Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Leluhur Ke 3, Lapis


__ADS_3

Gate terbuka diruangan tempat pertemuan, Zen langsung keluar dari gate itu dan 9 orang leluhur vampire yang telah berada disana menatap Zen dengan tajam.


"Sejak kapan kau menjadi sangat tidak sopan hingga membuka gate didalam ruangan ini?"


Elizabeth menatap Zen dengan tajam, meski begitu tatapan itu sama sekali tidak menunjukan sedikitpun rasa permusuhan.


"Maaf kan saya nona Elizabeth, lagi pula bukankah ini salah anda dengan mengirim surat itu secara tiba tiba."


"Apanya yang tiba tiba? Aku mengirimnya 3 hari hari yang lalu?"


"Apa anda bercanda nona Elizabeth, Lalu mengapa saya baru saja menerima suratnya sore ini?"


Meski Jarak kastil milik Zen dan Elizabeth cukup jauh. Namun Dengan kecepatan pergerakan utusan Elizabeth yang merupakan vampire tingkat tinggi maka hanya akan menghabiskan waktu 1 hari.


"Ah, aku baru ingat. Khusus untukmu aku baru mengirimnya tadi pagi."


"Yang benar saja, apa anda dendam dengan saya nona Elizabeth?"


"Tidak, tidak, mana mungkin aku ada dendam dengan leluhur kecilku yang menarik."


"Bisahkan kalian berhenti berbicara sendiri, kami sudah cukup lama menyaksikannya."


Seorang leluhur menyuruh untuk berhenti membahas masalah surat yang Zen terima. Leluhur itu adalah leluhur Ke 4, Mabas.


"Seperti yang Mabas katakan bisakah kalian berhenti, dan bisakah kau mengatakan alasan mengapa mengumpulkan kami semua disini Elizabeth?"


Lapis penasaran dengan apa yang akan dibahas oleh Elizabeth hingga mengumpul kan mereka semua disini, lagipula ini bukanlah perkumpulan resmi seperti Bloody Night melainkan ini adalah perkumpulan sepihak yang dilakukan oleh Elizabeth.


"Baiklah, aku akan mengatakan langsung ke intinya. Beberapa hari yang lalu aku menerima surat yang meminta perwakilan dari setiap ras untuk hadir dalam sebuah pertemuan."


"Pertemuan? Siapa yang mengirim surat itu?"


"Kaisar Naga, Abrials."


"Berapa orang yang dia minta untuk menghadiri pertemuan itu?"


"Dia meminta maksimal 3 orang untuk menghadiri pertemuan itu, dan waktunya adalah 3 hari lagi di dataran manusia. Lebih tepatnya dipadang rumput menara Ai."


Padang rumput menara Ai adalah bagian dari wilayah kekuasaan kekaisaran suci. Tempat itu juga tempat dimana Zen pertama kali bertemu dengan Ziyun.


"Jadi siapa yang akan pergi untuk menghadiri pertemuan ini?"


"Aku tidak dapat menghadiri pertemuan itu, akhir akhir ini wilayahku mendapatkan beberapa serangan diperbatasan."


Mabas mengatakan tidak dapat menghadiri pertemuan itu karena dia sibuk dengan perorangan diperbatasan wilayahnya. Hal itu mungkin terdengar seperti sebuah alasan untuk menolak menghadiri pertemuan itu, namun tidak ada leluhur yang mau mengatakannya.


"Aku juga sama dengan Mabas."


Leluhur kedua lapis juga tidak dapat menghadiri pertemuan karena alasan yang sama dengan Mabas.

__ADS_1


4 wilayah leluhur vampire yang berbatasan dengan dataran manusia adalah wilayah milik leluhur pertama, kedua sampai keempat.


"Kalau begitu, aku yang akan pergi."


Zen mengajukan dirinya untuk pergi kedalam pertemuan itu.


"Kalau begitu aku juga akan pergi."


Sama seperti Zen, Argares juga mengajukan dirinya.


"Baiklah kalau begitu, aku, Zen dan Argares yang akan menghadiri pertemuan itu. Apakah ada yang keberatan."


"Kurasa itu tidak masalah, kaki tidak ada yang keberatan."


"Kalau begitu pertemuan berakhir disini, kalian bisa kembali sekarang."


Para leluhur yang lain langsung membuka gate dan pergi dari ruangan itu. Sekarang yang tersisa diruangan itu tinggal Elizabeth, Zen, dan Argares.


"Kalau begitu saya akan kembali juga nona."


Zen membuka gate dan memasukinya.


Gate itu terbuka diruang kerja milik Irene. Irene yang sedang mengerjakan berkas berkas pun berhenti dan dia terus menatap gate itu hingga Zen keluar dari sana.


"Selamat datang yang mulia, kebetulan sekali anda datang kesini. Ada tamu yang menunggu anda."


"Dia ada dibelakang anda."


Zen melihat kebelangnya, disana ada seorang wanita yang wajahnya tidak asing sedang menikmati segelas teh.


"Tamu yang tidak biasa, apa yang membawa anda kesini nona Lapis?"


"Tidak ada alasan khusus, hanya sebuah kunjungan biasa."


"Tapi menurut saya tidak begitu."


Zen duduk disofa yang ada didepan Lapis.


"Apa itu yang disebut institusi?"


"Entahlah, mungkin saja iya dan mungkin saja tidak."


"Ya, terserahlah. Aku akan langsung mengatakan intinya, apa yang sedang kalian rencanakan?"


"Apa yang sedang anda bicarakan nona lapis, saya sama sekali tidak mengerti."


"Jangan berpura pura bodoh, tidak seperti Argares mengerakkan Elizabeth cukuplah sulit. Apa yang kau tawarkan kepadanya?"


Argares menginginkan sebuah pertarungan yang mempertaruhkan nyawanya, lalu Zen menawarkan sebuah Medan perang yang membuat Argares mendapat kan itu karena itulah Argares setuju untuk bergabung dengan Zen.

__ADS_1


Namun Elizabeth berbeda, dia tidak pernah menginginkan sebuah pertarungan yang mempertaruhkan nyawanya dan semua leluhur vampire mengetahui hal itu. Meski begitu kini dia bergabung dengan Zen menciptakan sebuah perperangan yang mungkin dapat membahayakan nyawa nya.


Hal itu membuat Lapis penasaran dengan tawaran yang Zen berikan kepada Elizabeth hingga dia mau bergabung dengannya.


"Seperti yang anda tau kalau nona Elizabeth sangat ingin melampaui nona Theresia."


"Aku memang tau itu, Lalu apa hubungannya?"


"Sekarang nona Theresia sudah tidak ada, dengan begitu nona Elizabeth tidak lagi memiliki tujuan. Mungkin pada akhirnya dia sama seperti tuan Argares."


Hidup dengan umur yang abadi sambil melihat sejarah manusia yang terus berulang- ulang, pada akhirnya mereka berdua sama sama menginginkan sebuah pertarungan besar yang mempertaruhkan nyawa mereka.


"Dan juga saya sama sekali tidak ada memberikan tawaran kepada nona Elizabeth, dia sendiri yang ingin bergabung dengan rencanaku dan tuan Argares."


"Sama seperti Argares ya. Karena kau pewaris Theresia Mengapa dia tidak mencoba untuk melampaui mu?"


"Sayangnya itu mustahil, kekuatan milik saya jauh lebih lemah dibandingkan nona Theresia."


"Apa kau bercanda, bukankah seharusnya kau lebih kuat dari Theresia."


"Sayangnya saya sama sekali tidak bercanda."


Pewaris leluhur selanjutnya seharusnya lebih kuat dari pewaris sebelumnya, itu adalah hal yang selama ini selalu terjadi.


Namun Zen berbeda, kekuatan yang dia miliki lebih lemah dari Theresia. Itu semua karena sebelum Theresia mewariskan kekuatannya kepada Zen dia menyegel beberapa ingatannya agar tidak diwariskan kepada Zen.


Jika dibandingkan dengan pewaris yang lainnya, pengetahuan dan kekuatan yang Zen terima dari Theresia sangatlah sedikit.


"Begitu ya, kalau begitu izinkan aku bertanya 1 hal lagi."


"Apa yang ingin anda tanyakan?"


"Aku merasa sebagian besar pelayan mu tidak ada didalam dirimu, kemana mereka pergi?"


"............."


Zen hanya dia dan sama sekali tidak ada niatan untuk menjawab pertanyaan itu. Hanya beberapa orang yang mengetahui keberadaan pelayan Zen yang lain, dan Lapis bukan termasuk orang yang mengetahui hal itu.


"Ya terserahlah jika kau tidak ingin memberitaunya."


Lapis berdiri dari Sofa dan membuka gate.


"Pada akhirnya aku juga sama dengan Elizabeth dan Argares. Aku berharap rencana mu itu berhasil."


Lapis secara perlahan memasuki gate itu.


"Irene, terima kasih atas tehnya."


Setelah mengucapkan itu, tubuh lapis sepenuhnya telah memasuki gate itu. Dan gate itupun langsung menutup.

__ADS_1


__ADS_2