
[Setengah Manusia, Irene]
Sudah hampir setahun sejak yang mulia pergi dari sini, selama yang mulia pergi aku harus mengurus semua kebutuhan yang ada disini. Mulai dari berurusan dengan para bangsawan, para pedangang dan para jendralnya.
Kertas kertas dokumen sedang menggunung dihadapanku. Ini adalah pekerjaan yang sangat menguras tenaga, Meski begitu aku tidak bisa begitu saja meninggalkannya. Jika aku melakukan hal itu maka semua perkerjaan yang ada dikastil ini akan berhenti. Jika itu sudah terjadi entah apa yang akan kukatan pada yang mulia nantinya.
"Permisi nona Irene."
Seorang prajurit laki laki membuka pintu ruangan kerjaku dengan perlahan. Jika dilihat dari pakaian yang dia gunakan maka bisa disimpulkan kalau dia adalah prajurit yang menjaga gerbang masuk Kastil.
"Ada apa?"
Tanyaku kepada prajurit itu dengan suara yang cukup rendah.
"Diluar ada tamu yang ingin dengan yang mulia."
"Ingin bertemu dengan yang mulia?"
"Iya, nona Irene."
"Katakan kepadanya kalau yang mulia tidak ada dikastil saat ini. Juga Katakan kepadanya kalau ada hal ingin dikatakan dia bisa mengatakannya kepadaku. Namun jika dia tidak mengatakannya maka suruh dia kembali lagi dikemudian hari."
Sejak yang mulia pergi aku tidak berapa banyak orang yang ingin bertemu dengannya, yang ingin bertemu dengan yang mulia biasanya adalah para bangsawan dan para pedagang. Setiap ada yang ingin bertemu dengan yang mulia aku selalu mengatakan hal yang sama, Namun tidak semua dari mereka mau bertemu denganku dan pergi untuk datang kembali saat yang mulia telah kembali.
"Nona Irene, sebenarnya tamu kali ini sangat tidak biasa."
"Tidak biasa? Apakah dia adalah bangsawan tingakat tinggi?"
"Tidak, dia bukanlah seorang bangsawan. Melainkan dia adalah leluhur ke 5."
"Apakah dia benar benar Leluhur ke 5?"
__ADS_1
"Ya."
Tidak peduli seberapa tinggi tingkat seorang bangsawan, mereka masih berada jauh dibawah tingkat dari para leluhur. Tidak peduli seberapa besar otoritas yang dimiliki oleh bangsawan tingkat tinggi, mereka masih bukan apa apa jika dibandingkan dengan otoritas para leluhur. Bisa dibilang para leluhur adalah sosok yang memiliki otoritas mutlak didataran ini.
"Baiklah jika dia memang seorang leluhur, maka aku akan secara langsung bertemu dengannya dan memberi taunya. Tunjukan aku jalannya!"
"Baik nona Irene."
Aku pergi meninggalkan ruangan pekerjaanku dan mengikuti prajurit itu. Kami berjalan melewati ruangan demi ruangan, disetiap ruangan selalu ada pelayan yang sedang bersih bersih. Kami terus menerus berjalan dan pada akhirnya berhenti didepan sebuah pintu.
"Tuan leluhur ke 5 berada didalam diruangan ini nona Irene."
"Baiklah aku Akan menemuinya, kau bisa pergi sekarang."
"Baik nona."
Aku membuka pintu besar itu, begitu aku masuk kedalam aku melihat seorang pria dengan baju berwarna hitam dengan rambut yang berwarna hitam pekat. Dulu saat aku bersama yang mulia aku pernah melihatnya beberapa kali. Tidak salah lagi kalau pria itu adalah leluhur ke 5, yang mulia Argares.
Aku terus berjalan mendekatinya, sambil duduk dengan santai dia hanya melihatku tanpa berkata apa apa.
"Apakah kau adalah Sekretarisnya?"
"Iya, yang mulai Argares."
"Tidak usah khawatir, aku tau kalau dia tidak ada disini. Tapi mungkin sebentar lagi dia akan segera kembali jadi kurasa aku akan menunggunya sebentar. Apakah itu akan menjadi masalah buatmu?"
"Tidak yang mulia Argares. Jika anda ingin menunggu yang mulia untuk kembali maka itu tidak akan menjadi masalah untuk saya."
"Baguslah, kalau begitu kau bisa meninggalkanku sendiri disini. Bukankah kau masih memiliki banyak pekerjaan yang menumpuk."
"Iya yang mulia, jika anda ingin sendiri disini maka saya akan segera meninggalkan anda. Kalau begitu saya permisi."
__ADS_1
Aku menunduk kepadanya dan aku segera pergi meninggalkan ruangan itu. Aku berjalan kembali menuju ruangan kerjaku untuk menyelesaikan pekerjaanku.
°°°°°°°°°
[Kastil Leluhur Ke 2]
Didepan pintu kastil yang sangat besar seorang permpuan terus berjalan dengan santai. Perempuan itu memiliki rambut berwarna merah yang sedikit kekuningan, dia juga wajah yang bisa dikatakan cukup menarik perhatian. Dia juga memiliki tubuh yang dapat membuat seorang pria tergila gila padanya. Kesimpulannya adalah mengatakan kalau perempuan itu cantik akan menjadi sebuah perkataan yang sangat tepat.
Perempuan itu terus berjalan dengan santai. Semua prajurit yang berada disekitarnya menundukan kepala mereka dan memberikan hormat. Didepan pintu kastil yang besar itu, seorang gadis berdiri dengan tegap. Perempuan itu berjalan menuju ketempat gadis itu.
"Selamat datang yang mulia."
Seorang gadis berambut biru panjang menyambut tuannnya didepan pintu.
"Lama Tidak bertemu Tina. Bagaimana keadaan kastil selama kepergianku?"
"Semuanya baik baik saja yang mulia."
"Baguslah kalau begitu."
Kedua orang itu pergi memasuki kastil, mereka pergi menuju keruangan Takhta dikastil itu. Begitu mereka sampai keruangan itu, si perempuan cantik itupun segera duduk dikursi Takhta. Diruangan yang luas itu hanya ada mereka berdua, sesaat keheningan terjadi diantara mereka sampai si permpuan cantik itu memulai pembicaraan.
"Jadi Tina apakah kau sudah mendapatkan informasi kapan leluhur pertama akan kembali?"
"Belum yang mulia. Namun beberapa saat yang lalu saya menerima informasi kalau yang mulai Argares berada dikastil miliknya. Jadi mungkin bisa dikatakan kalau dia akan segera kembali."
"Kerja bagus Tina. Itu adalah informasi yang cukup berguna, kebetulan juga aku ingin bertemu dengan Argares. Dengan adanya Argares disana maka aku mungkin dapat bertemu dengan mereka berdua sekaligus."
Si perempuan cantik itu berdiri dari kursi Takhta.
"Untuk sekarang aku akan pergi ketempat Argares. Jadi selama aku pergi kau yang akan mengelola tempat ini Tina."
__ADS_1
"Baik yang mulia."
Si perempuan cantik itu segera pergi meninggalkan ruang Takhta dan juga perempuan yang merupakan Sekretarisnya.