Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Para Leluhur


__ADS_3

Gate (Dichapter sebelumnya Gerbang) adalah sebuah sihir yang menghubungkan dua tempat sekaligus. Meski begitu Gate hanya dapat digunakan ketempat yang pernah dikunjungi sebelumnya.


Didepan pintu masuk kastil leluhur ke 2 sebuah sihir Gate berwarna biru muncul. Itu adalah Gate yang digunakan oleh Zen untuk langsung menuju kastil leluhur kedua.


Dulu Zen pernah sekali datang kekastil leluhur ke 2, pada saat itu Zen masihlah seorang manusia. Saat itu Zen datang kekastil leluhur ke 2 dengan Pewaris leluhur pertama yang sebelumnya, yaitu Theresia. Kerena itulah Zen dapat kekastil leluhur ke 2 dengan menggunakan Gate.


Zen, Irene, dan Fernanse keluar begitu Gate terbuka. Didepan mereka berdiri seorang perempuan dengan rambut yang berwarna biru muda.


"Selamat datang yang mulia leluhur pertama. Saya akan membimbing anda ketempat pertemuan."


Perempuan itu membunkukan badannya dan memberikan salam kepada Zen.


"Jika aku tidak salah ingat kau adalah Tina bukan? Sekretaris Nona Elizabeth?"


"Iya, ada benar yang mulia."


"hmm. Kalau begitu antarkan aku ketempat pertemuannya!"


"Baik yang mulia."


Perempuan itu berbalik badan dan berjalan kedalam kastil. Zen pun segera mengikuti perempuan itu, begitu juga dengan Fernanse dan Irene.


Begitu Zen masuk kedalam kastil, dia dapat melihat banyak orang. Orang orang itu adalah para pengawal dari leluhur yang lain. Dalam pertemuan para leluhur hanya boleh membawa 2 pengawal, jika lebih maka pengawal yang lain harus menunggu diluar tempat pertemuan.


Zen terus mengikuti perempuan yang bernama Tina itu. Hingga pada akhirnya mereka sampai ketempat pertemuan. Tina menyuruh prajurit yang berjaga untuk membuka pintu ruang pertemuan. Prajurit itupun segera membuka pintunya.


"Silahkan Masuk yang Mulia."

__ADS_1


"Terima kasih atas bimbingannya Tina."


Zen memasuki ruangan pertemuan itu, Fernanse dan Irene berjalan Pelan dibelakang Zen.


Ruang pertemuan itu memiliki ukuran yang cukup luas, Cukup luas hingga dapat digunakan sebagai tempat untuk berpesta. Didalam ruangan itu sudah terdapat beberapa orang, mereka semua berdiri. Ruagan itu juga tidak terlalu terang ataupun gelap.


"Wah, wah, wah. Bukankah itu adalah Leluhur pertama kita yang terlambat."


Suara seorang pria terdengar begitu Zen memasuki ruang pertemuan. Pria itu adalah Cilkus Cilius, dia adalah leluhur ke 7 pewaris ke 11. Cilkus Cilius memiliki rambut yang berwarna ungu dan juga dia memiliki ekspresi wajah yang selalu terlihat sombong.


"Banar, itu adalah leluhur pertama yang membuat kita menunggu disini."


Leluhur yang lain menjawab pertanyaan dari leluhur ke 7. orang adalah Intrix, leluhur ke 8, pewaris ke 13. Leluhur ke 8 memiliki rambut yang berwana hitam kecoklatan, dia juga sama dengan leluhur ke 7, dia selalu memasang ekspresi wajah yang terlihat Sombong.


"Bukankah tidak apa apa jika dia terlambat? Lagi pula jarak antara kastilnya dan kastil ini cukup jauh, dan juga dia adalah yang paling muda diantara kita semua."


"Aku juga tidak masalah mengenai itu. Lagian dia memiliki peringkat yang lebih tinggi dari kita semua."


Satu orang lagi mengatakan dia tidak ada masalah mengenai keterlambatan Zen. Orang itu adalah Mabas, leluhur ke 4 pewaris ke 9. Leluhur ke 4 adalah seorang pria dengan tubuh yang cukup besar, dia memiliki rambut berwarna hitam yang panjang.


"Aku juga tidak ada masalah dengan itu."


"Aku juga."


Leluhur ke 9 dan 10 juga tidak ada masalah dengan keterlambatan Zen. Leluhur ke 9 Ersain adalah seorang perempuan yang cantik dengan rambut berwarna ungu muda. Sedangkan leluhur ke 10 Bilion adalah seorang laki laki dengan rambut berwarna hijau.


"Meski banyak yang tidak masalah mengenai keterlambatanmu, tapi kurasa aku harus tetap bertanya alasannya. Jadi apa alasanmu Zen?"

__ADS_1


Agar tidak terjadi perdebatan nantinya, Leluhur ke 2 bertanya kepada Zen alasan keterlambatannya.


"Maaf Atas keterlambatan saya, Nona Elizabeth. Sebelum sampai kesini ada hal penting yang harus saya lakukan."


Bagi Zen melawan 3 naga yang dia bunuh adalah sesuatu yang penting untuk rencananya. Karena itulah Zen sebelumnya menggunakan kereta meski dia bisa langsung kekastil leluhur ke 2 dengan menggunakan Gate.


"Kalau begitu, bisahkan kau beritau padaku hal penting apa itu?"


Elizabeth bertanya lagi kepada Zen karena dia penasaran dengan apa yang Zen lakukan. Leluhur yang lainpun juga penasaran apa yang dilakukan Zen sampai sampai dia terlambat menghadiri pertemuan. Mereka semua melihat kearah Zen.


"Masalah itu saya tidak dapat membicarakannya disini nona Elizabeth."


"Kenapa?"


Elizabeth semangkin penasaran dengan apa yang Zen lakukan, dia bertanya kembali.


"Sudah Cukup, Nona Elizabeth. Saatnya memulai pertemuan, lagi pula saya rasa anda sudah dapat menebak apa yang dia lakukan."


Leluhur ke 5, Argares yang sebelumnya hanya diam kini bebicara. Dia sendiri mungkin juga sudah dapat menebak apa yang dilakukan Zen. Meski tidak tau dengan pasti dengan apa yang dilakukan oleh Zen, tapi dia yakin kalau apa yang dilakukan oleh Zen Ada hubungannya dengan rencananya.


"Jika Argares sampai berkata seperti itu maka kurasa aku tidak akan bertanya lagi."


Elizabeth berhenti bertanya dan menatap Zen. Begitu juga dengan para leluhur lainnya, Setelah mendengar perkataan Argares mereka pun tidak menjadi penasaran lagi. Mungkin lebih tepat mereka Menghilangkan rasa penasaran mereka.


"Karena semuanya sudah berkumpul. Sekarang kita akan memulai Pertemuan ."


Elizabeth memberikan isyarat dimulainya pertemuan, dan pertemuanpun pun dimulai.

__ADS_1


__ADS_2