Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Hari Penaklukan


__ADS_3

Hari penaklukan telah tiba, Zen kini mengikuti Tina untuk berkumpul dengan yang lainnya.


Zen dan Tina akhirnya sampai ketempat pertemuan yaitu gerbang kota. Sudah cukup banyak petualang yang berkumpul disana termasuk Cristine dan Aulis.


"Akhirnya kau sampai juga Tina. Hmm, pedang baru? Dan juga sepertinya lebih baik dari pada pedangmu yang sebelumnya."


Cristine langsung tau ketika dia melihat pedang yang ada dipinggang Tina, dan juga Cristine tau kalau pedang yang saat ini lebih bagus dari pedang miliknya yang sebelumnya.


Pedang Tina yang pertama kali Zen patahkan adalah rare epic tingkat 4 dan yang kedua adalah super epic tingkat 1.


"Apa yang terjadi dengan pedang mu yang sebelumnya?"


"Sudah hancur."


"Begitu ya."


"Berhentilah membahas hal itu, saatnya kita berkumpul sekarang."


Mereka berjalan ketempat yang lainnya untuk berkumpul.


Ditengah tengah petualang yang berkumpul itu Aulis memberikan beberapa informasi mengenai naga yang akan mereka bunuh.


Mereka semua telah memiliki informasi tentang para naga yang akan mereka bunuh. Dan mereka segera pergi masuki hutan.


Setelah setengah hari berjalan mereka akhirnya sampai ketempat para naga berkumpul. Didekat para naga terdapat sebuah goa, dan dari dalam goa itu Zen merasakan sebuah aura yang tidak lebih kecil dari yang dia rasakan dari Vlad.


Aulis memimpin dengan cukup baik, dia membuat para petualang untuk tidak terlalu dekat dengan kumpulan naga itu. Dari kejauhan Aulis mengamati pergerakan para naga itu.


"Apa yang akan kita lakukan sekarang Aulis?"


Melihat kumpulan naga yang terlihat sangat berbahaya itu Cristine bertanya kepada Aulis.


"Kita tidak dapat bergerak dengan ceroboh, untuk saat ini lebih baik kita mengamati terlebih dahulu."


Jumlah naga itu tidaklah sedikit dan mereka tidaklah lemah. Jika para naga itu mau mereka bisa saja meratakan kota Aciyt sekarang. Namun mereka tidak melakukannya, dan juga naga memiliki wilayah mereka sendiri sangat jarang untuk melihat perkumpulan naga tinggal disebuah hutan.


Zen sedikit penasaran dengan tujuan para naga itu, dan dia juga sedikit penasaran dengan apa yang ada didalam goa itu.


"Bukankah mereka sangat berbahaya? Bagaimana menurutmu Zen?"


Meski tidak mengamati dari jarak yang cukup dekat seperti Cristine dan Aulis namun Tina tau para naga itu berbahaya.


"Memang mereka terlihat sangat berbahaya untukmu, namun seperti yang kubilang sebelumnya aku tidak akan ikut bertarung."

__ADS_1


"Kenapa kau sangat keras kepala, apa salahnya membantu sedikit saja."


"Seharusnya itu adalah perkataan ku, berhentilah mengajakku untuk ikut bertarung Tina. Dan sebagai saran dariku kau tidak boleh menurunkan ketajamanmu saat pertempuran telah terjadi."


Meski Zen tidak mengetahui rank Cristine dan Aulis, namun setidaknya Zen dapat menggolongkan mereka berdua sebagai rank S. Meski ada 3 rank S Disini namun Zen tidak yakin jika mereka dapat membunuh semua naga itu.


Setiap individu naga itu memiliki kekuatan yang besar, menurut Zen jika para petualang itu dapat membunuh 5 naga saja itu sudah merupakan hal yang luar biasa.


"Aku tau itu, kau tidak perlu memberikanku saran."


Dengan sedikit kesal Tina berdiri dan bergabung dengan Cristine dan Aulis.


"Dasar perempuan keras kepala."


Zen melihat para naga itu dan dia kembali merasakan sesuatu yang tidak mengenakan dari dalam goa.


Disisi lain Tina bergabung dengan Cristine dan Aulis, dengan Ekspresi kesal diwajahnya dia juga ikut mengamati para naga itu.


" Apa kau berdebat lagi dengan pria itu?"


Cristine langsung bertanya setelah melihat ekspresi Tina.


"Tidak seperti itu."


"Kau dengar Cristine, sejak kemarin aku telah memintanya untuk bergabung kedalam penaklukan namun dia masih saja menolak dan mengatakan kalau dia hanya akan melihat saja."


"Apa dia sangat kuat?"


Hanya dari melihat Tina yang berisi keras mengajak Zen bergabung membuat Cristine menjadi penasaran dengan kekuatan yang Zen miliki.


"Ya, dia sangat kuat."


"Seberapa kuat dia?"


"Dia dapat membunuh 4 ekor naga seperti membunuh 4 ekor goblin."


"Yang benar saja."


Membunuh 4 ekor naga seorang diri adalah hal yang sangat sulit bahkan mencapai level mustahil, bagi Cristine bahkan jika dia bekerja sama dengan Tina dia masih belum tentu dapat membunuh 4 ekor naga.


Namun Tina mengatakan kalau bagi Zen membunuh 4 ekor naga sama seperti membunuh 4 ekor goblin. Hal itu membuat Cristine mengetahui kalau kekuatan yang dimiliki oleh Zen tidaklah kecil.


"Jika saja dia lebih lemah dariku maka aku akan menghajarnya seperti pohon ini."

__ADS_1


Tina memukul pohon yang ada didepannya, pukulan itu membuat bohon bergetar dan mengasikkan suara yang cukup keras. Para naga yang mendengar suara itu langsung terbangun dan menuju ketempat Tina berada.


"Kau sangat ceroboh Tina."


Melihat para naga yang mendatangi mereka Cristine langsung mengeluarkan pedang miliknya, begitu juga dengan Tina.


"Maaf, aku lupa."


"Sesali itu nanti, sekarang kita harus bersiap untuk melawan mereka."


"Cristine benar. Kalian semua bersiaplah untuk bertarung."


Aulis berteriak dengan keras memberi tau para petualang untuk bertempur, Zen yang mendengar perkataan Aulis langsung berdiri dan meninggalkan tempatnya.


"Akhirnya dimulai juga."


Zen menghilangkan aura miliknya dan dia duduk diatas pohon sambil mengamati pertarungan mereka.


Sekitar 10 naga datang menyerang Tina dan yang lainnya, 3 dari 10 naga itu berubah kedalam wujud humanoid mereka.


Ketiga naga itu langsung menyerang Tina, Cristine dan Aulis, sedangkan 7 naga yang tersisa melawan para petualang yang ada.


Dengan pedangnya Tina terus menyerang naga itu dengan cepat, kecepatan itu membuat naga kesulitan untuk menghindar dan menerima beberapa luka dari serang Tina.


Naga itu kemudian mengeluarkan sihir bola api dan menyerang Tina. Tina merasa kalau dia tidak akan dapat menghindari semua bola bola api itu. Untuk dapat bertahan dari bola bola api itu Tina membuat dinding es.


Dinding es Tina hancur dengan begitu mudahnya, namun itu tidak masalah bagi tina karena beberapa bola api telah menghilang karena dinding es itu.


"Tombak Es."


Tina menyerang balik naga itu, puluhan tombak es muncul dan langsung menyerang naga itu. Beberapa dari Tombak es itu mungkin dapat melukai naga itu, namun bagi Tina itu belum cukup.


Dia lalu dengan cepat datang kehadapan naga itu dan menusuk perutnya.


"Sayang serangan ini masih belum cukup."


Sambil mengeluarkan darah dari mulutnya naga itu tersenyum licik kepada Tina.


Melihat senyuman itu Tina langsung merasakan sebuah bahaya, puluhan bola api biru muncul dari belakang naga itu.


Tina lalu dengan cepat menarik pedangnya dari perut naga itu. Namun dia sama sekali tidak dapat menariknya, Tina lalu langsung mengambil keputusan untuk meninggalkan pedangnya dan pergi menjauh dari naga itu.


Bola api itu mengejar Tina dan menciptakan sebuah ledakan.

__ADS_1


__ADS_2