Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Feng Nianyun


__ADS_3

Para leluhur vampire itu terus bertarung dengan Cheng Ning dan yang lainnya, sedangkan disisi lain Verdia yang sejak tadi diabaikan sudah mulai bangkit kembali. Hanya tinggal sedikit saja luka yang masih ada ditubuhnya, Verdia lalu menatap Zen yang masih belum melakukan apapun sampai sekarang.


"Saatnya melakukan pembalasan."


Zen menyadari tatapan Verdia, Zen merasa kali ini akan lebih berbahaya dari pada yang sebelumnya.


"Cicilia aku akan menghadapi Verdia disini, jadi cobalah untuk membuat Veldra terus sibuk."


Selama Veldra masih dapat bergerak dengan bebas akan cukup sulit bagi Zen untuk membuat Verdia menjadi sangat tidak berbahaya. Yang harus Cicilia lakukan saat ini adalah membuat Veldra tetap sibuk agar Zen dapat melawan Verdia dengan lancar.


"Apa yang akan kau berikan jika aku melakukannya?"


"Apapun yang kau inginkan selama hal itu tidak melewati batas dan masih dalam jangkauan ku."


"Hehe, kalau begitu aku akan melakukannya."


Cicilia tertawa kecil, apa yang Zen katakan itu jauh lebih berharga dari pada senjata ilahi manapun. Dan juga itu adalah apa yang ingin Cicilia dengar dari Zen. Cicilia lalu segera pergi kepohon besar itu untuk menahan atau membuat sibuk Veldra.


"Kau terlihat baik baik saja Verdia."


"Iya berkat orang orang itu aku jadi lebih baik sekarang."


"Padahal aku berharap agar kau tetap diam saja ditempat namun sepertinya aku tidak memiliki pilihan lain."


"Sudah saat berhenti bermain main."


"Iya kau benar, kalau begitu majulah dengan semua kekuatan mu Verdia."

__ADS_1


Sesuai apa yang Zen inginkan Verdia dengan cepat menuju kearah Zen, kali ini baik Verdia ataupun Zen sama sekali tidak ada niatan untuk menahan diri. Dengan sekuat tenaganya Verdia memukul Zen, dengan beberapa usaha Zen berhasil menahan serangan itu. Zen lalu dengan cepat melakukan serangan balik, pukulan Zen membuat Verdia terhempas sejauh beberapa km.


Zen merasa kalau Serangannya tadi masihlah belum cukup, Tidak berhenti disana Zen lalu mengeluarkan api yang berbentuk seekor naga. Naga api itu lalu menyemburkan api murni yang merupakan salah satu jenis api terkuat didunia ini.


"Sial dia mulai menggila." Ucap Cheng Ning.


"Segara pergi setinggi mungkin." Teriak Atlanta dengan sangat kuat.


Api itu sangatlah panas, dalam radius 100 km dipermukaan tanah tidak ada yang dapat menghindari api itu. Sanking panasnya api itu bahkan permukaan tanah secara perlahan mulai menjadi abu dan sedikit demi sedikit mulai terkikis.


"Sial ini api yang cukup merepotkan."


Verdia berusaha terbang setinggi mungkin namun api murni itu terus membara dan menjangkau langit.


"Ini memang aku yang sangat kuat, namun bukan berarti tidak dapat dihancurkan."


"Siapa itu?"


Zen terkejut karena apinya tiba tiba membeku, untuk dapat membekukan api itu seseorang harus bisa menggunakan sihir es tingkat tinggi atau memiliki pemahaman yang dalam mengenai hukum es. Sejauh ini hanya Theresia yang Zen tau dapat menggunakan kekutan es sebesar itu, Zen tidak dapat membayangkan kalau Theresia adalah orang yang membekukan api itu.


Zen penasaran dengan yang telah membekukan apinya itu, Zen lalu membuat naga itu mulai aktif kembali dan es itu langsung mencair. Wanita itu tidak tinggal diam dan dia kembali membekukan naga itu.


"Siapa sebenarnya sialan yang melakukan ini."


Zen kembali mencairkan es itu, setelah itu Zen dengan cepat langsung menghilangkan semua api itu agar tidak dibekukan kembali.


Uapan es itu untuk sementara menutupi pandangan, setelah uap itu menghilang Zen dapat melihat permukaan tangan yang disekitarnya telah menjadi abu. Namun Zen tidak peduli dengan hal itu, dia lalu mulai mencari orang yang telah membekukan apinya. Setelah beberapa saat Zen akhirnya dapat menemukan orang yang telah membekukan apinya, meski masih belum pasti namun Zen dapat melihat ada hawa dingin yang keluar dari tangan orang itu.

__ADS_1


"Feng Nianyun, apa yang kau lakukan disini? Aku yakin kau seharusnya tidak memiliki alasan untuk ikut campur dalam pertarungan ini."


Feng Nianyun, salah satu dari pemimpin para ras keturunan naga. Seperti yang Zen bilang tadi seharusnya tidak ada alasan bagi dia untuk ikut campur kedalam pertarungan ini, dan meskipun ada maka seharusnya dia bukan menjadi lawan Zen melainkan lawan Atlanta atau Cheng Ning.


"Memang tidak ada tapi karena aku sangat bosan jadi aku tidak memiliki pilihan lain selain membuang kebosanan ini kedalam pertarungan."


"Selama ini aku tidak pernah berurusan dengan kalian para keturunan naga sejati karena hubungan baikku dengan Hua Tian, namun karena kau yang memulai nya duluan maka aku juga tidak memiliki pilihan lain."


Sebuah api telah ditaruh dipadang rumput yang kering, sekarang entah api akan membakar semua rumput itu atau apakah api itu akan mati tidak ada yang mengetahuinya.


Zen bergerak dengan cepat menuju kearah Feng Nianyun, Feng Nianyun adalah ahli dalam menggunakan es jadi tidak ada untungnya bagi Zen menggunakan api pada saat melawannya.


Feng Nianyun tau kalau Kekuatan fisik Zen sangatlah kuat, tubuhnya tidak akan dapat menahan Serangan langsung dari Zen. Feng Nianyun lalu membuat beberapa lapis dinding es yang tebal, satu pukulan Zen dapat menghancurkan dinding yang pertama dan kedua namun pukulan Zen tidak dapat menghancurkan yang ketiga.


Zen bersiap kembali untuk menghancurkan dinding es itu, pada saat itu Zen sedikit lengah dan hasilnya adalah serangan tiba tiba dari Verdia. Serangan Verdia membuat Zen terhempas sangat jauh, Verdia dengan cepat langsung mengejar Zen.


Feng Nianyun juga berniat untuk mengejar Zen namun tiba tiba muncul rantai emas yang menghalanginya, Feng Nianyun menjadi kesal karena rantai itu diapun langsung melihat ke tempat rantai itu berasal. Disana Feng Nianyun dapat melihat wajah Theresia, dalam sekejap ekspresi kesal Feng Nianyun digantikan dengan ekspresi yang merendahkan.


"Kau ingin menghalangi ku? Seharusnya kau tau kalau kau tidak akan dapat menghentikan ku?"


Ada 2 Theresia yang Feng Nianyun kenal, yang pertama adalah Theresia yang melahirkan Xia Shuang dan yang satunya lagi adalah Theresia yang tidak ada hubungan apapun dengan Xia Shuang. Theresia yang melahirkan Xia Shuang sudah sangat lama mati, Feng Nianyun merasa kalau mereka tidak akan pernah bertemu lagi jadi Tidak ada yang perlu dia takutkan.


Karena hal itulah Feng Nianyun berfikir kalau Theresia yang ada didepannya saat ini adalah Theresia yang satunya lagi. Theresia yang sangat menjunjung tinggi keadilan dan membenci hal yang membuat dirinya kesulitan. Dimata Feng Nianyun, Theresia yang itu adalah lawan yang sangat tidak sepadan untuknya, dia bahkan dapat membunuh Theresia yang ini hanya dalam satu gerakan.


"Apakah benar begitu? Kupikir malah kebalikannya."


Theresia tersenyum kecil ke Feng Nianyun, melihat senyuman itu Feng Nianyun langsung Merasakan perasaan yang sangat buruk.

__ADS_1


__ADS_2