Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Guild Petualang


__ADS_3

[Penginapan Browly. Mantan Manusia, Zen ]


Kemarin adalah hari yang cukup melelahkan bagiku. Setelah ziyun pingsan karena pemindahan kontrak kemarin, akupun kembali kekamarku. Kemarin malam aku mencari beberapa informasi tentang hari, dan sepertinya aku berada dimenara itu selama lebih dari 10 hari.


Hari ini adalah hari yang kujanjikan pada ziyun kalau aku akan mengajaknya berkeliling kota. Aku segera pergi kelantai 1 penginapan, disitu aku melihat ziyun sedang duduk dan berbicara dengan sitri. Karena ini adalah pagi hari jadi penginapan cukup sepi, kebanyakan orang yang menginap disini adalah para petualang, jadi mereka telah pada pergi untuk mengabil quest diGuild.


Aku berjalan perlahan menuruni tangga, dan mendekati ziyun. Menyadari keberadaanku yang mendekat, ziyun dan sitri langsung melihat kearahku.


"Pagi Zen."


Ziyun menyapaku dengan senyum ramahnya.


"Pagi Ziyun."


"Akhirnya sibodoh ini turun juga, apa kau tidak tau sudah berapa lama ziyun menunggumu?"


Seperti biasa dia menyapaku dengan bebera kata ejekan.


"Ya sebenarnya aku sudah ada disekitar sini cukup lama, hanya saja aku melihat ziyun berbicara dengan seorang gadis tua. Jadi aku terpaksa menunggu ziyun selesai berbicara dengan gadis tua itu, agar nanti saat kami pergi nanti gadis tua itu tidak kesepian."


Mata dibalas mata, Gigi dibalas gig, kebaikan dibalas kebaikan, dan sedikit kata ejekan dibalas dengan sedikit kata ejekan.


"Siapa ya kau sebut gadis tua? Aku ini adalah gadis yang berumur 20 tahun."


"Iya, iya, aku mengerti kau kalau kau adalah seorang gadis.


Ayo ziyun kita segera pergi dari sini, mumpung masih pagi hari. Kami pergi dulu, gadis yang sudah tua."


Aku dan ziyun pergi meninggalkan penginapan browly. Selama perjalanan jauh meninggalakan penginapan browly, aku dapat mendengar suara sitri yang berkata 'Sialan! Siapa yang dia panggil gadis tua' dengan nada yang marah.




Sebagai awalan aku dan ziyun menuju pasar yang merupakan tempat pertama yang akan kami kunjungi hari ini. Pasar dikota ini cukuplah ramai, populasi orang dikota ini lebih banyak dari pada kota ataxia dan kota danau mitre. Jumlah petualang dikota ini juga lebih banyak dari pada jumlah petualang dikedua kota itu, karena itulah jika ada monster yang berbahaya seperti high orc berada cukup dekat dengan kota guild akan langsung membetuk tim untuk membasmi para monster itu.



"Ziyun apakah ada sesuatu yang kau inginkan?"



"Yang aku inginkan ya? Aku sendiri juga kurang tau, menurutmu apa yang saat ini sedang aku inginkan zen?"



"Tidak, aku juga tidak tau apa yang kau inginkan saat ini. Dan juga bukankan aneh jika kau menanyakan hal seperti itu kepadaku?"



"Mmm, kau betul juga zen."



"Ziyun meskipun kau sedang tidak tau inginkan saat ini, setidaknya belilah beberapa makanan atau barang. Jika tidak, tidak akan ada gunanya kita berada dipasar ini."



Untuk apa seseorang pergi kepasar yang dipenuhi banyak orang jika dia sedang tidak memiliki urusan apapun dipasar. Jika bukan untuk membawa ziyun berkeliling kota, aku mungkin tidak akan pergi kepasar hari ini.



"Baiklah, aku mungkin akan membeli beberapa makanan yang tidak pernah kulihat didesa sebelumnya. Kalau begitu ayo kau ikut denganku zen"



Aku berjalan mengikuti ziyun yang sedang mencari tempat penjual makanan dipasar ini. Dia berhenti disebuah tempat yang menjual sebuah permen dan membelinya beberapa.



"Ini zen untukmu."



Dia memberikanku beberapa dari permen yang dia beli tadi. Aku memakan permen itu, rasa yang kurasakan dari permen itu adalah rasa yang manis namun juga asam.



Setelah itu kami terus menerus berkeliling dikota urukis ini. Selama kami bekeliling ziyun terkadang masuk kedalam toko pakaian, toko perhiasan dan toki senjata. Dari semua toki yang dia masuki, dia juga membeli beberapa barang yang dia butuhkan.


__ADS_1


Selain pergi kebeberapa toko yang ada dikota ini, kami juga pergi ketaman yang ada dikota ini.



Setelah kami mengunjungi banyak tempat dikota ini, Tidak terasa waktu sudah sore hari. Aku dan ziyun segera pergi menuju tempat terakhir yang akan kami kunjungi hari ini, tempat itu adalah guild petualang.



Tujuanku datang kesini adalah untuk mendaftarkan ziyun sebagai petualang agar dia dapat mengikuti penaklukan high orc yang akan dilakukan besok. Sesampainya diguild, kami langsung masuk kedalam dan menuju meja pendaftaran.



"Permisi saya ingin mendaftar sebagai petualang."



Aku berbicara kepada seorang Resepsionis perempuan Yang memiliki rambut berwarna coklat pendek.



"Apakah anda yang ingin menjadi petualang?"



"Tidak, bukan saya. Melainkan gadis yang berada disamping saya ini."



Aku menunjuk ziyun yang ada disebelahku.



"Ah, gadis itu ya yang ingin mendaftar. Kalau begitu bisakah saya melakukan beberapa tes untuk gadis yang ada disebelah anda dan saya silahkan isi identitasnya dikertas ini."



Dia mengeluarkan sebuah bola transparan yang cukup besar dan sebuah kertas untuk pengisian identitas. Bola itu berfungsi sebagai penggukur kekuatan seseorang. Dengan mengikuti tes itu, jika seseorang memiliki kekuatan yang cukup besar maka orang itu bisa langsung terdaftar sebagai petualang rank tinggi.



"Kalau begitu Baiklah, ziyun masukanlah beberapa manamu kedalam bola itu dan isilah kertas itu."



"Baiklah."




"Oke, testnya sudah selesai. Silahkan tunggu beberapa saat sampai kartu guildnya selesai."



"Baiklah, ayo ziyun karena untuk membuat kartunya butuh beberaa waktu, kita akan menemui beberapa orang sampai kartunya selesai."



"Siapa yang akan kita temui zen?"



"Kita akan menemui beberapa rekan yang akan pergi denganmu besok dalam penaklukan high orc."



"Baiklah."



Kami segera menuju meja yang berada dipojok guild, disitu ada baal dan rekannya.



"Yo baal, Apa kabarmu?"



"Yo zen, aku baik baik saja"


__ADS_1


"Baguslah kalau begitu. Apa boleh kami duduk disini?"



"Ya, silahkan."



Aku dan ziyun segera duduk dekat dengan baal dan rekannya.



"Kalau begitu baal, aku akan berbicara ke intinya. Apakah rekan timmu mau menerima ziyun?"



"Aku telah bebicara pada mereka, dan keputusannya adalah tidak masalah jika kami membawanya sesekali. Iyakan marie?"



"Ya seperti yang baal katakan kami tidak ada masalah dengan itu. Apakah kamu yang namanya ziyun kan, perkenalan nama saya marie. Saya adalah orang yang akan membatumu dalam mengembangkan sihirmu."



"Ah, salam kenal nona marie, saya adalah ziyun."



"ya salam kenal, mungkin saat ini hanya kami berdua yang ada disini. Namun besok kau dapat bertemu dengan yang lainnya."



"Kalau begitu saya menantikan hari esok."



"Baiklah baal karena mereka sudah berkenalan kami akan mengundurkan diri dulu. Sampai jumpa besok"



"ya, sampai jumpa besok."



"Ayo ziyun kita harus mengambil kartu guildmu."



"Baiklah Zen."



Aku dan ziyun segera meninggalakan baal, menurut perhitunganku kartu guildnya seharunya sudah selesai sekarang jadi kami kembali ketempat pendaftaran tadi.



"Ah, pas sekali saya tadinya ingin memanggil anda namun ternyata anda sudah ada disini. Kartu guild untuk gadis itu sudah selesai jadi sudah bisa diambil"



"Baiklah, jadi berapa biayanya?"



"Biayanya adalah 2 koin perak."



Aku segera memberi nona Resepsionis itu 2 koin perak dan aku mengambil kartu guild milik ziyun.



"Ini kartu guildmu ziyun, simpanlah dengan baik."



"Ah, baiklah zen."



"Urusan kita sudah selesai disini, jadi ayo kita kembali ke penginapan."

__ADS_1



Setelah ziyun mendapatkan kartu guildnya kami segera kembali kepenginapan.


__ADS_2