Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Hingel Ablias


__ADS_3

Hari telah berganti, Zen berjalan keluar dari penginapan. Diluar terdapat beberapa orang menghalangi dirinya, mereka rata rata memiliki senjata suci tingkat 2.


"Apa maksudnya ini Cilius?"


Zen dapat melihat Cilius adalah orang yang memimpin para pasukan itu.


"Hmm, bagaimana ya bilangnya. Ada orang yang ingin bertemu denganmu, jadi bisakah kau ikut dengan kami?"


"Aku menolak, bagaimana mungkin orang sepertiku harus repot repot bertemu dengan dirinya."


"Apa kau masih akan mengatakan hal itu setelah mengetahui identitas orang yang ku maksud?"


"Emang siapa orang itu?"


"Dia adalah pemimpin kota ini Tuan Hingel Ablias. Dia sekarang berada ditingkat Earl kelas menengah."


"Hoo, tingkat Earl ya."


Jadi sedikit bersemangat ketika mendengar hal itu, tubuh seorang tingkat Earl adalah sesuatu yang cukup bagus. Akan sangat menguntungkan jika Zen bisa mendapatkan tubuh itu.


"Begitu ya."


Untuk saat ini Zen tidak dapat menunjukan rasa kegembiraannya, dai harus bersikap biasa dan membuat Cilius menjadi kesal sebesar mungkin.


Dengan begitu kemungkinan Cilius memanggil pemimpin kota itu datang kehadapan Zen akan sangat tinggi.


"Kau masih terlihat biasa saja setelah mendengar hal itu."


"Tentu saja, lagi pula dia hanyalah seorang Earl rendahan. Mengapa aku harus terkejut."


"Kau..."


Salah satu orang prajurit vampire menjadi marah karena mendengar perkataan Zen, Tuan yang dia banggakan kini dihina Zen Tepat didepan matanya.


Vampire itu dengan cepat menarik pedang miliknya dan menyerang Zen. Zen menghindari serangan itu dan langsung menusuk dada vampire itu dan menghancurkannya.


"Kau membunuhnya."


Cilius menatap mayat vampire yang telah mati itu.


"Ya, kuharap kau tidak marah."


"Lagi pula dia lah yang menyerang lebih dulu, tidak ada alasan bagiku untuk menyalahkan mu."


"Seperti yang diharapkan dari bawahan vampire rendahan, kau tau dengan baik untuk tidak menyinggung ku."


Cilius dengan cepat menarik pedangnya dan mengarahkannya ke Zen.


"Bisakah kau menjaga ucapanmu? Dihadapan ku ada beberapa hal yang tidak boleh diucapkan."


"Apa kau ingin melawanku?"


Zen hanya memberikan sebuah senyuman kepada Cilius, saat ini Zen telah berhasil membuat Cilius menjadi sedikit kesal.

__ADS_1


Saat dia melihat Gill dan prajurit vampire itu dibunuh Zen tepat didepan matanya Cilius tidak merasakan apapun. Namun ketika Zen sedikit menghina pemimpin kota ini Cilius menjadi hilang kendali.


Zen sangat penasaran dengan pemimpin dari kota ini yang dapat membuat Cilius menjadi seperti itu.


"Tergantung situasi mungkin aku akan melakukannya."


"Kau tidak akan akan dapat mengalahkanku."


Zen memegang bilah pedang Cilius dan menurunkannya dari hadapannya.


"Kita tidak akan tau sebelum dicoba bukan?"


"Tidak, bahkan sebelum mencobanya kau juga sudah mengetahui hal itu bukan?"


Cilius menjadi sedikit berkeringat, Apa yang Zen katakan sangat tepat. Kekuatan Cilius tidak terlalu jauh berbeda dengan kekuatan Gill, Cilius tau bahkan jika dia mengeluarkan semua kekuatannya dia masih tidak akan dapat mengalahkan Zen.


"Bawalah kembali semua pasukan itu, aku tidak akan menemui pemimpin kota yang kau katakan itu."


"Begitu ya."


Cilius kembali menyimpan pedangnya, dia tau kalau Zen tidak akan merubah keputusannya.


"Namun izinkan aku mengatakan satu hal ini. Pemimpin kota juga tidak akan datang kesini untuk menemuimu dan membuat apa yang kau inginkan berjalan dengan lancar."


"Tidak, dia pasti akan datang. Lagi pula dia hanyalah seorang vampire rendahan yang kebetulan menjadi pemimpin kota."


"Kau...."


"Yah terserahlah, kau hanyalah vampire campuran tidak ada Alasan bagiku untuk menjadi kesal dengan perkataanmu."


Cilius pergi dengan para prajurit itu.


"Saatnya menunggunya datang kehadapan ku."


Zen pergi belanja menuju sebuah restoran yabg berbeda dari tempat dia membuat kekacauan kemarin.


"Hoi lihat itu, bukankah itu si campuran yang kemarin?"


"Kau benar, itu adalah si campuran kemarin."


2 orang iblis langsung menyadari kedatangan Zen ke restoran itu.


"Apa yang akan kau lakukan?"


"Tentu saja aku akan membuatnya membawa kekalahan ku yang kemarin."


"Lebih baik kau tidak melakukannya, kau lihat bukan kemarin dia membunuh seorang vampire tingkat Viscount kelas menengah tanpa menerima banyak luka."


"Itu hanyalah tingkat Viscount, dia tidak berarti apa apa dihadapan ku yang merupakan tingkat Earl kelas bawah."


Iblis itu hendak mendekati Zen, namun temannya dengan cepat memegang tangannya dan menahannya.


"Kau tenang dulu, vampire yang dia bunuh kemarin adalah Gill."

__ADS_1


"Terus kenapa?"


"Jika aku tidak salah Gill adalah teman dari pemimpin kota ini, maka pemimpin itu pasti akan mendatangi si campuran itu. Dan dengan begitu tonton Yang menarik pasti akan muncul kembali."


"Kau benar benar menyukai hal seperti itu."


"Selama beberapa tahun kita tidak ada mengalami peningkatan, jadi kurasa tidak ada salahnya kita menghibur diri dengan melihat sesuatu seperti itu bukan."


Saat masih didunia bawah seseorang dapat mengalami peningkatan kekutan yang banyak hanya dengan membunuh monster. Namun bagi mereka yang berada ditingkat Baron keatas, membunuh monster Tidak akan berdampak banyak dalam peningkatan mereka kecuali mereka membunuh monster selevel monster dewa.


"Yah, kurasa kau benar."


Iblis itu kembali duduk dan hanya mengamati Zen dari kejauhan.


Setelah beberapa saat mereka mengamati Zen apa yang mereka tunggu akhirnya datang. Sekelompok vampire murni dengan seorang yang memimpin mereka mendatangi Zen.


"Mari kita lihat apa yang akan terjadi selanjutnya."


Para vampire itu lalu membentuk sebuah formasi yang mencegah Zen untuk kabur.


Lalu seorang vampire berjalan mendekati Zen dengan Cilius yang berada disampingnya.


"Apa yang kau inginkan?"


Bahkan meski dia tidak mengenali dirinya Zen tau kalau vampire itu adalah sang pemimpin kota Hingel Ablias.


"Kudengar kau membunuh salah satu kenalanku kemarin, apa itu benar?"


"Aku tidak tau siapa kenalanmu, namun aku memang membunuh seorang vampire murni kemarin."


"Vampire itu adalah kenalanku."


Tentu saja Zen mengetahui hal itu, namun tidak ada gunanya bagi Zen mengatakan jika dia mengetahuinya.


"Heh, lalu apa yang akan kau lakukan?"


"Hemp, bagaimana jika kau menjadi bawahan ku? Dengan begitu aku akan melupakan kalau kau telah membunuh kenalanku."


"Aku? Jadi bawahanmu?"


"Iya, itu adalah sebuah kehormatan bukan untuk para campuran seperti dirimu."


Para vampire murni sangat meninggikan diri mereka sendiri dan merendahkan para vampir campuran. Karena pemikiran seperti itulah Hingel Ablias sangat yakin kalau Zen akan menerima tawaran darinya.


"Ha.. ha... Ha... Hahahaha."


Zen sedikit tertawa setelah mendengar tawaran dari Hingel Ablias.


"Ada apa, bukankah kau setuju dengan apa yang ku tawarkan?"


"Hahahaha."


Tawa Zen terdengar menjadi lebih kuat dari pada yang sebelumnya, tawa itu lalu menarik perhatian semua orang yang ada didalam sana.

__ADS_1


__ADS_2