidak ada yang perlu ditakutkan."


"Baiklah, jika kau berkata begitu."


Mungkin alasan seperti ini dapat membuatnya cukup tenang, lagi pula aku juga tidak bisa bilang kalau perempuan itu kemungkinan adalah roh cahaya, jadi saat ini menutupi sedikit kebenaran adalah pilihan yang terbaik.


"Jadi ziyun, apa kau sanggup jika kita langsung pergi keatas, Jika tidak maka kita akan beristirahat disini?"


"Tubuhku tidak terlalu lelah, jadi kita pergi keatas sekarang."


"Kalau begitu kita akan pergi sekarang."


Kami berdua langsung pergi menaiki tangga menuju lantai kesembilan. Tangga menuju kelantai sembilan cukup unik dan berbeda dengan tangga yang lain, tangga ini dipenuhi oleh ukiran yang tidak aku ketahui apa artinya.


Kami terus berjalan menaiki tangga namun kami masih belum juga sampai kelantai sembilan, entah ini hanya perasaanku saja atau memang tangga ini lebih panjang dari tangga yang ada dilantai lantai sebelumnya.


"Ziyun apa kau lelah, ini entah hanya perasaanku saja atau tangga ini memang lebih panjang dari tangga dilantai sebelumnya."


-Itu bukan perasaamu saja, tangga ini dua kali lebih panjang dari tangga dilantai lantai sebelumnya.-


Tiba tiba saja aku mendengar suara yang langsung menuju ke kepalaku.


-Siapa itu?-

__ADS_1


Ditengah rasa kaget dan kebingungan aku secara tak sadar langsung bertanya.


-Ini aku sang roh kegelapan.-


__ADS_2